Racik Ajar: Membuat Modul Ajar dengan Bantuan AI

Menyusun modul ajar biasanya dimulai dari berkas rekan tahun lalu yang diganti nama, kelas, dan tanggalnya. Racik Ajar adalah cara membuat modul ajar dengan AI di dalam SiTuntas: guru mengisi enam tahap, memilih tujuan pembelajaran dari ATP sekolah yang sudah ada di e-Jurnal, dan bila sekolah menyalakan bantuan AI, tiap tahap bisa diisi lebih dulu oleh AI lalu dirapikan guru. Hasilnya diunduh sebagai berkas Word berkop sekolah dengan blok pengesahan. Guru tetap penulisnya, AI hanya pembantu yang bisa diurungkan.

  • Enam tahap, tersimpan otomatis
  • Bantuan AI opsional, kunci milik sekolah
  • Unduh Word berkop, kertas A4 atau F4
  • Paket Dasar, Lengkap, dan Premium

Modul ajar diminta lengkap, waktunya yang tidak ada

Setiap awal semester ada permintaan yang sama: perangkat ajar lengkap untuk semua kelas yang diampu, dengan format yang sedikit berubah dari tahun sebelumnya. Sekarang formatnya menuntut delapan dimensi profil lulusan, kegiatan yang dibagi menjadi memahami, mengaplikasi, dan merefleksi, rubrik empat tingkat, dan kriteria ketercapaian tanpa angka KKM. Guru yang mengajar lima kelas dengan dua mata pelajaran akhirnya menyalin berkas lama, mengganti judul dan tanggal, lalu menyerahkannya tanpa sempat membaca ulang bagian asesmen.

Sebagian guru sudah mencoba chat AI umum. Hasilnya cepat, tetapi tujuan pembelajarannya sering bukan dari ATP sekolah, rubriknya kadang masih tiga tingkat, dan angka KKM muncul lagi. Semua itu tetap harus disalin ke Word, diberi kop, dan dirapikan nomor halamannya. Racik Ajar dibuat untuk menaruh pekerjaan itu di satu tempat: tujuan diambil dari ATP yang sudah ada di e-Jurnal, bentuk hasil AI diperiksa server sebelum masuk ke draf, dan kop serta pengesahan tercetak dari Profil Sekolah.

Cara membuat modul ajar dengan AI di Racik Ajar, dari Racik Baru sampai berkas Word

Menu Racik Ajar ada di bagian Akademik, setelah e-Jadwal dan sebelum e-Jurnal KBM, dan hanya tampil bagi pemegang izin Kelola Racik Ajar. Dari sana alurnya empat langkah.

  1. Tekan Racik Baru

    Isi Judul perangkat, Mata pelajaran (hanya yang diampu tahun ini), Kelas sesuai jenjang sekolah, Jumlah pertemuan 1 sampai 12, Menit per pertemuan 40 sampai 480, dan Model pembelajaran: PBL, PjBL, Inkuiri, Pembelajaran Langsung, atau Lainnya. Petunjuk di kolom menit memakai 1 JP = 40 menit, atau 35 menit untuk SD/MI dan TK/PAUD. Nama sekolah, nama guru, dan mapel ditempel server, tidak diketik.

  2. Isi enam tahap, manual atau dengan AI

    Tiap tahap tersimpan otomatis ke server sesaat setelah guru berhenti mengetik, dengan penanda Tersimpan, Menyimpan, Menunggu jaringan, atau Gagal menyimpan. Bila AI aktif, tombol Bantu isi tahap ini mengisi tahap itu, dan Urungkan mengembalikan isian sebelumnya.

    Draf tersimpan otomatis; aman ditinggal.
  3. Buka Pratinjau

    Seluruh isi dirangkai seperti dokumen jadinya. Checklist dua kolom Sudah kuat dan Perlu dirapikan menunjukkan bagian yang masih kosong tanpa skor angka. Tombol Ubah pada tiap bagian melompat ke tahap wizardnya.

  4. Unduh Draf atau Unduh Final

    Pilih Pakai kop, Tanpa kop, atau Kosongkan kop, kertas A4 atau F4 / Folio, margin Normal atau Sempit. Unduh Draf memberi tanda air DRAF; Unduh Final memakai kop penuh dan mengubah status perangkat menjadi Siap unduh.

Ilustrasi tahap Desain dan checklist Pratinjau. Kode dan bunyi TP di gambar hanya contoh; di aplikasi, daftar TP datang dari Master ATP sekolah masing-masing.

