Panduan Lengkap e-Kesiswaan SiTuntas
e-Kesiswaan SiTuntas mengumpulkan ekskul, upacara, kerohanian, prestasi, organisasi, dan laporannya dalam satu menu. Panduan ini memetakan halaman yang benar-benar ada, lalu menaut ke tutorial tiap bagian. Halaman pilarnya e-Kesiswaan.
Urutan yang aman: nyalakan modul bila sekolah memakainya, isi ekskul dan pembina, susun latihan, baru laporan. Semua gambar di artikel ini memakai data contoh SMP Negeri Contoh pada tahun ajaran 2026/2027.

Gambar 1. Beranda menunjukkan modul menyala, kegiatan terdekat, dan jumlah ekskul pada sekolah contoh. Semua gambar di artikel ini memakai data contoh.
Peta menu pengelola
Beranda Kesiswaan adalah ringkasan, bukan tempat mengedit. Di bawahnya, kelompok Ekskul dan Latihan memuat Ekstrakurikuler Kesiswaan, Ekskul Binaan, dan Kalender Latihan. Kelompok Upacara dan Kegiatan memuat Jadwal Upacara serta Kegiatan Siswa. Kerohanian memuat Hari Ini, Tidak Ikut, Rekap, Pola, serta Jalur dan Jadwal, dan hanya terbuka bila kerohanian dinyalakan.
Prestasi Siswa berdiri sendiri. Organisasi dan Program Kerja berdampingan. Laporan dan Dokumen memuat rekap, surat, dan publikasi. Pengaturan Kesiswaan memegang sakelar modul.

Gambar 2. Dari sini cabang ke pembina, anggota, dan kalender. Kolom pembina terisi setelah ada penugasan.
| Yang ingin dikerjakan | Buka | Tutorial |
|---|---|---|
| Membuat ekskul dan anggota | Ekstrakurikuler Kesiswaan | Kelola ekstrakurikuler |
| Menambah pembina atau pelatih | Pembina dan Pelatih | Mengatur pembina ekskul |
| Menyusun sesi latihan | Kalender Latihan | Jadwal latihan |
| Mengisi upacara dan kerja bakti | Upacara, Kegiatan Siswa | Upacara dan kegiatan |
| Mencatat kajian pagi | Kerohanian | Kerohanian pagi |
| Mencatat prestasi dan OSIS | Prestasi, Organisasi, Program | Prestasi dan organisasi |
| Membaca rekap dan SK | Laporan, Dokumen, Pengaturan | Laporan dan pengaturan |
Yang dikerjakan lebih dulu
- Pastikan tahun ajaran di kanan adalah tahun yang sedang berjalan.
- Nyalakan modul di Pengaturan bila sesi latihan akan disusun dari SiTuntas.
- Buat ekskul, tugaskan pembina GTK, daftarkan pelatih luar bila ada.
- Tambah anggota, lalu susun sesi di kalender.
- Isi upacara, kegiatan, atau kerohanian sesuai yang memang dijalankan sekolah.
- Buka laporan setelah ada lembar yang dikirim, bukan sebelumnya.
Guru yang hanya membina satu ekskul tidak melihat tombol kelola pembina. Mereka masuk lewat Ekskul Binaan. Operator, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, dan admin melihat halaman kelola. Siswa melihat Ekskul Saya. Petugas OSIS yang diberi hak melihat Petugas Upacara. Dua menu siswa itu tidak dipotret di panduan pengelola ini.

Gambar 3. Laporan dibuka setelah sumber datanya terisi. Kartu kosong berarti sumbernya masih kosong.
Yang tidak terjadi otomatis
Menyimpan ekskul tidak mengisi predikat rapor. Predikat diisi dari penilaian pada kartu binaan. Nama pembina yang ditugaskan ditulis ke daftar kegiatan e-Rapor, pembina utama di depan, dipisah garis miring, dipotong pada 120 karakter. Bila rapor peserta sudah terkunci, nama kegiatan yang sudah disahkan tidak diganti. Teks pembina tetap bisa diperbarui.
Poin prestasi tidak berpindah ke e-Poin dari formulir draf. Tombol Catat ke e-Poin ada di detail setelah status sah. Daftar tidak ikut kerohanian menulis dengan tegas bahwa itu bukan poin dan tidak dikirim ke orang tua.
Berita kegiatan tidak tayang di situs sekolah sendiri. Halaman publikasi menunggu tinjauan e-Humas, dan foto tanpa persetujuan tidak keluar dari modul. Pemilihan ketua OSIS tidak dihitung di kartu organisasi. Kartu itu menaut ke modul e-Voting. Yang dicatat kembali hanya nomor SK penetapan.
Surat, data induk, dan upacara
SK pembina dan surat tugas melewati e-TU. GTK yang bisa dipilih sebagai pembina harus sudah aktif di data induk. Siswa anggota diambil dari data siswa yang masih tercatat. Rujukan isian induk ada pada format buku induk siswa.

Gambar 4. Sakelar modul dan sakelar kerohanian terpisah. Keduanya dibaca sebelum menyusun sesi.
