Absensi dan Presensi Wajah Sekolah, Cukup dengan Perangkat yang Sudah Ada

Murid berdiri sebentar di depan kamera, perangkat menyebut namanya, dan kehadirannya langsung tercatat. Di aplikasi SiTuntas fitur ini bernama Presensi Wajah, dan kameranya boleh HP guru piket, tablet di meja gerbang, laptop lama di ruang TU, atau satu komputer dengan empat webcam. Jadi aplikasi absensi wajah sekolah ini tidak menuntut mesin khusus, dan tidak ada yang harus dipasang dari Play Store.

  • Sekitar 4 detik per orang
  • HP, tablet, laptop, PC
  • Sampai 4 webcam di satu PC
  • Murid, guru, dan tendik

Pagi di gerbang, tanpa antre tanda tangan

Di banyak sekolah, lembar absen masih menumpuk di meja. Wali kelas merekapnya, TU merekap lagi, dan kepala sekolah baru melihat angka kehadiran berminggu-minggu kemudian. Mesin kartu atau sidik jari memang membantu, tapi kartu bisa tertinggal atau dipinjamkan, dan sensor sidik jari melambat saat ratusan murid datang bersamaan.

Dengan absensi wajah, murid cukup maju, menghadap kamera, mendengar namanya disebut, lalu masuk kelas. Rekap harian, bulanan, dan semester terbentuk sendiri tanpa ada yang mengetik ulang.

Begini murid absen setiap pagi di sekolah yang sudah memakainya

Rekaman apa adanya dari SMPN 1 Gunungtanjung, Kabupaten Tasikmalaya, saat murid berdatangan pagi hari.

Siswa SMPN 1 Gunungtanjung berbaris memindai wajah di kiosk absensi pada pagi hari 3 menit, rekaman asli

Angka dari lapangan

51 ribu lebih

pindaian wajah di sekolah pengguna SiTuntas dalam 30 hari terakhir.

10 sampai 15

orang per menit dilayani satu perangkat saat antrean padat, rata-rata sekitar 4 detik per orang.

Sekitar 10 perangkat

dipakai pada pagi sekolah yang biasa di SMPN 1 Gunungtanjung, sebagian besar HP Android.

Angka pindaian dan perangkat diperbarui otomatis setiap malam dari catatan server, berupa jumlah gabungan. Tidak ada data pribadi murid di dalamnya.

Cara kerja presensi wajah, dari kamera sampai rekap

Bagi murid, seluruh prosesnya terasa seperti satu langkah. Di baliknya ada empat tahap yang berjalan dalam hitungan detik.

  1. Kamera menemukan wajah

    Perangkat mendeteksi wajah sendiri dan menunggu murid diam sebentar. Tidak ada tombol yang perlu ditekan.

  2. Satu foto kecil dicocokkan

    Satu foto berukuran paling besar 640 piksel dikirim ke server. Wajah diubah menjadi deretan 512 angka lalu dicocokkan dengan data murid serta guru dan tenaga kependidikan (GTK). Fotonya tidak disimpan.

  3. Nama disebut

    Perangkat menyapa dengan suara berbahasa Indonesia, jadi murid tahu absennya sudah masuk.

    "Aulia, hadir."
  4. Tercatat dan terekap

    Hadir atau terlambat mengikuti jam masuk yang sekolah atur per hari. Pindai dua kali tidak membuat catatan ganda, dan rekap terbentuk sendiri.

Yang dikerjakan perangkat

  • Menyalakan kamera dan menampilkan gambarnya.
  • Menemukan wajah dan menunggu posisinya stabil.
  • Menyebut nama dan menampilkan status di layar.

Yang dikerjakan server SiTuntas

  • Mencocokkan sidik wajah dengan ratusan data murid dan GTK.
  • Menentukan hadir atau terlambat dari jam sekolah.
  • Menyimpan catatan dan, bila dinyalakan, mengabari orang tua.

Karena pekerjaan beratnya ada di server, HP kelas menengah atau laptop lama pun masih kuat dipakai, asal kameranya layak dan internetnya stabil. Penjelasan teknis yang lebih dalam, termasuk bagaimana wajah diubah menjadi angka, ada di artikel Cara Kerja Absensi Wajah untuk Sekolah.

Perangkat apa saja yang bisa dipakai untuk absensi wajah?

Semua jalurnya berjalan di peramban. Yang menentukan hanya dua hal: perangkat itu punya kamera, dan bisa membuka Chrome, Safari, atau Samsung Internet versi terbaru. Pilih jenis perangkat di bawah untuk melihat cara pakai dan persiapannya.

Absensi wajah pakai HP

Android maupun iPhone. Paling cepat untuk mulai, dan paling banyak dipakai sekolah pengguna.

Cocok untuk

  • Pintu yang belum punya komputer.
  • Guru piket yang berjaga di gerbang.
  • Sekolah yang baru mulai dan ingin mencoba dulu.

Cara pakai

  1. Masuk ke SiTuntas sekolah di HP.
  2. Ketuk tab Absensi di navigasi bawah. Presensi Wajah langsung terbuka layar penuh.
  3. Izinkan kamera, lalu arahkan layar ke murid.

Siapkan

  • Dudukan HP atau tripod setinggi wajah murid.
  • Charger yang tetap tercolok.
  • Volume menyala supaya nama terdengar.

