e-Kesiswaan

Cara Kelola Upacara dan Kegiatan Siswa di SiTuntas

Sampul cara kelola upacara dan kegiatan siswa di SiTuntas

Upacara dan kegiatan siswa berada di menu yang sama, tetapi catatannya terpisah. Upacara mengurus jadwal, posisi, dan petugas. Kegiatan mengurus kerja bakti atau acara lain beserta penanggung jawabnya. Keduanya ada di e-Kesiswaan.

Contoh memakai SMP Negeri Contoh. Semua gambar di artikel ini memakai data contoh. Nama petugas yang bersifat pribadi tidak ditampilkan.

Papan jadwal upacara dengan tombol susun dan rekap

Gambar 1. Judul halaman Jadwal Upacara. Senin tanpa upacara disembunyikan sampai tombol Tampilkan diketuk. Di HP, cetak dan pengaturan lain ada di menu Lainnya. Semua gambar di artikel ini memakai data contoh.

Papan Jadwal Upacara

Buka Upacara. Judulnya Jadwal Upacara. Empat tindakan utama: Susun Jadwal Semester, Susun Manual, Rekap Rombel Saya, dan Master Posisi. Bila papan masih kosong, keterangan di layar membedakan penyusunan otomatis dan penyusunan manual, termasuk tanggal yang sudah lewat, serta peran OSIS.

Jangan menekan Susun Jadwal Semester dua kali hanya karena baris belum terlihat. Cek dulu tahun ajaran dan apakah tanggal yang Anda cari memang hari upacara. Susun Manual untuk satu tanggal yang menyimpang dari pola, misalnya upacara di luar Senin.

Catatan di bagian bawah papan perlu dibaca pelan: mengganti wali kelas tidak mengganti pembina upacara yang sudah terjadwal. Penyegaran itu manual. Jadi rapat pergantian wali pada tengah semester tidak serta-merta mengubah nama di jadwal lama.

Master posisi dan jumlah petugas

Master Posisi memuat daftar peran upacara. Sebagian sudah disediakan, misalnya pembawa naskah Pancasila. Anda menambah posisi sekolah bila nama resminya berbeda. Tiap posisi punya jumlah petugas yang dibutuhkan.

Master posisi upacara dengan peran bawaan

Gambar 2. Posisi bawaan bisa dipakai langsung. Jumlah petugas diisi per posisi, terpisah dari nilai siswa.

Mengisi petugas bukan menilai sikap. Daftar ini hanya siapa berdiri di mana. Rekap rombel membantu wali kelas melihat giliran kelasnya lewat Rekap Rombel Saya, tanpa membuka seluruh sekolah bila izinnya memang sebatas rombel.

Artikel susunan petugas upacara bendera membahas urutan nama petugas. Halaman SiTuntas yang menyimpan data hariannya tetap Jadwal Upacara ini. Pedoman upacara di sekolah merujuk Permendikbud Nomor 22 Tahun 2018. Lambang dan lagu mengikuti UU Nomor 24 Tahun 2009. SiTuntas tidak menggantikan naskah upacara. Aplikasi hanya menyimpan jadwal dan petugas.

Kegiatan siswa

Menu Kegiatan Siswa terpisah dari upacara. Tombol Kegiatan Baru menambah baris. Pada contoh ada Kerja bakti lingkungan sekolah, Selasa 13 Oktober 2026, cakupan seluruh sekolah, penanggung jawab Sari, status Terjadwal, kehadiran Belum ada.

Daftar kegiatan siswa dengan kerja bakti terjadwal

Gambar 3. Status Terjadwal belum berarti hadir. Kolom kehadiran masih Belum ada sampai dicatat.

Penanggung jawab wajib orang dari data GTK. Menyimpan kegiatan tanpa penanggung jawab ditolak. Pilih guru atau tendik yang benar-benar bertugas, bukan nama yang diketik di luar data induk.

Kehadiran Belum ada adalah keadaan awal yang benar. Jangan mengubah status menjadi selesai hanya supaya laporan tidak kosong. Isi kehadiran setelah kegiatan berlangsung.

Yang terlihat di beranda

Beranda e-Kesiswaan menampilkan kegiatan terdekat supaya operator tidak membuka dua menu hanya untuk melihat tanggal. Pada data contoh, kerja bakti 13 Oktober muncul di ringkasan. Detail petugas tetap di papan upacara, bukan di beranda.

Beranda kesiswaan yang meringkas kegiatan terdekat

Gambar 4. Beranda hanya pengingat. Susunan petugas tidak diubah dari kartu ringkas ini.

KebutuhanHalaman
Mengisi satu semester upacaraSusun Jadwal Semester
Satu tanggal di luar polaSusun Manual
Melihat giliran kelas sendiriRekap Rombel Saya
Menambah peran pembawa acaraMaster Posisi
Mencatat kerja baktiKegiatan Siswa
Pembina upacara yang sudah tertulis tidak mengikuti pergantian wali kelas. Segarkan jadwalnya secara manual bila nama itu memang harus diganti.