Autosave sengaja tidak menghakimi. Saat menyimpan, server hanya membersihkan isian dan menempelkan catatan Perlu dirapikan bila ada yang janggal, jadi draf setengah jadi tetap tersimpan dan bisa ditinggal. Pemeriksaan ketat baru berlaku pada dua titik: hasil AI sebelum masuk ke draf, dan gerbang unduh yang menunggu tiga komponen wajib.

Enam tahap modul ajar pembelajaran mendalam, dan apa yang bisa diisi AI

Urutan tahapnya mengikuti bagian dokumen modul ajar. Banyak guru mencarinya dengan sebutan modul ajar deep learning, dan isinya memang sama: kegiatan dibagi menjadi memahami, mengaplikasi, dan merefleksi, dengan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Tahap bisa dibuka bolak-balik, dan LKPD boleh dilewati.

  1. Di tahap Identitas, sekolah, guru, dan mapel sudah terisi sebagai chip yang tidak bisa diubah. Guru bisa merapikan Judul perangkat, mengisi Elemen capaian (opsional) dan catatan, dan melihat Alokasi yang dihitung otomatis dari jumlah pertemuan dan menit. Di tahap ini AI hanya menawarkan tombol Sarankan elemen capaian. Untuk kelas 9 ada sakelar Format Kurikulum Merdeka 2024 (transisi kelas IX) yang saat ini hanya menyimpan penanda format.
  2. Tahap Identifikasi memuat Dimensi profil lulusan (pilih 3 sampai 4 dari delapan), analisis materi, kompetensi awal, target peserta didik, sarana, dan Asesmen awal (opsional) dengan tombol Tambah soal serta rencana Bila sudah siap dan Bila belum siap. Bantu isi tahap ini mengisi semuanya sekaligus; Racik ulang bagian ini bisa dipakai hanya untuk asesmen awal, analisis materi, kompetensi awal, atau tindak lanjut.
  3. Di tahap Desain, kartu Tujuan pembelajaran dari ATP sekolah menampilkan TP aktif untuk mapel, tahun ajaran, dan kelas perangkat, paling banyak 200 baris, dengan versi CP 046/H/KR/2025 atau 032/H/KR/2024 yang diturunkan dari rujukan TP, bukan diketik ulang. Wizard memperingatkan bila TP terpilih memakai CP versi lama. Bila ATP kosong, tombol Tulis TP sendiri membuat TP bertanda Belum tertaut ATP. Bagian lain: teks CP, lingkungan belajar, kemitraan, pemahaman bermakna, dan pertanyaan pemantik.
  4. Tahap Pengalaman berisi satu blok per pertemuan: Pendahuluan dengan menit, kegiatan memahami, mengaplikasi, merefleksi, lalu Penutup dengan menit. Bentuk kegiatan pembelajaran dipilih guru: Deskripsi rapi atau Tabel langkah dengan kolom nama langkah, aktivitas guru, aktivitas siswa, menit, metode, dan media. Tombol Buat Diagram Alur meminta AI menyusun diagram Mermaid paling banyak 12 kotak, dirender di browser guru, bisa dibuat ulang atau dihapus, dan ikut tertanam di Word.
  5. Tahap LKPD adalah lampiran pendukung per pertemuan, berisi Judul kegiatan, Petunjuk untuk siswa, Langkah siswa satu per baris, dan isian berjenis Uraian, Tabel, atau Pilihan lewat tombol Tambah isian. Boleh kosong; di Word, LKPD selalu mulai di halaman baru.
  6. Tahap Asesmen memuat asesmen formatif (Observasi, Kuis, Unjuk kerja) dan sumatif (Teknik, Instrumen), Rubrik 4 tingkat dengan label Baru berkembang, Layak, Cakap, Mahir, KKTP dengan empat pendekatan (Deskripsi kriteria, Rubrik, Skala / interval, Persentase) tanpa angka KKM, Pengayaan dan Remedial, serta Refleksi siswa dan Refleksi guru satu per baris. Racik ulang bagian ini tersedia untuk rubrik, KKTP, formatif, pengayaan, remedial, dan kedua refleksi.

Tahap 4, 5, dan 6 memberi peringatan bila belum ada TP terpilih di tahap Desain. AI tetap bisa dijalankan, tetapi hasilnya generik. Urutan yang paling hemat jatah AI: rapikan Desain dulu, baru minta bantuan di tahap berikutnya.

Saat meminta bantuan, guru memilih salah satu dari empat gaya: Lebih sederhana, Lebih banyak aktivitas siswa, Lebih kontekstual, atau Lebih ringkas, dan boleh menambah Catatan untuk AI sampai 1000 karakter. Dialognya menampilkan daftar Yang akan diisi AI di tahap ini sebelum tombol Bantu isi ditekan, jadi guru tahu bagian mana yang akan diisi ulang. Untuk racik ulang, penggabungan dilakukan di server per bagian, sehingga bagian lain di tahap itu tidak tersentuh.