SiTuntas belum bisa menahan layar HP supaya tetap menyala, jadi bagian ini perlu diatur sendiri. Matikan kunci layar otomatis, lalu kunci HP ke satu aplikasi dengan Sematkan aplikasi di Android atau Akses Terpandu di iPhone. Di iPhone, Safari hanya mendukung sebagian mode layar penuh, jadi Presensi Wajah tampil memenuhi halaman tanpa menyembunyikan bilah Safari. Satu HP melayani satu titik pindai.

Tab Absensi tampil untuk akun yang boleh memindai, bawaannya guru dan tendik. Guru piket yang sedang bertugas juga mendapat tombol Scan Wajah di halaman Piket Saya (modul e-Piket). Di sekolah pengguna SiTuntas, lebih dari separuh pindaian wajah datang dari HP Android.

Absensi wajah pakai tablet

Layarnya lega, jadi nama dan status mudah dibaca murid yang sedang antre.

Cocok untuk

  • Meja piket di gerbang.
  • Pintu kelas, perpustakaan, atau musala.
  • Titik yang butuh layar lebih besar dari HP tanpa menyiapkan komputer.

Cara pakai

  1. Buka SiTuntas sekolah di tablet.
  2. Saat dipegang tegak, ketuk tab Absensi seperti di HP. Saat mendatar, buka menu e-Presensi lalu Presensi Wajah.
  3. Tata letaknya menyesuaikan posisi tegak maupun mendatar.

Siapkan

  • Dudukan tablet yang tingginya bisa diatur.
  • Charger dan Wi-Fi sekolah yang stabil.
  • Kunci layar otomatis dimatikan.

Kamera depan tablet biasanya bersudut lebar, jadi wajah tampak kecil kalau murid berdiri terlalu jauh. Minta murid maju sampai wajahnya cukup besar di layar, dan kunci tablet ke satu aplikasi dengan cara yang sama seperti HP.

Absensi wajah pakai laptop

Laptop lama yang tidak terpakai pun bisa jadi titik pindai, pakai kamera bawaannya atau webcam USB.

Cocok untuk

  • Pintu samping atau pintu belakang.
  • Ruang TU yang sekalian jadi titik absen GTK.
  • Kegiatan di aula, ruang ujian, atau luar sekolah.

Cara pakai

  1. Buka menu e-Presensi, lalu Presensi Wajah.
  2. Pilih kamera di pengaturan bila memakai webcam USB.
  3. Tekan Mode Fullscreen. Tekan Esc untuk keluar.

Siapkan

  • Charger tercolok dan mode tidur dimatikan.
  • Ganjal laptop supaya kamera setinggi wajah.
  • Ritme Santai bila kameranya lambat fokus.

Laptop yang ditaruh begitu saja di meja biasanya kameranya terlalu rendah, jadi yang tertangkap dagu dari bawah. Menaikkan laptop 20 sampai 30 sentimeter sudah cukup membuat wajah terbaca lurus.

Absensi wajah pakai komputer dan webcam

Pilihan paling awet untuk gerbang utama: monitor besar, jaringan kabel, dan tidak bergantung baterai.

Cocok untuk

  • Gerbang utama yang ramai setiap pagi.
  • Sekolah yang punya komputer lama di pos satpam atau lobi.
  • Titik yang dipakai setiap hari tanpa dibongkar pasang.

Cara pakai

  1. Colok webcam USB ke komputer.
  2. Buka Presensi Wajah, pilih webcam di daftar kamera. Pilihan ini diingat komputer tersebut.
  3. Tekan Mode Fullscreen.

Siapkan

  • Webcam 720p sudah cukup.
  • Monitor yang menghadap murid supaya nama terbaca.
  • Pengeras suara kecil untuk sapaan nama.

Webcam 720p sudah cukup karena SiTuntas hanya membaca gambar kamera pada 640 × 480 piksel dan 15 gambar per detik. Webcam 1080p tidak membuat pencocokan lebih akurat; yang lebih berpengaruh adalah cahaya dan posisi kamera. Kalau kelak ingin menambah kamera di komputer yang sama, pilih webcam yang mendukung format MJPEG.

Sebuah SMA negeri pengguna SiTuntas memakai satu PC Windows dengan webcam sebagai satu-satunya titik pindai. Pada pagi yang biasa, perangkat itu mencatat sekitar 180 pindaian yang dikenali, sebagian di antaranya pindai ulang orang yang sama, dengan puncak 13 sampai 17 pindaian per menit.

Satu komputer dengan 2 sampai 4 webcam

Empat jalur antre dari satu komputer. Tiap webcam menjadi satu Titik Pindai dengan jendelanya sendiri.

Cocok untuk

  • Sekolah besar dengan gerbang lebar.
  • Beberapa pintu yang berdekatan dan bisa dijangkau kabel USB.
  • Sekolah yang ingin menambah jalur tanpa membeli komputer baru.

Cara pakai

  1. Di Presensi Wajah, buka tab Kamera & Peluncur.
  2. Unduh Peluncur 4 Jendela, jalankan di PC gerbang.
  3. Empat jendela terbuka, masing-masing seperempat layar dan terkunci ke Titik 1 sampai 4.

Siapkan

  • Komputer minimal 4 inti dengan RAM 8 GB.
  • Webcam bertipe sama, sebaiknya MJPEG.
  • Port USB di panel depan dan belakang.