Siswa yang ditunjuk sebagai petugas OSIS memakai menu Petugas Upacara pada akunnya, bila sekolah memberi hak isi roster. Layar admin tidak menggantikan layar siswa itu. Panduan ini memotret sisi pengelola.

Ekskul, misalnya petugas hadrah pada upacara, tetap dicatat di menu ekstrakurikuler. Jangan membuat kegiatan kedua hanya untuk mengulang anggota Hadrah. Cukup tugaskan orangnya di upacara pada tanggal itu.

Laporan kehadiran upacara dan rekap GTK upacara dibaca dari menu Laporan, setelah sesi terisi. Membuka laporan pada papan yang masih kosong akan menghasilkan tabel kosong, dan itu wajar.

Membedakan tiga catatan yang mirip

Operator sering mencampur upacara, kegiatan siswa, dan ekskul. Di SiTuntas ketiganya terpisah. Upacara menyimpan tanggal, posisi, dan petugas. Kegiatan siswa menyimpan acara seperti kerja bakti, lengkap dengan cakupan dan penanggung jawab GTK. Ekskul menyimpan anggota tetap dan sesi latihannya. Hadrah yang tampil di upacara tidak membuat anggotanya pindah ke menu kegiatan.

Papan Jadwal Upacara yang masih kosong memberi dua jalan. Susun Jadwal Semester mengisi pola semester. Susun Manual untuk satu tanggal, termasuk tanggal yang sudah lewat. Baca keterangan kosong itu sebelum mengulang klik. OSIS yang mengisi petugas memakai menu pada akun petugas, bukan menimpa master posisi.

Master posisi sudah memuat peran bawaan. Pembawa naskah Pancasila adalah salah satu yang terlihat. Tambah posisi hanya bila nama di sekolah berbeda. Jumlah petugas pada tiap posisi adalah kebutuhan orang, bukan nilai. Jangan memakai kolom itu untuk mencatat poin.

Rekap Rombel Saya untuk wali kelas yang ingin melihat giliran kelasnya. Izinnya tidak sama dengan izin menyusun seluruh semester. Bila tombol susun tidak ada, akun itu memang hanya membaca rombel.

Catatan yang paling sering terlewat ada di kaki papan: pembina upacara yang sudah terjadwal tidak berubah ketika wali kelas diganti. Penyegaran manual. Setelah rapat mutasi wali, buka tanggal yang sudah terisi dan periksa namanya. Jangan mengira data induk yang baru otomatis menulis ulang jadwal lama.

Kegiatan Kerja bakti lingkungan sekolah pada contoh jatuh Selasa 13 Oktober 2026, cakupan seluruh sekolah, penanggung jawab Sari, status Terjadwal, kehadiran Belum ada. Status Terjadwal adalah rencana. Hadir diisi setelah acara selesai. Penanggung jawab harus GTK yang ada di data induk. Menyimpan tanpa penanggung jawab ditolak.

Beranda menampilkan kegiatan terdekat supaya tanggalnya tidak hanya hidup di dalam menu Kegiatan. Mengubah petugas tidak dilakukan dari kartu beranda. Kembali ke papan upacara atau ke baris kegiatan.

Laporan upacara dan rekap GTK upacara dibaca setelah sesi terisi. Papan kosong menghasilkan laporan kosong. Itu bukan alasan untuk menandai sesi selesai sebelum hari H.

Sebelum hari upacara

Sehari sebelumnya, buka tanggal di papan. Pastikan posisi yang dipakai sekolah sudah punya petugas, atau sengaja dikosongkan karena OSIS yang mengisi dari akun petugas. Jangan mengunci kesimpulan dari papan yang masih menampilkan keterangan kosong.

Master posisi yang sudah bawaan tidak perlu dirombak untuk upacara pertama. Ubah nama hanya bila naskah sekolah memakai istilah lain. Jumlah petugas mengikuti kebutuhan posisi. Menambah orang di luar jumlah itu tidak menaikkan nilai siapa pun.

Setelah wali kelas berganti di data induk, jadwalkan waktu untuk menyegarkan pembina upacara secara manual. Kalimat di papan sudah memperingatkan bahwa jadwal lama tidak mengikuti pergantian itu sendiri. Pejabat yang tertulis tetap sampai disusun ulang.

Kegiatan siswa yang statusnya Terjadwal pada 13 Oktober tidak boleh ditandai selesai hanya agar beranda terlihat rapi. Kehadiran Belum ada adalah keadaan yang benar sebelum acara. Penanggung jawab Sari pada contoh adalah GTK yang sudah ada. Ganti hanya lewat data GTK, bukan nama bebas.