Susunan nama petugas upacara yang bersifat contoh naskah dibahas di susunan petugas upacara bendera. Di aplikasi, data hariannya tetap di Jadwal Upacara. Mengganti wali kelas tidak mengubah pembina upacara yang sudah terjadwal.
Isi sumbernya dulu, baru buka laporan. Draf, sesi yang belum diisi, dan jalur yang belum terhubung ke mapel agama memang terlihat kosong.
Ada artikel format lain yang belum tayang, misalnya format absensi jurnal ekstrakurikuler. Panduan ini tidak menggantikannya dan tidak menautnya. Yang dijelaskan di sini adalah tombol yang sudah ada di aplikasi pada saat tulisan ini disusun.
Bila sebuah tombol tidak terlihat, periksa tiga hal sebelum mengira fiturnya hilang: izin peran, tahun ajaran yang aktif, dan sakelar di Pengaturan. Guru tanpa izin kelola tidak melihat Pembina dan Pelatih. Kerohanian menolak akses bila sakelarnya mati. Ekskul nonaktif tidak muncul saat penugasan baru.
Sekolah yang baru mulai cukup mengerjakan ekskul dan pembina. Upacara, kerohanian, dan prestasi bisa menyusul. Tidak ada keharusan mengisi setiap kartu pada pekan yang sama. Coba gratis bila sekolah belum punya akun, lalu ulang urutan di atas pada tahun ajaran yang sedang berjalan.
Contoh urutan pada sekolah yang baru mulai
Sekolah contoh tidak mengisi semua kartu pada hari yang sama, dan itu boleh ditiru. Hari pertama: cek tahun ajaran, nyalakan modul bila latihan akan disusun di SiTuntas, buat Futsal dan Hadrah, tugaskan pembina GTK, daftarkan pelatih luar bila ada. Hari berikutnya: tambah anggota dari rombel, susun satu sesi, jangan memaksa rekap sudah berisi persen.
Upacara menyusul bila sekolah memang menjadwalkan petugas di aplikasi. Master posisi bawaan sudah cukup untuk mulai. Kegiatan seperti kerja bakti dicatat terpisah, dengan penanggung jawab GTK. Kerohanian hanya dibuka setelah sakelarnya nyala dan mapel agama terhubung. Prestasi dibiarkan draf sampai bukti ada. Organisasi menunggu pengurus. Program kerja boleh berstatus rencana tanpa mengubah kalender.
Laporan dibuka terakhir. Kartu yang nol pada tahap ini jujur. Dokumen dibuka ketika surat dibutuhkan, lewat e-TU, bukan dengan nomor yang diketik di luar pola. Publikasi menunggu persetujuan dan tinjauan. Tidak ada bagian dari alur ini yang mengirim pesan ke orang tua hanya karena datanya disimpan.
Bila sebuah menu tidak terlihat, jangan menyimpulkan fiturnya belum ada. Periksa izin, tahun ajaran, dan sakelar. Pembina dan Pelatih hilang dari layar akun yang tidak mengelola ekstrakurikuler. Kerohanian menolak masuk bila sakelarnya mati. Ekskul nonaktif tidak bisa dipilih saat penugasan. Siswa tetap punya Ekskul Saya, dan petugas OSIS yang berhak punya Petugas Upacara. Dua layar itu di akun siswa, bukan di akun operator.
Tutorial pada tabel di atas menguraikan tiap tombol. Panduan ini hanya menjaga urutannya supaya operator tidak mulai dari laporan. Artikel format yang masih terjadwal tidak ditaut di sini. Gunakan halaman yang sudah bisa dibuka.
Nama pada tangkapan, Sari Wulandari, Dedi Kurniawan, Budi Santoso, dan siswa bertanda contoh, adalah data latihan di sekolah contoh. NIP disamarkan. Langkah kliknya yang perlu diikuti, bukan nama orangnya.
Tiga pemeriksaan bila tombol tidak ada
Pertama, peran. Operator sekolah, wakil kepala bidang kesiswaan, dan admin melihat tombol kelola. Guru pembina melihat kartu ekskulnya. Siswa melihat Ekskul Saya. Petugas yang diberi hak melihat Petugas Upacara. Meminjam akun yang lebih luas hanya untuk satu klik tidak perlu bila izinnya bisa ditambahkan.
Kedua, tahun ajaran. Penugasan, anggota, dan sesi mengikuti tahun yang sedang dibuka. Ekskul tahun lain tidak muncul di dialog tugaskan. Salin ke tahun lain memindahkan daftar, templat keterangan, dan penugasan pembina, tanpa anggota.
Ketiga, sakelar. Modul menyala dibutuhkan untuk penyusunan sesi otomatis. Kerohanian punya sakelar sendiri. Mematikan keduanya tidak menghapus master yang sudah tersimpan. Menyalakan kembali tidak mengirim pesan dan tidak mengisi lembar yang memang belum dikirim.