Peluncur ini dibuat untuk Windows dengan Google Chrome. Keempat jendela harus terlihat bersamaan, karena peramban menjeda jendela yang tertimpa jendela lain atau diminimalkan. Langkah lengkap, spesifikasi komputer, dan cara memilih webcam ada di bagian Satu komputer, sampai empat webcam.

Perangkat berkamera lain dan layar pantau

Selama kameranya dikenali peramban sebagai webcam, perangkat itu bisa dipakai.

Bisa dipakai

  • PC all-in-one dengan kamera bawaan.
  • Mini PC atau komputer bekas yang diberi webcam USB.
  • Perangkat lain yang bisa membuka Chrome dan kameranya terbaca di sana.

Layar pantau di lobi

  • TV atau monitor tanpa kamera bisa memajang halaman Log Live Scan Absensi.
  • Tampil layar penuh dengan huruf besar, tema terang atau gelap.
  • Diperbarui setiap 5 detik, jadi guru piket melihat siapa yang baru masuk.

Belum bisa

  • Kamera CCTV dan kamera IP, karena gambarnya dikirim lewat jaringan, bukan sebagai webcam.
  • Mesin absen sidik jari atau kartu yang sudah ada.

GTK juga bisa memakai HP sendiri. Akun GTK yang diizinkan sekolah bisa membuka Presensi Wajah dari HP masing-masing, dan bila zona hadir dinyalakan, lokasinya ikut diperiksa, jadi absen dari rumah tidak lolos begitu saja.

Syarat yang sama untuk semua perangkat

  • Perangkat butuh internet yang stabil karena setiap pindaian dicocokkan di server. Kalau internet mati, absensi wajah berhenti, tetapi wali kelas dan operator tetap bisa mengisi kehadiran secara manual.
  • Pakai Chrome, Safari, atau Samsung Internet versi terbaru. Alamat sekolah di SiTuntas selalu memakai HTTPS, dan peramban hanya mau menyalakan kamera di alamat HTTPS.
  • Peramban meminta izin kamera saat Presensi Wajah pertama kali dibuka di perangkat itu. Chrome dan Samsung Internet biasanya mengingat jawabannya. Safari di iPhone bisa bertanya lagi setiap halaman dimuat ulang, jadi atur izin kamera untuk alamat sekolah menjadi Izinkan di pengaturan situs web Safari.
  • Ketuk layar sekali sebelum mulai. Peramban baru mengizinkan suara setelah layar disentuh, jadi tanpa ketukan ini nama murid tidak terdengar.
  • Pindai dengan akun yang boleh memindai. Untuk operator di titik pindai tersedia izin Pindai wajah saja, yang tidak bisa mengubah status kehadiran.
  • Wajah murid perlu didaftarkan dulu di menu Data Wajah setelah persetujuan orang tua tercatat. Satu kelas bisa direkam bergiliran dari satu perangkat.

Berapa perangkat yang dibutuhkan sekolah Anda?

Hitungannya bergantung pada dua hal: berapa orang yang absen pagi, dan dalam berapa menit mereka datang. Kalkulator di bawah memakai patokan 10 orang per menit untuk setiap titik pindai, kira-kira kecepatan satu perangkat yang antreannya tidak pernah putus. Murid juga tidak datang merata. Di sekolah pengguna, menit tersibuk bisa dua kali rata-ratanya, jadi kalkulator menghitung dengan arus satu setengah kali rata-rata supaya ada ruang di jam tersibuk. Kecepatan satu komputer dengan beberapa webcam belum pernah diukur di sekolah pengguna, jadi anggap hasilnya jumlah paling sedikit.

Rentang waktu kedatangan

4titik pindai

Sekitar 500 orang dalam 20 menit berarti rata-rata 25 orang per menit. Dengan cadangan untuk jam tersibuk, hitungannya 38 orang per menit, jadi siapkan 4 titik pindai.

Misalnya 4 HP atau tablet di pintu yang berbeda, atau satu komputer dengan 4 webcam bila semua antrean ada di satu gerbang.

Tambah satu titik cadangan di pekan pertama, saat murid masih belajar berdiri di depan kamera. GTK yang absen dari HP sendiri mengurangi antrean di gerbang.

Contoh kebutuhan titik pindai
OrangRentang datangTitik pindai
22015 menit3
55020 menit5
1.10030 menit6
1.50030 menit8

Sebagai gambaran nyata, SMPN 1 Gunungtanjung memakai sekitar 10 perangkat pada pagi yang biasa, kebanyakan HP, dan sebagian besar kehadiran murid terkumpul dalam kurang lebih setengah jam. Sebuah SMP negeri lain memakai sekitar sepuluh perangkat campuran, yaitu HP Android, iPhone, dan PC Windows, dan pada pagi biasa mencatat sekitar 900 pindaian wajah yang dikenali, sebagian besar dalam setengah jam. Absensi wajah sudah termasuk di setiap paket, dan rincian biayanya ada di halaman Harga.

Satu komputer, sampai empat webcam

Sekolah dengan satu gerbang lebar tidak harus membeli empat komputer. Presensi Wajah punya empat Titik Pindai tetap. Tiap titik bisa diberi nama yang dikenal di sekolah, misalnya Gerbang Depan atau Pintu Aula, dan tiap titik memakai webcam-nya sendiri. Nama titik tempat seorang guru pertama kali terpindai juga tercatat, dan bisa ia lihat di halaman Kehadiran & Kegiatan Saya.

