Jurnal Mengajar Digital (e-Jurnal KBM)

Jurnal mengajar seharusnya membantu guru berefleksi, bukan menambah buku yang harus diisi. e-Jurnal SiTuntas terisi langsung dari jadwal pelajaran: setiap jam mengajar otomatis menjadi lembar jurnal, guru tinggal mencatat materi dan refleksinya.

Masalah jurnal manual yang dirasakan semua guru

Jurnal di buku tulis mudah tercecer, formatnya beda-beda antar guru, dan saat supervisi atau akreditasi tiba semua orang sibuk melengkapi ke belakang. Kepala sekolah pun sulit melihat gambaran: kelas mana yang tertinggal materi, guru mana yang butuh dukungan.

Ada satu masalah yang jarang diakui terbuka. Jurnal yang diisi belakangan secara borongan sebenarnya bukan catatan pelaksanaan, melainkan rekonstruksi ingatan. Nilainya untuk refleksi hampir habis, dan sebagai bukti pun rapuh.

Apa yang sebenarnya diwajibkan aturan

Perlu diluruskan lebih dulu, karena banyak sekolah mengira sebaliknya. Tidak ada pasal yang mewajibkan guru membuat jurnal harian mengajar. Standar Proses yang berlaku sekarang, Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026, tidak menyebut jurnal sama sekali. Yang diwajibkan adalah dokumen perencanaan pembelajaran. Panduan akreditasi BAN-PDM juga tidak memaksakan dokumen tertentu, dan pembuktian bisa lewat wawancara maupun observasi, bukan hanya berkas.

Kewajiban hukumnya berhenti pada tiga hal yang melekat pada tugas guru, yaitu merencanakan, melaksanakan, lalu menilai dan mengevaluasi pembelajaran (Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 20 huruf a). Jurnal mengajar adalah praktik administrasi sekolah yang tumbuh sebagai cara paling murah membuktikan bahwa pembelajaran benar-benar berjalan. Karena sifatnya begitu, jurnal seharusnya ringan diisi dan berguna bagi gurunya sendiri, bukan menjadi beban tambahan menjelang penilaian.

Cara kerja e-Jurnal SiTuntas

  • Setiap sesi mengajar di e-Jadwal otomatis menjadi satu lembar jurnal, jadi guru tidak perlu menyalin jadwalnya lagi.
  • Mengajar tiga jam pelajaran berturut-turut menghasilkan satu lembar jurnal, bukan tiga baris terpisah, termasuk ketika bloknya terpotong istirahat.
  • Kolom isiannya mengikuti alur mengajar: topik, tujuan pembelajaran, kegiatan, metode, media, jenis penilaian, catatan kelas, kendala, tindak lanjut, dan refleksi. Sekolah memakai yang relevan saja.
  • Sesi bisa ditandai terlaksana, tidak terlaksana, diganti, atau digabung. Bila tidak terlaksana, alasannya wajib diisi sehingga riwayat kelas tetap jujur.
  • Kalau ada pergantian, guru pengganti tercatat terpisah dari guru pengampu, jadi serah terima jam terlihat jelas dan tidak menghilang dari rekam jejak.
  • Foto kegiatan atau berkas pendukung bisa dilampirkan dan menempel langsung pada sesinya.
  • Saat sinyal putus, isian tersimpan sementara di perangkat lalu dikirim ulang begitu jaringan kembali, jadi tidak hilang di tengah jalan.
  • Supaya tidak mengulang dari nol, guru bisa menyalin pertemuan sebelumnya, memakai templat sendiri, atau menyalin ke kelas paralel yang mapel dan gurunya sama.

Jurnal yang tidak bisa dirapel

Ini bagian yang membedakan jurnal digital yang serius dari sekadar formulir daring. Jurnal untuk tanggal yang belum terjadi tidak bisa dinaikkan menjadi terisi. Ia terkunci sebagai draf, apa pun yang dikirim dari layar guru, karena penjagaannya berada di sisi server. Draf juga dikecualikan dari semua dokumen resmi, mulai dari laporan KBM, buku jurnal kelas, sampai paket supervisi.

Sekolah juga dapat menetapkan jendela penyuntingan, misalnya jurnal hanya boleh diisi mundur paling lama tujuh hari. Tanggal jurnal pun harus jatuh pada hari yang sama dengan hari sesi itu di jadwal. Hasilnya, yang tercatat sebagai bukti pelaksanaan memang ditulis dekat dengan waktu kejadiannya.