Setelah tiga hal itu beres, baru curigai data. GTK yang tidak aktif tidak muncul saat tambah pembina. Siswa nonaktif tidak dipakai untuk anggota baru. Ekskul nonaktif tidak bisa dipilih. Mapel agama yang belum dipilih membuat Mulai Kerohanian tetap mati. Draf prestasi tidak mencatat poin. Itu batas aplikasi, bukan langkah yang terlewat di panduan.
Gunakan tutorial pada tabel untuk klik yang lebih rinci. Panduan induk ini menjaga agar laporan tidak dibuka lebih dulu, dan agar nama pembina di e-Rapor tidak diharapkan sebelum ada penugasan dengan satu pembina utama, ditandai bintang dan kata utama.
Operator yang membuka aplikasi pertama kali cukup menyelesaikan ekskul dan satu pembina utama. Kartu lain boleh menunggu. Hadrah tanpa anggota, seperti pada contoh, sah sebagai ekskul yang baru dibuat. Rekapnya nol bukan gagal impor. Futsal dengan satu anggota dan satu sesi juga masih awal. Jangan menunda seluruh modul hanya karena laporan belum berisi persen.
Saat semester berjalan, urutan tetap sama. Penugasan baru lewat Pembina dan Pelatih. Anggota baru lewat tab anggota. Sesi baru lewat kalender. Prestasi baru sebagai draf. Surat baru lewat dokumen, setelah syaratnya terpenuhi. Berita baru lewat publikasi, setelah kelas dipilih dan persetujuan foto dicek. Tidak ada jalan pintas dari beranda yang melewati syarat itu.
Simpan tutorial pada tabel sebagai rujukan klik. Panduan induk ini yang dipakai saat seseorang bertanya harus mulai dari mana. Jawabannya tetap: tahun ajaran yang benar, sakelar yang sesuai, lalu ekskul dan pembina, baru sesi, baru laporan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Menu apa saja yang aktif di e-Kesiswaan?
Yang tampil untuk pengelola: Beranda, Ekstrakurikuler beserta pembina dan kalender latihan, Upacara, Kegiatan Siswa, Kerohanian bila dinyalakan, Prestasi, Organisasi, Program Kerja, Laporan, Dokumen, Publikasi, dan Pengaturan. Siswa melihat Ekskul Saya dan, bila berhak, Petugas Upacara.
Apakah e-Voting bagian dari menu e-Kesiswaan?
Bukan tab di dalam e-Kesiswaan. Kartu organisasi hanya menaut ke modul e-Voting untuk pemilihan ketua. Nomor SK penetapan dicatat kembali di halaman pengurus.
Haruskah modul dinyalakan sebelum data ekskul diisi?
Master ekskul, anggota, dan pembina bisa diisi pengelola meski sesi otomatis belum jalan. Susun sesi latihan dan sebagian kehadiran membutuhkan sakelar modul menyala. Kerohanian membutuhkan sakelarnya sendiri.
Ke mana nama pembina ekskul ditulis di rapor?
Ke daftar kegiatan e-Rapor. Pembina utama di depan, lalu pembina, pelatih, dan asisten yang aktif, dipisah garis miring, paling panjang 120 karakter. Predikat siswa diisi dari penilaian, bukan dari dialog penugasan.
Apakah panduan ini memakai data sekolah sungguhan?
Tidak. Tangkapan layar memakai sekolah contoh, nama fiktif, dan siswa bertanda contoh. NIP dan identitas lain disamarkan. Langkahnya sama dengan yang tampil di aplikasi.
Bermanfaat? Bagikan ke rekan guru.
WhatsAppReferensi
Baca juga
- Susunan Petugas Upacara Bendera Senin: Tugas, Urutan Acara, dan Jadwal Kelas
- Contoh Program Kerja Waka Kesiswaan 2026/2027 + Template 12 Bulan
- Aturan HP di Sekolah 2026: Contoh Tata Tertib dan Cara Menegakkannya
- TPPK Dihapus? Permendikdasmen 6/2026 dan Struktur Pengganti yang Wajib Disiapkan
- Cara Kelola Ekstrakurikuler di e-Kesiswaan SiTuntas
- Cara Mengatur Pembina Ekskul di SiTuntas
- Cara Atur Jadwal Latihan Ekskul di SiTuntas
- Cara Kelola Upacara dan Kegiatan Siswa di SiTuntas
- Cara Catat Kerohanian Pagi di SiTuntas
- Cara Catat Prestasi, Organisasi, dan Program Kerja
- Cara Baca Laporan, Dokumen, dan Pengaturan Kesiswaan
- Format Absensi dan Jurnal Ekstrakurikuler + Cara Menilai Ekskul di Rapor
- Cara Absensi Wajah Kegiatan e-Kesiswaan SiTuntas
Bagikan artikel ini
Ingin melihatnya berjalan di sekolah Anda?
SiTuntas dipakai setiap hari di sekolah negeri, tanpa instalasi. Coba gratis, semua modul terbuka. Paket Gratis tetap Rp0 selamanya.
Isi 3 data · Verifikasi singkat · Akun aktif otomatis · Bisa daftar sendiri. Mau dibantu? Chat kami.
Masih punya pertanyaan? Tanya kami via WhatsApp