Ilustrasi tata letak Peluncur 4 Jendela. Pada layar 1920 × 1080, tiap jendela berukuran sekitar 960 × 540 dan terkunci ke satu titik.

Peluncur 4 Jendela: sekali klik setiap pagi

Menyusun empat jendela dengan tangan setiap pagi tentu merepotkan. Karena itu Presensi Wajah menyediakan berkas peluncur yang membuka keempatnya sekaligus, tanpa tab dan tanpa bilah alamat, sehingga layarnya terlihat seperti empat mesin absen yang berdampingan.

  1. Di menu e-Presensi, buka Presensi Wajah, lalu tab Kamera & Peluncur di panel pengaturan. Tekan Unduh Peluncur 4 Jendela. Chrome kadang menandai berkas .bat sebagai berisiko saat diunduh; pilih Simpan.
  2. Salin berkas itu ke komputer gerbang, lalu klik dua kali. Empat jendela Chrome terbuka dan menempati seperempat layar masing-masing, sudah terkunci ke Titik 1 sampai 4.
  3. Pada pemakaian pertama, login di salah satu jendela, izinkan kamera, pilih webcam untuk tiap titik, lalu nyalakan Auto-Pindai. Setelah itu tutup keempat jendela dan jalankan peluncurnya lagi.
  4. Setelah itu cukup klik dua kali setiap pagi. Bila jendela kedua sampai keempat belum tepat di posisinya, geser dan ubah ukurannya sekali; Chrome akan mengingatnya.

Kenapa empat jendela, bukan empat tab? Peramban membekukan tab yang tidak sedang dilihat, sehingga kamera di tab belakang berhenti memindai. Empat jendela yang tersusun berdampingan tetap berjalan bersamaan walaupun hanya satu yang sedang diklik. Jendela yang tertimpa jendela lain, diminimalkan, atau layarnya mati akan menampilkan tanda Pemindaian dijeda, supaya operator tidak mengira kamera masih bekerja.

Peluncur ini untuk Windows dengan Google Chrome. Di Mac atau Linux, buka empat jendela peramban terpisah, bukan tab, dengan alamat Presensi Wajah yang diakhiri ?titik=1&kios=1 sampai ?titik=4&kios=1, lalu tata sendiri supaya keempatnya terlihat bersamaan.

Spesifikasi komputer yang wajar

Spesifikasi komputer menurut jumlah webcam
Bagian1 sampai 2 webcam4 webcam, minimal4 webcam, dianjurkan
ProsesorPC kantor biasa umumnya cukup4 inti6 sampai 8 inti
RAMSesuai PC kantor8 GB12 sampai 16 GB
PenyimpananBebasSSDSSD
Port USBSatu port per kameraKamera dibagi ke dua pengendali USB, panel depan dan belakangSama, tanpa hub
JaringanStabilStabilKabel LAN
LayarBebasCukup untuk empat kotak kamera21 inci ke atas

Rentang wajar menurut panduan internal SiTuntas, bukan syarat mutlak, dan belum diukur di sekolah pengguna. Pastikan akselerasi perangkat keras di Chrome menyala, lalu uji sendiri sebelum dipakai penuh.

Memilih dan memasang beberapa webcam

Utamakan format MJPEG

Webcam yang mengirim gambar terkompresi (MJPEG) butuh sekitar 10 sampai 28 Mbps, sehingga empat sampai enam kamera muat di satu jalur USB 2.0. Webcam yang hanya mengirim format mentah (YUY2) butuh sekitar 147 Mbps, sehingga satu jalur hanya muat dua.

Sebar ke port yang berbeda

Colok langsung ke komputer, bagi antara panel depan dan belakang. Hub USB tidak menambah kapasitas, dan port biru tidak membantu webcam USB 2.0.

Beli dua dulu, lalu uji bertahap

Pakai merek dan tipe yang sama. Uji dua, tiga, lalu empat kamera masing-masing lima menit sebelum membeli sisanya.

Baca pesan di layar

Bila muncul pesan bahwa jalur USB penuh atau kamera sedang dipakai aplikasi lain, pindahkan kamera itu ke port di panel yang lain.

Menaruh kamera supaya wajah cepat dikenali

Kamera yang mahal jarang menjadi penentu. Yang paling sering membuat antrean lambat justru letaknya: terlalu rendah, terlalu jauh, atau membelakangi jendela yang terang.

Posisi kamera absensi wajah yang dianjurkan Perangkat berdiri di atas stand setinggi sekitar 1,4 meter, murid berdiri setengah sampai satu meter di depannya, lampu menerangi wajah dari arah kamera, dan tidak ada jendela terang di belakang murid. Cahaya dari depan ± 1,4 m 0,5 sampai 1 m Jendela terang di belakang murid

Setinggi wajah murid

Sekitar 1,4 meter, dengan murid paling pendek sebagai patokan. Yang lebih tinggi cukup mundur sedikit.

Setengah sampai satu meter

Pindaian baru berjalan bila lebar wajah mengisi kira-kira seperlima lebar gambar kamera.

Cahaya dari depan

Jendela atau lampu terang di belakang murid membuat wajah gelap seperti siluet.