Siapa mengerjakan apa di Racik Ajar

Izin Kelola Racik Ajar bawaannya dipegang guru, wali kelas, wakasek kurikulum, dan administrator. Yang membedakan peran adalah dua hal: siapa yang boleh mengatur AI, dan siapa yang bisa melihat draf. Pilih peran di bawah.

Guru mata pelajaran dan wali kelas

Pemakai utama. Akunnya harus tertaut ke data guru dan punya penugasan mengajar pada tahun ajaran aktif.

Cocok untuk

  • Guru yang mengampu beberapa kelas dan ingin satu perangkat per topik yang rapi.
  • Guru yang lebih suka mengetik sendiri, karena semua tahap bisa diisi tanpa AI.
  • Guru yang sudah punya ATP di e-Jurnal dan ingin TP-nya tidak diketik ulang.

Cara pakai

  1. Buka Racik Ajar, tekan Racik Baru, isi judul, mapel yang diampu, kelas, pertemuan, menit, dan model pembelajaran.
  2. Isi enam tahap. Pilih TP dari ATP sekolah atau Tulis TP sendiri. Bila AI aktif, pakai Bantu isi tahap ini atau Racik ulang bagian ini dengan salah satu gaya, lalu Urungkan bila kurang pas.
  3. Buka Pratinjau, penuhi baris bertanda wajib, pilih kop, kertas, dan margin, lalu Unduh Draf untuk ditinjau atau Unduh Final untuk berkas jadi.

Yang dihasilkan

  • Daftar perangkat milik sendiri dengan kolom Cari perangkat dan saringan Status: Semua status, Draf, Siap unduh, Arsip.
  • Berkas Modul-Ajar-{judul}-DRAF.docx atau Modul-Ajar-{judul}.docx.
  • Pemberitahuan di atas daftar perangkat bila bantuan AI belum aktif atau belum terbukti bisa dipakai, jadi guru tahu sebelum membuka wizard.

Mata pelajaran yang bisa diracik hanya yang diampu guru itu pada tahun ajaran aktif. Draf bersifat privat: guru lain, administrator, dan wakasek tidak melihatnya. Hapus perangkat memakai dialog konfirmasi Batal/Hapus. Guru bisa membuka halaman Pengaturan AI Racik Ajar, tetapi formulirnya terkunci; yang bisa mengubahnya hanya administrator.

Administrator sekolah

Satu-satunya peran yang bisa menyalakan bantuan AI, memasang API key, dan membaca Riwayat pemakaian AI.

Cocok untuk

  • Sekolah yang memutuskan memakai bantuan AI dan siap memegang kuncinya sendiri.
  • Operator yang ingin tahu siapa memakai jatah AI, di tahap mana, dan berapa token.

Cara pakai

  1. Buka Racik Ajar lalu tombol Pengaturan AI. Ikuti panduan empat langkah: Masuk akun Google, Buka API Keys, Buat dan salin, Tempel dan uji.
  2. Nyalakan sakelar Aktifkan bantuan AI Racik Ajar, centang persetujuan pengiriman data ke layanan AI pihak ketiga, tempel API key, pilih Nama model dari dialog Model tersedia, tekan Simpan, lalu Tes Koneksi.
  3. Pantau status kesiapan: Belum diatur, Perlu diuji, AI siap dipakai, atau Belum bisa dipakai. Mengganti model, alamat, atau kunci otomatis menurunkan status ke Perlu diuji.

Yang dihasilkan

  • Riwayat pemakaian AI, 10 baris per halaman, dengan kolom Waktu, Guru, Tahap, Status (Berhasil, Berjalan, Gagal, Ditolak), dan Token.
  • Angka batas pemakaian yang berlaku di sekolah itu, tampil di halaman yang sama.
  • Jejak di Audit Data Siswa: Persetujuan AI Racik Ajar Diberikan dan Alamat Layanan AI Racik Diubah.

Administrator tidak melihat draf guru; riwayatnya hanya mencatat pemakaian, dan prompt disimpan sebagai sidik SHA-256, bukan teks mentah. Kunci tidak pernah dikirim balik ke browser, yang tampil hanya empat karakter terakhir dan waktu terakhir diganti. Model yang dipastikan sudah ditutup penyedia ditolak saat Simpan, sedangkan gangguan sesaat seperti kuota habis tidak memblokir simpan dan hanya menurunkan status ke Perlu diuji.