Rekap rombel membantu wali tanpa membuka seluruh sekolah. Laporan upacara untuk rapat menyusul setelah sesi terisi. Dua halaman itu tidak saling menggantikan.

Petugas upacara dan anggota ekskul tidak saling mengisi. Siswa Hadrah yang tercatat di ekskul tidak otomatis menjadi petugas pada Senin. Isi petugas di papan upacara, atau biarkan OSIS mengisi dari menu petugas bila haknya diberikan. Dua daftar yang terpisah mencegah satu suntingan merusak roster latihan.

Rekap Rombel Saya memakai kelas wali yang sedang login. Operator yang memegang semua kelas tidak perlu menu itu untuk menyusun semester. Wali yang hanya ingin melihat giliran tetap di rekap, tanpa tombol Susun Jadwal Semester. Bila kedua tombol terlihat, akun itu memang memegang keduanya. Jangan menyimpulkan setiap guru melihat susunan yang sama.

Kegiatan seluruh sekolah pada contoh tidak memecah kehadiran per rombel di baris daftar. Cakupan tertulis di tabel. Rincian hadir diisi setelah statusnya bukan lagi sekadar Terjadwal. Menyimpan penanggung jawab tidak sama dengan menyimpan presensi. Keduanya kolom yang berbeda, dan pada contoh presensi masih Belum ada.

PDF rekap dan daftar petugas, bila tombolnya ada di halaman yang sudah terisi, baru berguna setelah tanggalnya punya isi. Mencetak papan kosong hanya menggandakan keterangan bahwa jadwal belum disusun. Susun dulu, isi petugas, baru cetak untuk ruang guru. Simpan berkas itu sebagai arsip rapat, terpisah dari rekap kehadiran ekskul. Jangan menempelkan daftar petugas ke laporan bulanan hanya supaya halaman itu terlihat terisi. Biarkan laporan kosong sampai sesi benar-benar ada di aplikasi.

Yang diisi siswa pengurus

Pengurus organisasi yang diberi wewenang membuka Petugas Upacara pada akun siswa. Di sana terlihat upacara beberapa hari ke depan yang masih perlu petugas. Nama dipilih dari kelas yang sudah ditentukan sekolah. Roster disebut siap bila posisi wajib terisi. Pengisian tidak dilakukan dari kartu di beranda.

Halaman Petugas Upacara pada akun siswa

Gambar 5. Akun siswa pengurus melihat upacara yang masih perlu diisi. Data pada gambar adalah contoh.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah mengubah wali kelas mengubah pembina upacara yang sudah terjadwal?

Tidak. Catatan di papan upacara menyatakan pembina yang sudah masuk jadwal tidak ikut berganti. Penyegaran dilakukan manual. Pejabat yang sudah tertulis tetap sampai Anda menyusun ulang.

Kapan memakai Susun Manual, bukan Susun Jadwal Semester?

Susun Jadwal Semester mengisi pola semester. Susun Manual dipakai untuk tanggal tertentu, termasuk tanggal yang sudah lewat atau sesi yang tidak mengikuti pola. Keterangan kosong di papan menjelaskan kedua jalan itu, termasuk peran OSIS.

Apakah master posisi wajib diubah sebelum upacara pertama?

Tidak. Master sudah memuat posisi bawaan, misalnya pembawa naskah Pancasila. Ubah hanya bila sekolah memakai nama posisi yang berbeda. Jumlah petugas diisi sesuai kebutuhan posisi, bukan sebagai nilai siswa.

Di mana siswa OSIS mengisi petugas?

Akun petugas yang berhak melihat menu Petugas Upacara. Halaman admin tetap di Jadwal Upacara. Panduan susunan nama petugas yang lebih rinci ada pada artikel susunan petugas upacara bendera.

Apakah kegiatan siswa sama dengan sesi ekskul?

Tidak. Kegiatan siswa, misalnya kerja bakti, punya tanggal, cakupan, dan penanggung jawab GTK sendiri. Kehadirannya tidak memakai kalender latihan Futsal.

Bermanfaat? Bagikan ke rekan guru.

WhatsApp

Referensi

  1. UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, JDIH BPK RI
  2. Permendikbud No. 22 Tahun 2018 tentang Pedoman Upacara Bendera di Sekolah, JDIH BPK RI
  3. UU No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, JDIH BPK RI

Bagikan artikel ini

Bagikan ke WhatsApp

Ingin melihatnya berjalan di sekolah Anda?

SiTuntas dipakai setiap hari di sekolah negeri, tanpa instalasi. Coba gratis, semua modul terbuka. Paket Gratis tetap Rp0 selamanya.

Isi 3 data · Verifikasi singkat · Akun aktif otomatis · Bisa daftar sendiri. Mau dibantu? Chat kami.

Masih punya pertanyaan? Tanya kami via WhatsApp