Satu jalur, satu kamera

Hadapkan kamera ke jalur antre, bukan ke kerumunan. Bila beberapa wajah terlihat, yang dipilih adalah yang paling dekat.

Patokan tinggi, sudut, dan cahaya diringkas dari panduan pemasangan kamera pengenal wajah Incoresoft dan TimeTrex. Jaga kemiringan kamera tidak lebih dari 15 derajat, lalu sesuaikan dengan kondisi sekolah.

Presensi Wajah juga punya tiga ritme pindai. Cepat, yang menjadi bawaan, dirancang untuk sekitar 3 detik per murid; Normal sekitar 4 detik; dan Santai untuk perangkat lama atau kamera yang lambat fokus. Ritme hanya mengubah tempo. Ketelitian pencocokan tetap sama di ketiganya.

Kalau wajah tidak terdeteksi atau tidak dikenali

Setiap kali wajah dicocokkan, Presensi Wajah menyebut hasilnya dengan suara dan menulis judulnya di layar, jadi operator tahu harus berbuat apa. Berikut empat kalimat yang paling sering terdengar, ditambah satu keadaan tanpa suara, beserta jalan keluarnya.

  • TerdengarWajah kurang jelas, dekatkan ke kamera.

    Layar menulis Kurang Yakin. Wajahnya terbaca, tetapi kemiripannya belum cukup meyakinkan atau ada dua data yang terlalu mirip. Sistem memilih meminta ulang daripada menebak, jadi belum ada yang dicatat. Minta murid maju sedikit dan menghadap lurus ke kamera. Bila terus terjadi pada murid yang sama, tambahkan foto pendaftarannya di menu Data Wajah.

  • TerdengarWajah tidak terdeteksi, coba lagi.

    Layar menulis Wajah Tak Terdeteksi. Server tidak menemukan wajah yang cukup jelas di foto, biasanya karena cahaya dari belakang, kepala menunduk, gambar buram, atau lensa kotor. Geser kamera supaya cahaya datang dari depan.

  • TerdengarWajah tidak dikenali, silakan ulangi.

    Layar menulis Tidak Dikenali. Wajahnya belum terdaftar, foto pendaftarannya kurang, atau kelasnya tidak termasuk Cakupan Galeri yang dipilih di perangkat itu. Periksa Cakupan Galeri di pengaturan Presensi Wajah, lalu lihat daftar murid yang belum punya wajah di menu Data Wajah. Satu murid boleh punya beberapa foto.

  • TerdengarSistem sedang gangguan, hubungi operator sekolah.

    Layar menulis Layanan Bermasalah. Periksa internet perangkat. Selama gangguan, kehadiran bisa diisi manual lalu tetap masuk rekap yang sama.

  • Tanpa suaraLayar hanya menulis Mendeteksi wajah otomatis.

    Wajah terlalu kecil di gambar, kurang dari sekitar seperlima lebar layar, sehingga pindaian belum berjalan. Minta murid maju sampai wajahnya cukup besar di layar.

Kartu, QR, sidik jari, dan wajah: apa yang sebenarnya diperiksa

Keempat cara ini biasanya diadu dari sisi kecanggihannya. Perbedaan yang lebih berguna ada pada hal yang dicek alatnya saat seseorang absen.

Kartu RFID

Memeriksa kepemilikan benda

Yang dibuktikan adalah kartunya ada di sana, bukan orangnya, jadi menitipkan kartu ke teman memang bisa dilakukan. Keamanan kartu murah pun tidak sepele: peneliti menemukan pintu belakang pada chip MIFARE Classic buatan Shanghai Fudan Microelectronics yang memungkinkan kunci kartu disalin dengan akses fisik beberapa menit (Quarkslab, 2024).

Kode QR

Memeriksa pengetahuan atas kode

Siapa pun yang memegang kodenya dianggap sah. Penelitian tentang absensi QR justru dibuat untuk menambal celah titip absen lewat kode dinamis dan pembatasan lokasi (University of East Anglia, 2023).

Sidik jari

Memeriksa orangnya, dengan disentuh

Alat harus disentuh bergantian, dan pembacaan bisa gagal saat jari basah, kotor, atau terluka. NIST mencatat akurasi autentikasi sidik jari pada anak dan usia muda berbeda dari orang dewasa (NISTIR 8280). Laporan yang sama menyebut perbedaan menurut usia juga berlaku pada pengenalan wajah.

Pengenalan wajah

Memeriksa orangnya, tanpa disentuh

Tidak ada benda yang bisa tertinggal, hilang, atau dipinjamkan, dan tidak ada alat yang disentuh ratusan tangan setiap pagi. Titip absen menjadi jauh lebih sulit karena yang harus hadir adalah orangnya sendiri.

Pengenalan wajah masih mungkin dikelabui, dan SiTuntas tidak mengklaim sebaliknya. Karena itu tersedia pemeriksaan keaslian yang dibahas di bawah, dan titik pindai sebaiknya tetap ditaruh di tempat yang diawasi. Perbandingan yang lebih rinci ada di artikel Absensi Wajah vs Mesin Fingerprint.

Absensi wajah untuk guru dan tenaga kependidikan

Kehadiran di sekolah tidak berhenti pada murid. SiTuntas mencatat tiga hal yang berbeda dan menyimpannya terpisah, sehingga angka guru tidak pernah bercampur dengan angka murid.