Wakasek kurikulum

Memegang izin Kelola Racik Ajar, tetapi perannya di modul ini sama dengan guru: meracik untuk mapel yang diampunya sendiri.

Cocok untuk

  • Wakakur yang juga mengajar dan ingin perangkatnya sendiri rapi lebih dulu.
  • Wakakur yang mengelola Master ATP di e-Jurnal, karena daftar TP di Racik Ajar datang dari sana.

Cara pakai

  1. Pastikan menu Tujuan Pembelajaran di e-Jurnal KBM terisi untuk mapel dan kelas yang guru butuhkan; bila mapelnya berkode standar, pakai tombol Impor dari Pusat.
  2. Racik perangkat untuk mapel yang diampu, dengan alur yang sama seperti guru.

Yang dihasilkan

  • ATP yang siap dipilih guru di tahap Desain, dengan versi CP yang terbaca dari rujukan tiap TP.
  • Perangkat ajar miliknya sendiri dalam Word.

Belum ada layar untuk melihat, meninjau, atau mengesahkan draf guru lain, dan belum ada pustaka modul sekolah. Bila wakakur ingin memeriksa perangkat guru, jalurnya masih berkas Word yang dikirim guru.

Kepala sekolah, siswa, dan orang tua

Tidak memegang izin Kelola Racik Ajar secara bawaan. Racik Ajar bukan bahan untuk murid.

Kepala sekolah

  • Nama dan NIP-nya tercetak di blok pengesahan Mengetahui, Kepala Sekolah pada berkas Word, dari Profil Sekolah.
  • Tidak ada alur pengesahan digital; tanda tangan tetap di atas kertas atau di berkas Word.

Siswa dan orang tua

  • Tidak ada akses ke Racik Ajar sama sekali.
  • LKPD sampai ke murid lewat cetakan atau berkas yang guru bagikan sendiri.

Bila kepala sekolah ingin meracik

  • Administrator dapat menambahkan izin Kelola Racik Ajar ke perannya lewat menu Hak Akses (Role).
  • Syarat akun tertaut data guru dan punya penugasan mengajar tetap berlaku.

Kaki dokumen mencantumkan daftar regulasi acuan tanpa klaim disahkan. Bila ada tahap yang dibantu AI, kalimatnya berbunyi Draf dibantu AI SiTuntas Racik Ajar. Guru penanggung jawab isi. Bila seluruhnya diketik guru, kalimatnya Disusun melalui SiTuntas Racik Ajar.

Ketik sendiri di Word, chat AI umum, atau generator modul ajar AI yang terikat ATP sekolah

Tabel ini membandingkan tiga cara yang biasa ditempuh guru. Kolom Racik Ajar hanya memuat hal yang bisa ditunjuk di aplikasi, termasuk yang belum ada, supaya sekolah tidak membeli harapan.

Perbandingan menyusun modul ajar sendiri di Word, lewat chat AI umum, dan lewat Racik Ajar SiTuntas
Hal yang dibandingkanKetik sendiri di WordChat AI umum, lalu disalinRacik Ajar SiTuntas
Sumber tujuan pembelajaranDisalin dari berkas ATPDiketik ulang oleh guru ke jendela chatYa, dipilih dari Master ATP e-Jurnal; TP dari AI wajib memakai id yang ada di daftar
Identitas sekolah, guru, mapelDiketikDiketikYa, ditempel server dari Profil Sekolah dan penugasan mengajar
Bentuk sesuai format pembelajaran mendalamDicek sendiriTergantung isi permintaan guruYa, validator menolak rubrik bukan 4 tingkat, angka KKM, dimensi profil di luar delapan
Kop, pengesahan, nomor halamanDitata sendiriDitata sendiri setelah disalinYa, kop dari Profil Sekolah, blok Mengetahui, Kepala Sekolah dan Guru Mata Pelajaran, Halaman X dari Y
Data pribadi murid ke layanan AITidak ada AIIkut terkirim bila guru menempelnyaDisaring sebelum dikirim (NIS/NISN, atas nama, nama dari roster); lapis pertama
Jejak pemakaian AI untuk sekolahTidak adaTidak terlihat sekolahYa, Riwayat pemakaian AI untuk administrator, batas 20 per guru per jam dan 100 per sekolah per hari
Simpan otomatis dan urungkanSimpan manualSalin tempel manualYa, autosave server dan Urungkan satu versi setelah AI menimpa
Ekspor PDFYaLewat WordBelum, hanya Word .docx
Dibaca wakakur atau kepsek di aplikasiKirim berkasKirim berkasBelum, draf privat; berkas Word dikirim sendiri

Bantuan AI memakai kunci milik sekolah, dan data murid disaring dulu

Racik Ajar memakai satu penyedia, yaitu Gemini API dari Google, dengan kunci API milik sekolah sendiri. Tidak ada kunci bersama dari SiTuntas, dan tidak ada penyedia lain. Sakelarnya bawaan mati; saat pertama dinyalakan, administrator wajib mencentang persetujuan bahwa identitas sekolah, mata pelajaran, dan isi tujuan pembelajaran dikirim ke layanan AI pihak ketiga yang umumnya berada di server luar negeri, dan bahwa data pribadi murid tidak dikirim. Persetujuan itu dicatat beserta waktu dan pemberinya, terpisah dari persetujuan koreksi AI di CBT.