Tersambung ke tujuan pembelajaran dan kehadiran

Sekolah menyusun Master ATP berisi tujuan pembelajaran per mapel dan tingkat, bisa diketik sendiri, disalin dari semester sebelumnya, atau diimpor dari bank kurikulum pusat. Saat mengisi jurnal, guru menandai tujuan pembelajaran yang dicakup pertemuan itu, dan kolom materi terisi otomatis dari tujuan yang dipilih. Dari sana terbentuk peta ketuntasan: berapa tujuan pembelajaran yang sudah benar-benar diajarkan per kelas, dihitung hanya dari sesi yang terlaksana.

Kehadiran siswa per mata pelajaran juga ikut terangkum di lembar jurnal, lengkap dengan tombol untuk mengisi absensi sesi itu tanpa menutup formulir. Angkanya muncul setelah absensi sesi tersebut diisi, jadi bukan tebakan dari kehadiran harian di gerbang.

Untuk kepala sekolah dan pengawas

  • Dasbor KBM harian menampilkan sesi yang sedang berlangsung, sesi yang sudah lewat jamnya tapi belum diisi, dan sesi yang dilaporkan tidak terlaksana.
  • Bila sekolah menginginkan alur verifikasi, kepala sekolah dapat membubuhkan paraf jurnal, dan paraf itu bisa dibatalkan bila keliru.
  • Setiap rombel punya Buku Jurnal Kelas yang menggabungkan catatan semua guru yang masuk ke kelas itu secara kronologis.
  • Untuk supervisi, tersedia Paket Supervisi per guru yang menyatukan beban mengajar, keterlaksanaan, kehadiran per kelas, ketuntasan tujuan pembelajaran, serta kendala dan refleksi dalam satu dokumen berkop sekolah dengan blok tanda tangan.
  • Guru juga mengisi refleksi semester yang dapat dipantau pimpinan.
  • Rekapnya bisa diunduh ke Excel (format CSV) dan dicetak lewat peramban dengan tata letak khusus cetak.

Perlu disebut apa adanya: paket supervisi ini merangkum data jurnal, bukan instrumen observasi kelas berisi skor. Penilaian proses pembelajaran oleh sesama guru dan oleh murid, sebagaimana disebut Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026, belum tersedia di modul ini.

Manfaat untuk tiap peran

Guru mengisi jurnal beberapa menit setelah mengajar, dari HP sekalipun lewat peramban, sementara wali kelas melihat perjalanan kelasnya utuh dalam satu buku. Kepala sekolah tidak perlu lagi meminta setoran buku karena rekap bisa dibuka kapan saja, dan pengawas menerima dokumen dengan format seragam. Bagi siswa, materi yang sudah diajarkan di kelasnya bisa dilihat lewat portal, berguna ketika mereka tertinggal pelajaran.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah guru harus menyalin jadwalnya dulu ke jurnal?

Tidak. Justru itu bedanya: lembar jurnal terbentuk otomatis dari jadwal mengajar guru. Guru langsung mengisi materi dan refleksi, tanpa menyalin apa pun.

Bisakah dipakai untuk supervisi dan akreditasi?

Bisa, dan itu salah satu tujuan utamanya. Rekap per guru dan per kelas tersedia setiap saat dengan format seragam, jadi tidak ada lagi lembur melengkapi jurnal menjelang penilaian. Perlu dicatat bahwa panduan akreditasi tidak memaksakan dokumen tertentu, jadi jurnal berfungsi sebagai bukti pendukung yang rapi, bukan syarat yang berdiri sendiri.

Bagaimana kalau ada guru pengganti atau jam kosong?

Sesi dapat ditandai tidak terlaksana, diganti, atau digabung, dan alasannya wajib diisi bila tidak terlaksana. Guru pengganti dicatat terpisah dari guru pengampu, sehingga serah terima jam tetap terlihat dan riwayat kelas tetap utuh.

Apakah guru bisa mengisi jurnal untuk tanggal yang belum terjadi?

Tidak. Jurnal bertanggal masa depan terkunci sebagai draf dan tidak pernah muncul di laporan resmi. Sekolah juga dapat membatasi seberapa jauh guru boleh mengisi mundur, bawaannya tujuh hari.

Ingin melihatnya berjalan di sekolah Anda?

SiTuntas dipakai setiap hari di sekolah negeri. Semua fitur terbuka selama masa coba, tanpa instalasi.

Isi 3 data · Verifikasi singkat · Akun aktif otomatis · Tidak perlu chat admin

Masih punya pertanyaan? Tanya kami via WhatsApp