Kehadiran harian murid

Datang dan pulang, dengan enam status.

  • Hadir
  • Terlambat
  • Sakit
  • Izin
  • Dispensasi
  • Tanpa keterangan

Kehadiran harian GTK

Guru, tenaga kependidikan, dan kepala sekolah, dengan enam status sendiri.

  • Hadir
  • Terlambat
  • Izin
  • Sakit
  • Dinas luar
  • Tanpa keterangan

Kehadiran mengajar

Dicatat per sesi jadwal untuk melihat apakah jam pelajaran benar-benar terlaksana, termasuk ketika kelas digantikan guru lain.

Satu kamera di gerbang bisa melayani murid dan GTK sekaligus, dan operator tidak perlu berganti mode. Bawaannya, Presensi Wajah mencocokkan wajah dengan dua kelompok data yang terpisah, satu untuk murid dan satu untuk GTK, masing-masing dengan batas kemiripannya sendiri. Wajah murid dan wajah GTK tidak pernah diperingkat dalam satu daftar. GTK bisa mendaftarkan wajahnya sendiri dari halaman Profil Saya, dan sistem menolak bila wajah yang sama sudah terdaftar atas nama akun lain.

Untuk GTK ada satu perbedaan yang disengaja. GTK yang belum terekam hari itu ditampilkan sebagai belum tercatat, tidak langsung dianggap tanpa keterangan. Bisa saja kameranya yang belum sempat dipakai, dan guru tidak semestinya dicatat alpa karena hal itu.

Kalau kamera belum ada di setiap pintu

Sekolah yang titik pindainya baru ada di satu pintu tetap bisa mencatat kehadiran dengan cara lain, dan semuanya masuk ke catatan yang sama.

  • Presensi WajahDi komputer sampai empat titik pindai, atau layar penuh dari HP untuk pintu yang belum kebagian komputer.
  • Isian manualOleh wali kelas untuk murid dan oleh operator untuk GTK, lengkap dengan ekspor Excel.
  • Absensi per mata pelajaranDiisi guru di sesinya sendiri, dengan laporan per pertemuan dalam PDF dan Excel.
  • Absensi kokurikulerDicatat per sesi kegiatan.
  • Kehadiran mengajarPer sesi jadwal, untuk memantau keterlaksanaan pembelajaran.

Kehadiran yang tersambung ke orang tua

Catatan kehadiran paling berguna kalau orang tua ikut tahu hari itu juga, tanpa menunggu rapor. Fitur di bawah ini sudah tersedia, dan sekolah tinggal menyalakan yang dibutuhkan sesuai kesiapannya. Kabar lewat WhatsApp, termasuk tautan jawab untuk murid yang belum hadir, memerlukan modul Integrasi WhatsApp di paket Lengkap atau Premium serta nomor WhatsApp sekolah yang sudah tersambung. Cara kerja pesannya dibahas di halaman Notifikasi WhatsApp Sekolah.

  1. Saat wajah dikenali

    Kabar tiba lewat WhatsApp

    Orang tua dapat menerima pesan berisi jam kedatangan anaknya di sekolah. Contoh isi pesan yang sopan ada di artikel Absensi Siswa dengan Notifikasi WhatsApp ke Orang Tua.

    Aulia sudah tiba di sekolah pukul 06.48.
  2. Bila datang lewat batas

    Kabar terlambat, terpisah dari kabar tiba

    Sekolah bisa memilih mengirim pesan hanya ketika anak datang lewat batas jam masuk.

  3. Pagi, sebelum alpa ditetapkan

    Tautan jawab untuk yang belum hadir

    Orang tua murid yang belum tercatat hadir dapat dikirimi tautan singkat. Jawabannya langsung memperbarui catatan kehadiran, jadi sekolah tidak perlu menelepon satu per satu.

    SakitIzinMenyusul
  4. Dari rumah

    Izin lewat portal

    Orang tua mengajukan izin atau sakit, wali kelas meninjau, lalu hasilnya dikabarkan kembali.

  5. Kapan saja

    Portal Orang Tua

    Persentase kehadiran, status hari ini, dan rekap alpa bulan berjalan untuk tiap anak di Portal Orang Tua, tanpa perlu meminta ke sekolah.

Kehadiran juga bisa mengalir ke pembinaan murid. Keterlambatan dan ketidakhadiran tanpa keterangan dapat dihitung menjadi poin pelanggaran secara otomatis, dan ketika akumulasinya menembus ambang yang sekolah tetapkan, surat peringatan tersusun sendiri lalu orang tua dikabari. Rangkaian ini opsional dan setiap tahapnya bisa dimatikan. Langkah pembinaannya dibahas di Cara Mengatasi Siswa yang Sering Terlambat.

Zona hadir: presensi yang terikat lokasi sekolah

Sekolah yang ingin memastikan presensi benar-benar terjadi di lokasinya dapat menyalakan zona hadir. Batasnya digambar sendiri di peta, berupa lingkaran beradius 20 sampai 5000 meter atau poligon bebas mengikuti bentuk lahan. Pemeriksaannya dikerjakan di server, dan aturannya ditentukan sekolah sendiri.