Kunci sekolah, terenkripsi, tidak dikembalikan ke browser

Alamat layanan, kunci, dan nama model disimpan terenkripsi. Alamat layanan wajib alamat publik, alamat jaringan internal ditolak. Kunci yang jelas bukan kunci, misalnya memuat spasi atau kurang dari 20 karakter, ditolak di pintu; kebenarannya dibuktikan Tes Koneksi.

Filter data pribadi murid sebelum ada yang keluar

Isian bebas guru diperiksa untuk deret 8 digit atau lebih yang menyerupai NIS atau NISN, frasa a.n. atau atas nama, dan nama murid dari roster sekolah itu. Bila kena, permintaan ditolak dengan pesan yang menyebut bidangnya dan penyedia tidak dipanggil. Hasil AI juga dipindai ulang; yang memuat data serupa dibuang.

Kontrak per tahap untuk hasil AI

Bidang di luar daftar dibuang, jumlah pertemuan harus sama dengan tahap Identitas, total menit dibanding alokasi, rubrik wajib empat tingkat, angka KKM ditolak, dan TP bersumber ATP wajib memakai id dari daftar. Istilah P5, Kurikulum 2026, atau kurikulum deep learning ditandai sebagai peringatan. Balasan yang bukan JSON dicoba diselamatkan, lalu diulang sekali.

Filter data pribadi adalah lapis pertama, bukan tembok. Nama murid satu kata yang diketik huruf kecil semua tidak tertangkap, dan kata umum kurikulum seperti topik atau materi sengaja dikecualikan supaya tidak salah tangkap. Kebiasaan paling aman tetap sederhana: jangan menempel daftar nama atau nilai murid ke Catatan untuk AI. Yang memang dikirim adalah nama sekolah, mapel, kelas, judul perangkat, dan tujuan pembelajaran; nama guru tidak ikut.

Jatah pemakaian bawaannya 20 permintaan per guru dalam satu jam dan 100 per sekolah dalam satu hari, dihitung dari catatan pemakaian termasuk yang gagal, dan angkanya tampil di halaman pengaturan. Ketika batas tercapai, permintaan berikutnya ditolak dengan pesan Batas bantuan AI Anda tercapai atau Jatah bantuan AI sekolah hari ini tercapai, dan isian yang sudah ada tetap aman. Setiap permintaan dicatat dengan tahap, model, token masuk dan keluar, serta status, dan yang tersimpan dari prompt hanya sidiknya. Pesan galat dibedakan menurut sebabnya: waktu habis setelah 75 detik, kuota penyedia, model ditolak, atau balasan kosong, jadi guru dan administrator tahu apa yang sedang terjadi.

Dokumen Word yang diunduh: struktur, kop, dan dua varian unduhan

Pencarian aplikasi modul ajar otomatis biasanya berakhir pada satu pertanyaan: seperti apa berkas yang keluar. Racik Ajar mengeluarkan satu jenis berkas, Word .docx, yang bisa disunting lagi setelah diunduh. Berkasnya tidak disimpan di server; yang tersimpan hanya catatan bahwa unduhan terjadi dan kop mana yang dipakai.

Struktur dokumen

Judul MODUL AJAR, subjudul Dokumen Perencanaan Pembelajaran, lalu lima bagian dan lampiran. Pengesahan dua kolom dengan kota dan tanggal unduh, kaki dokumen memuat daftar regulasi acuan.

  • A. Informasi Umum
  • B. Identifikasi
  • C. Desain Pembelajaran
  • D. Pengalaman Belajar
  • E. Asesmen
  • Lampiran LKPD

Pilihan cetak

Kop diambil dari Profil Sekolah: gambar kop bila ada, kalau tidak kop teks dengan logo, nama, alamat, telepon, email, dan NPSN. F4 memakai ukuran Indonesia 210 x 330 mm. Font bawaan Calibri 11, nomor halaman Halaman X dari Y.