  • Cakupannya dipilih sendiri: murid dan GTK sekaligus, murid saja, GTK saja, atau khusus GTK pendamping kegiatan luar.
  • Presensi di luar zona bisa tetap dicatat dengan tanda, atau ditolak. Kalau sekolah memilih menolak dan menyalakan Minta alasan sebelum menolak, operator bisa mengetik alasannya. Kehadirannya tetap tercatat, lalu admin meninjau alasan itu. Tanpa sakelar itu, presensi di luar zona langsung ditolak dan tidak tercatat.
  • Zona bisa dibatasi pada hari dan jam tertentu, diberi masa berlaku, atau dikunci ke satu orang.

Komputer di gerbang biasanya tidak punya GPS. Untuk itu sekolah bisa mendaftarkan alamat jaringan internet sekolah, lalu mengubah Pemakaian daftar IP dari Tidak dipakai menjadi Meringankan penilaian kecurigaan. Setelah itu perangkat yang tersambung ke jaringan tersebut dikenali sebagai perangkat sekolah walaupun tidak mengirim lokasi. Selama pilihannya masih Tidak dipakai, daftar itu diabaikan, dan bila presensi di luar zona diatur untuk ditolak, komputer gerbang tanpa lokasi ikut ditolak.

GPS ponsel memang sering meleset, jadi batas zona diberi kelonggaran sesuai akurasi yang dilaporkan ponsel. Pembacaan yang terlalu kabur ditandai sebagai akurasi rendah, dan sistem juga menilai apakah perpindahan posisinya masuk akal.

Layar pemindai hanya menampilkan keterangan kasar, yaitu dekat batas atau jauh, tanpa jarak persis dan tanpa menyebut zona yang mana. Alasannya, angka jarak yang persis bisa dipakai untuk menghitung titik tengah zona lalu memalsukan posisi tepat di dalamnya. Jarak sebenarnya hanya tersimpan di catatan server. Bawaannya, catatan presensi yang lolos di dalam zona dihapus setelah lewat 90 hari, sedangkan catatan yang ditandai atau ditolak disimpan 365 hari sebagai bukti pembinaan.

Bagaimana dengan keamanan data wajah?

Data wajah termasuk data pribadi yang bersifat spesifik menurut Pasal 4 UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi, jadi perlakuannya berbeda dari data biasa. Begini SiTuntas memperlakukannya.

Bukan foto yang disimpan

Gambar wajah diproses di memori lalu dibuang. Yang tersimpan hanya sidik wajah berupa deretan angka.

Terenkripsi di database sekolah

Sidik wajah disimpan terenkripsi di database tersendiri milik tiap sekolah, dan tidak pernah dikirim ke peramban.

Persetujuan orang tua lebih dulu

Pendaftaran wajah murid diblokir sampai persetujuan orang tua atau wali tercatat. Bila persetujuan dicabut, sidik wajahnya langsung dihapus permanen dari database sekolah. Salinan terenkripsi yang sudah telanjur masuk cadangan server ikut hilang saat cadangan lama dirotasi, paling lama sekitar satu tahun.

Tersedia pula pemeriksaan keaslian yang meminta murid berkedip lalu mengikuti satu gerakan acak, misalnya menoleh atau membuka mulut, sebelum wajahnya dicocokkan. Pemeriksaan ini menyulitkan penggunaan foto, dan sekolah dapat menyalakannya per perangkat. Bawaannya mati supaya antrean pagi tetap lancar, dan pencocokan di server sendiri belum membedakan wajah asli dari foto, jadi di perangkat yang tidak mendukung pemeriksaan ini pindaian tetap berjalan tanpanya. Sekolah memilih sendiri mana yang lebih penting untuk kondisinya. Penjelasan lengkap soal aturan dan hak orang tua ada di Apakah Absensi Wajah Aman dan Sesuai UU PDP, dan kewajiban sekolah atas data murid secara umum ada di Keamanan Data Siswa dan UU PDP.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang absensi wajah

Apakah sekolah harus membeli mesin absensi wajah?

Tidak. Absensi wajah SiTuntas berjalan di peramban, jadi HP, tablet, laptop, atau komputer berkamera yang sudah ada di sekolah bisa langsung dipakai. Tidak ada aplikasi yang perlu dipasang dari Play Store dan tidak ada mesin khusus yang harus dibeli.

Apa bedanya absensi wajah dan presensi wajah?

Sama saja. Presensi berarti kehadiran, jadi absensi wajah, presensi wajah, dan absensi face recognition sama-sama merujuk pada pencatatan kehadiran dengan mengenali wajah. Di SiTuntas menunya bernama Presensi Wajah, di dalam kelompok e-Presensi.

Apakah absensi wajah bisa memakai HP?

Bisa. Di layar HP, tab Absensi di navigasi bawah membuka Presensi Wajah layar penuh dalam satu ketukan. HP Android dan iPhone sama-sama dipakai sekolah pengguna setiap pagi. Satu HP melayani satu titik pindai, dan layarnya perlu diatur supaya tidak terkunci sendiri.

Berapa webcam yang bisa dipakai di satu komputer?

Sampai empat. Presensi Wajah punya empat Titik Pindai, dan Peluncur 4 Jendela membuka keempatnya sekaligus di Windows dengan Google Chrome. Untuk empat webcam, siapkan komputer minimal empat inti dengan RAM 8 GB, lalu sebar kameranya ke port USB di panel depan dan belakang.

Berapa perangkat yang dibutuhkan untuk 500 murid?