  • Pakai kop
  • Tanpa kop
  • Kosongkan kop
  • A4
  • F4 / Folio
  • Normal
  • Sempit

Dua varian dan status perangkat

Unduh Draf memberi tanda air DRAF, mengikuti pilihan kop di layar, dan tidak mengubah status. Unduh Final memaksa kop penuh, tanpa tanda air, dan mengubah status menjadi Siap unduh. Status tampil sebagai chip di daftar dan bisa disaring.

  • Draf
  • Siap unduh
  • Arsip

Gerbang unduh hanya menunggu tiga komponen wajib menurut Pasal 5 Permendikdasmen 1/2026: minimal satu tujuan pembelajaran, tiap pertemuan punya kegiatan memahami, mengaplikasi, dan merefleksi, dan minimal satu asesmen formatif atau sumatif. Baris pelengkap seperti Identitas, KKTP, Rubrik 4 tingkat, LKPD (lampiran), dan Bahasa hanya mengingatkan, tidak memblokir. Tombol Buka di Google Docs hanya menampilkan petunjuk File, Buka, Unggah untuk berkas Word yang sudah diunduh; SiTuntas tidak mengunggah apa pun ke Google.

Syarat, paket, dan yang perlu disiapkan sekolah

Tidak ada perangkat yang perlu dibeli. Yang menentukan lancar atau tidaknya adalah data yang sudah ada di modul lain dan, bila ingin AI, satu kunci milik sekolah.

  • Sekolah memakai paket Dasar, Lengkap, atau Premium. Paket Gratis tidak memuat Racik Ajar. Di halaman Paket & Modul, Racik Ajar tampil bertier Dasar. Rinciannya ada di halaman Harga.
  • Tim SiTuntas sudah menyiapkan tabel Racik Ajar untuk sekolah itu. Sebelum itu, halaman Racik Ajar menampilkan penjelasan, bukan galat.
  • Akun pemakai tertaut ke data guru dan punya penugasan mengajar pada tahun ajaran aktif, dengan izin Kelola Racik Ajar. Bawaannya guru, wali kelas, wakasek kurikulum, dan administrator sudah memegangnya.
  • Sekolah sudah punya tahun ajaran aktif dan jenjang di Profil Sekolah, karena daftar kelas mengikuti jenjang dan fase dihitung server dari kelas dan jenjang.
  • Menu Tujuan Pembelajaran di e-Jurnal sudah berisi Master ATP untuk mapel dan kelas yang diracik. Bila kosong, guru tetap bisa menulis TP sendiri bertanda Belum tertaut ATP.
  • Isi Profil Sekolah dengan lengkap (nama, alamat, NPSN, logo atau gambar kop, nama dan NIP kepala sekolah) dan pastikan NIP guru terisi. Tanpa itu kop dan pengesahan tercetak dengan bagian kosong.
  • Bantuan AI butuh API key Gemini milik sekolah dari Google AI Studio, model yang dipilih, persetujuan yang dicentang, dan Tes Koneksi yang berhasil. Semuanya dikerjakan administrator. Tanpa AI, keenam tahap tetap bisa diisi dan diunduh.
  • Diagram alur dirender di browser guru, jadi pakai browser versi terbaru. Diagram itu membutuhkan AI aktif dan ikut menghabiskan jatah.

Hubungan dengan e-Jurnal, e-Ajar, dan CBT

Racik Ajar berdiri sendiri, dengan menu dan rute miliknya, dan hanya satu sambungan data yang benar-benar ada saat ini.

e-Jurnal KBM, satu arah

Tahap Desain membaca Master ATP yang sama dengan yang dipakai jurnal mengajar guru. Racik Ajar hanya membaca; TP yang ditulis sendiri di Racik Ajar tidak dikirim balik ke ATP. Di e-Jurnal ada tombol Impor dari Pusat untuk mengisi ATP bila mapelnya berkode standar.

e-Ajar, lewat berkas

Belum ada tombol kirim ke e-Ajar. Guru mengunduh Word lalu mengunggahnya sendiri ke Pustaka bahan ajar seperti berkas lain bila ingin dibagikan ke kelas.

CBT, belum tersambung

Asesmen yang disusun di tahap Asesmen tidak masuk ke bank soal ujian online. Kisi-kisi dan kartu soal juga belum dibuat Racik Ajar.

Yang sudah ada dan yang belum, apa adanya

Daftar ini disusun dari fitur yang sudah berjalan di aplikasi. Kalau yang dicari sekolah adalah pengesahan digital atau pustaka modul bersama, bagian kanan di bawah perlu dibaca dulu.

Sudah ada dan terbukti di kode

  • Wizard enam tahap dengan autosave server dan deep link dari pratinjau ke tahap.
  • Bantu isi tahap ini, Racik ulang bagian ini, empat gaya, Catatan untuk AI, dan Urungkan.
  • TP dari Master ATP e-Jurnal dengan versi CP yang diturunkan dari rujukan.
  • Filter data pribadi murid sebelum kirim dan pemindaian ulang pada hasil.
  • Validator kontrak per tahap: delapan dimensi, tiga blok kegiatan, rubrik empat tingkat, tanpa KKM.
  • Pratinjau dengan checklist Sudah kuat dan Perlu dirapikan, Unduh Draf dan Unduh Final.
  • Word berkop sekolah, A4 atau F4, margin Normal atau Sempit, nomor halaman, diagram alur Mermaid.
  • Pengaturan AI Racik Ajar dengan Tes Koneksi, Model tersedia, status kesiapan, dan Riwayat pemakaian AI.

Belum ada, jangan diharapkan dulu

  • Ekspor PDF. Hanya Word .docx.
  • Kirim atau bagikan ke e-Ajar dari dalam Racik Ajar.
  • Dorong TP yang ditulis sendiri ke Master ATP.
  • Pustaka modul sekolah, berbagi antar guru, tinjauan atau pengesahan wakakur dan kepala sekolah di aplikasi.
  • Kunci atau kuota AI dari SiTuntas pusat; hanya kunci milik sekolah.
  • Kisi-kisi, kartu soal, atau soal yang masuk bank CBT.
  • Prota, promes, dan prompt khusus jenjang SD, SMA, atau SMK; petunjuk JP di prompt masih memakai 40 menit SMP.
  • Notifikasi WhatsApp apa pun untuk Racik Ajar, dan riwayat unduhan yang bisa diunduh ulang.

Satu catatan lagi supaya tidak salah paham. Sakelar Format Kurikulum Merdeka 2024 (transisi kelas IX) di tahap Identitas saat ini hanya menyimpan penanda format; prompt dan eksporter belum membacanya, jadi jangan berharap dua template dokumen yang berbeda isi.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang membuat modul ajar dengan AI

Apa itu Racik Ajar, dan apakah guru wajib memakai AI untuk membuat modul ajar di sana?

Racik Ajar adalah menu di SiTuntas untuk menyusun perangkat ajar lewat enam tahap: Identitas, Identifikasi, Desain, Pengalaman, LKPD, dan Asesmen, lalu mengunduhnya sebagai berkas Word berkop sekolah. Bantuan AI bersifat opsional dan bawaannya mati. Tanpa AI, seluruh tahap tetap bisa diisi manual, tersimpan otomatis, dan tetap bisa diunduh.

Apa beda RPP dan modul ajar, dan dokumen apa yang dihasilkan Racik Ajar?

RPP adalah sebutan rencana pelaksanaan pembelajaran pada kurikulum sebelumnya. Modul ajar pada Kurikulum Merdeka memuat informasi umum, tujuan dari alur tujuan pembelajaran, kegiatan per pertemuan, asesmen beserta rubrik, dan lampiran seperti LKPD. Racik Ajar menghasilkan dokumen berjudul MODUL AJAR dengan subjudul Dokumen Perencanaan Pembelajaran, berisi bagian A sampai E dan lampiran LKPD. Istilah RPM yang sering dicari orang bukan nama keluaran di Racik Ajar.

Dari mana AI mengambil tujuan pembelajaran? Apakah AI bisa mengarang TP?

Tahap Desain membaca Master ATP e-Jurnal, yaitu menu Tujuan Pembelajaran, untuk mata pelajaran, tahun ajaran, dan kelas perangkat itu. Hasil AI yang menyebut TP bersumber ATP wajib memakai id dari daftar tersebut, dan model dilarang mengarang kode CP maupun id. Bila ATP sekolah masih kosong, guru menulis TP sendiri dan tujuan itu diberi tanda Belum tertaut ATP.

Apakah sekolah harus membayar layanan AI terpisah untuk Racik Ajar?

Bantuan AI memakai API key Gemini milik sekolah sendiri yang dibuat di Google AI Studio dan dipasang administrator di halaman Pengaturan AI Racik Ajar. SiTuntas tidak menyediakan kunci atau kuota AI pusat. Biaya dan kuota kunci itu mengikuti ketentuan Google, bukan ketentuan SiTuntas. Bila kuota penyedia habis, layar menampilkan pesannya, dan bila penyedia menyebut waktu tunggu, tombol AI terkunci selama itu. Modul Racik Ajar sendiri termasuk paket Dasar, Lengkap, dan Premium.

Data apa yang dikirim ke AI, dan apakah data siswa ikut terkirim?