Kalau murid datang dalam rentang 20 menit, rata-ratanya 25 orang per menit, dan di menit tersibuk bisa satu setengah kali lipat. Dengan patokan 10 orang per menit untuk setiap titik pindai, siapkan 4 titik, misalnya empat HP atau tablet di pintu yang berbeda, atau satu komputer dengan empat webcam bila semua antrean ada di satu gerbang.

Apakah absensi wajah bisa dipakai tanpa internet?

Tidak. Setiap pindaian dicocokkan di server SiTuntas, jadi perangkat membutuhkan internet yang stabil. Kalau internet sekolah sedang mati, kehadiran tetap bisa diisi manual oleh wali kelas dan operator, lalu masuk ke rekap yang sama.

Kenapa wajah tidak terdeteksi atau tidak dikenali?

Penyebab paling sering adalah cahaya terang dari belakang murid, wajah terlalu jauh dari kamera, atau wajahnya belum terdaftar. Minta murid mendekat sampai wajahnya cukup besar di layar, pindahkan kamera supaya cahaya datang dari depan, dan tambahkan foto pendaftaran bila perlu. Operator bisa melihat daftar murid yang belum punya wajah di menu Data Wajah.

Apakah absen wajah bisa dikelabui dengan foto?

Dengan setelan bawaan, bisa saja. Pemeriksaan keaslian bawaannya mati supaya antrean pagi tetap lancar, dan server belum membedakan wajah asli dari foto, jadi foto wajah yang ditunjukkan di layar HP bisa lolos. Sekolah dapat menyalakan pemeriksaan keaslian per perangkat. Murid lalu diminta berkedip dan mengikuti satu gerakan acak, misalnya menoleh atau membuka mulut, sehingga foto diam tidak lagi cukup. Pemeriksaan ini menyulitkan, tetapi tidak mustahil ditembus. Karena itu letakkan titik pindai di tempat yang terlihat oleh guru piket, sama seperti mesin absen mana pun.

Bagaimana kalau murid berkacamata, berjilbab, atau wajahnya berubah?

Pengenalan membutuhkan wajah dari alis sampai dagu terlihat jelas. Kacamata bening dan jilbab tidak menutup bagian itu, sedangkan masker dan kacamata gelap sebaiknya dilepas sebentar saat memindai. Bila seorang murid sering gagal dikenali, operator cukup menambahkan foto pendaftaran baru, karena satu murid boleh punya beberapa foto.

Apakah guru dan tenaga kependidikan ikut terabsen di kamera yang sama?

Ikut. Bawaannya Presensi Wajah berjalan dalam mode gabungan, jadi satu kamera di gerbang melayani murid dan GTK sekaligus dengan data pembanding yang terpisah. GTK juga bisa mendaftarkan wajahnya sendiri dari halaman Profil Saya.

Bisakah memakai kamera CCTV yang sudah terpasang?

Belum. Presensi Wajah membaca kamera yang dikenali peramban sebagai webcam, seperti kamera HP, kamera laptop, atau webcam USB. Kamera CCTV dan kamera IP mengirim gambar lewat jaringan dengan cara yang berbeda, jadi belum bisa dipakai langsung.

Apakah data wajah murid aman?

Foto hanya diproses di memori lalu dibuang, tidak disimpan. Yang disimpan adalah sidik wajah berupa deretan angka, terenkripsi di database milik sekolah, dan tidak pernah dikirim ke peramban. Pendaftaran wajah murid juga baru bisa dilakukan setelah persetujuan orang tua atau wali tercatat.

Bagaimana kalau kamera belum ada di setiap pintu atau wajah murid belum semuanya terdaftar?

Kehadiran tetap bisa dicatat. Wali kelas mengisi manual, guru mata pelajaran mengisi absensi di sesinya, dan operator mengejar pendaftaran wajah bertahap dari daftar murid yang belum punya wajah. Semuanya bermuara ke rekap yang sama.

Berapa biaya absensi wajah SiTuntas?

Sekolah tidak perlu membeli mesin atau kamera khusus, karena absensi wajah berjalan di perangkat yang sudah ada. Absensi wajah sudah termasuk di setiap paket SiTuntas, termasuk paket Gratis. Harga paket berbayar dihitung per sekolah menurut jumlah siswa, dan rinciannya ada di halaman Harga.

Apakah absensi wajah SiTuntas bisa dipakai gratis?

Bisa. Absensi wajah termasuk paket Gratis, bersama Data Induk, e-Jadwal, Absensi Harian, e-Jurnal, dan e-Poin, dengan ruang penyimpanan 512 MB. Gratis selamanya. 14 hari pertama semua modul terbuka penuh tanpa batasan, setelah itu tetap pakai paket Gratis, dan absensi wajah tetap bisa dipakai. Deteksi wajahnya juga bisa dirasakan di halaman depan situs ini, walaupun demo itu hanya mendeteksi wajah dan tidak mencatat kehadiran.

Ingin melihatnya berjalan di sekolah Anda?

SiTuntas dipakai setiap hari di sekolah negeri, tanpa instalasi. Gratis selamanya. 14 hari pertama semua modul terbuka penuh tanpa batasan, setelah itu tetap pakai paket Gratis.

Isi 3 data · Verifikasi singkat · Akun aktif otomatis · Tidak perlu chat admin

Masih punya pertanyaan? Tanya kami via WhatsApp