Yang dikirim adalah nama sekolah, jenjang dan fase, mata pelajaran, kelas, judul perangkat, jumlah pertemuan, alokasi menit, model pembelajaran, daftar tujuan pembelajaran dari ATP, serta isian bebas guru. Nama guru dan data siswa tidak dikirim. Sebelum ada yang keluar, isian bebas disaring dari deret angka menyerupai NIS atau NISN, frasa atas nama, dan nama siswa dari daftar siswa sekolah. Filter ini lapis pertama, bukan jaminan mutlak, jadi guru tetap diminta tidak menempel data siswa ke catatan untuk AI.

Apakah hasil AI langsung sesuai Permendikdasmen dan bisa dipakai untuk supervisi?

Tidak otomatis. Racik Ajar memperlakukan hasil AI sebagai draf yang guru tinjau. Validator hanya memastikan bentuknya patuh pada kontrak: delapan dimensi profil lulusan, kegiatan memahami, mengaplikasi, dan merefleksi, rubrik empat tingkat, dan tanpa angka KKM. Kaki dokumen menyebut guru sebagai penanggung jawab isi dan tidak memuat klaim disahkan. Kelayakan untuk supervisi tetap keputusan guru dan pimpinan sekolah.

Apakah kepala sekolah atau wakasek kurikulum bisa melihat dan mengesahkan modul ajar guru di aplikasi?

Belum. Draf perangkat bersifat privat milik guru pembuatnya; administrator, wakasek kurikulum, dan kepala sekolah tidak melihat draf guru lain di aplikasi. Nama dan NIP kepala sekolah hanya tercetak di blok pengesahan Mengetahui, Kepala Sekolah pada berkas Word, diambil dari Profil Sekolah. Tinjauan dan pustaka modul sekolah belum ada.

Bisakah modul ajar diunduh sebagai PDF atau dikirim langsung ke e-Ajar?

Keduanya belum. Ekspor hanya Word .docx, dalam varian Unduh Draf bertanda air DRAF dan Unduh Final berkop penuh. Berkas tidak disimpan di server, jadi diunduh ulang dari pratinjau bila diperlukan. Untuk membagikannya ke murid, guru mengunggah berkas Word itu sendiri ke Pustaka e-Ajar seperti berkas lain. Tombol Buka di Google Docs hanya menampilkan petunjuk unggah, tidak mengunggah apa pun ke Google.

Berapa batas pemakaian bantuan AI per guru?

Bawaannya 20 permintaan per guru dalam satu jam dan 100 permintaan per sekolah dalam satu hari. Permintaan Bantu isi tahap ini, Racik ulang bagian ini, dan Buat Diagram Alur semuanya dihitung, termasuk yang gagal. Angka batas tampil di halaman Pengaturan AI Racik Ajar. Operator SiTuntas dapat mengubahnya lewat konfigurasi server, dan perubahan itu berlaku untuk semua sekolah, bukan per sekolah.

Racik Ajar termasuk paket mana, dan siapa yang bisa memakainya?

Paket Dasar, Lengkap, dan Premium. Paket Gratis tidak memuat Racik Ajar. Yang dapat meracik adalah pemegang izin Kelola Racik Ajar, bawaannya guru, wali kelas, wakasek kurikulum, dan administrator, dengan syarat akunnya tertaut ke data guru dan punya penugasan mengajar pada tahun ajaran aktif. Mata pelajaran yang bisa diracik hanya yang diampu guru itu. Siswa dan orang tua tidak punya akses.

Bagaimana kalau sekolah belum mengisi ATP atau profil sekolahnya belum lengkap?

Racik Ajar tetap jalan. Tanpa ATP, guru menulis TP sendiri dengan tanda Belum tertaut ATP, dan di menu Tujuan Pembelajaran e-Jurnal ada tombol Impor dari Pusat untuk mengisi ATP bila mata pelajarannya berkode standar. Tanpa profil sekolah yang lengkap, kop dan blok pengesahan di Word tercetak dengan bagian yang kosong, jadi sebaiknya nama, alamat, NPSN, logo atau gambar kop, nama dan NIP kepala sekolah, serta NIP guru diisi dulu.

Ingin melihatnya berjalan di sekolah Anda?

SiTuntas dipakai setiap hari di sekolah negeri, tanpa instalasi. Gratis selamanya. 14 hari pertama semua modul terbuka penuh tanpa batasan, setelah itu tetap pakai paket Gratis.

Isi 3 data · Verifikasi singkat · Akun aktif otomatis · Tidak perlu chat admin

Masih punya pertanyaan? Tanya kami via WhatsApp