Aplikasi Rapor Sekolah (e-Rapor)
Musim rapor punya bentuk yang sama di banyak sekolah: nilai dikumpulkan lewat pesan menjelang tenggat, deskripsi disalin dari rapor angkatan sebelumnya, dan wali kelas begadang menyalin angka. e-Rapor memindahkan pekerjaan itu ke sepanjang semester. Nilai diisi saat ulangannya baru selesai, dan deskripsi capaian tersusun dari tujuan pembelajaran yang dicentang guru. Pekan terakhir tinggal memeriksa, bukan menyusun dari nol.
Kenapa musim rapor selalu menumpuk di pekan terakhir
Nilainya sebenarnya sudah ada sejak Agustus. Yang belum ada adalah tempatnya. Angka ulangan menginap di buku nilai guru, di berkas Excel pada laptop masing-masing, dan di kertas. Baru pada pekan terakhir semua itu dipanggil bersamaan, dan di situlah kesalahan salin menumpuk.
Bebannya jatuh paling berat ke wali kelas. Ia menunggu nilai dari belasan guru mapel, menyalin kehadiran dari buku absen, lalu menulis catatan untuk tiga puluhan murid dalam beberapa malam.
Tiga hal yang membuat rapor gagal dicetak rapi sudah dihitung sejak awal semester dan ditampilkan di beranda modul: murid yang belum punya NISN, kelas yang belum punya wali kelas, dan nama kepala sekolah yang masih kosong di profil sekolah. Ketiganya jauh lebih tenang diperbaiki pada bulan pertama daripada pada malam terakhir.
Nilai yang masuk saat ulangannya baru selesai
Halaman Input Nilai berbentuk grid seperti spreadsheet: baris murid, kolom penilaian, satu tab per kategori. Enter dan panah bawah turun satu baris, Tab bergerak menyamping. Isian tersimpan sendiri tiap sepuluh detik, dan Ctrl+S menyimpan seketika. Bila masih ada isian yang belum tersimpan, menutup tab atau berpindah menu ditahan dengan peringatan lebih dulu.
Guru yang nilainya sudah terlanjur di Excel bisa menyalin satu kolom lalu menempelkannya. Puluhan sel yang masuk sekaligus tercatat sebagai satu aksi, jadi satu kali Ctrl+Z membatalkan seluruh tempelan. Menempel satu kolom ditolak selagi daftar sedang disaring, karena nilai murid ketiga bisa mendarat pada murid ketujuh tanpa satu pun tanda di layar.
Sel berisi teks bukan angka tidak ikut dikirim, supaya layar tidak mengaku tersimpan padahal isinya belum sah. Koma desimal diterima apa adanya. Sel yang dibiarkan kosong disimpan sebagai belum dinilai, bukan sebagai nol, dan perbedaan itu berpengaruh saat nilai akhir dihitung.
Nilai akhir yang bisa dijelaskan saat orang tua bertanya
Nilai akhir dihitung dari asesmen sumatif: sumatif lingkup materi, sumatif tengah semester, dan sumatif akhir semester, dengan bobot bawaan 2 banding 1 banding 1. Asesmen formatif tidak pernah ikut dihitung, sebab perannya memantau kemajuan belajar, bukan menjadi dasar nilai rapor.
Komponen yang belum bernilai dikeluarkan dari pembagi. Murid yang belum ikut sumatif tengah semester tidak dihitung nol pada komponen itu, karena belum ikut dan mendapat nol adalah dua hal berbeda. Nol yang memang diisi guru tetap dihitung sebagai nol. Rinciannya bisa dibuka guru, jadi pertanyaan kenapa angkanya segini punya jawaban yang bisa ditunjukkan, bukan dikira-kira.
Angka hasil hitungan bisa ditimpa manual oleh akun yang diberi izin menimpa nilai. Pada pembagian peran bawaan, izin itu ada pada admin sekolah, bukan pada guru mapel. Timpaan manual tidak terhapus oleh perhitungan ulang massal kecuali diminta, dan mengosongkan nilainya mengembalikan perhitungan kepada mesin.
Kalimat capaian dari yang benar-benar diajarkan
Tujuan pembelajaran dicentang dari bank ATP yang sama dengan e-Jurnal KBM, bukan diketik ulang. Untuk mapel yang banknya belum terisi, daftar tujuan pembelajaran bisa ditempel satu per baris, dan penomoran yang ikut tersalin dari Word dibuang otomatis.
Deskripsi capaian kompetensi disusun hanya dari tujuan pembelajaran yang dicentang guru. Generatornya tidak pernah menambahkan materi yang tidak diajarkan. Alasannya sederhana: kalimat yang menyebut materi tak pernah diajarkan tetap ikut ditandatangani kepala sekolah.
Frasa pembukanya berbeda antarmurid supaya satu kelas tidak terbaca seperti hasil salin tempel, tetapi tetap sama untuk murid yang sama. Kalimatnya tidak dipenggal di tengah gagasan: anggaran karakternya dibagi sebelum kalimat dirangkai, bukan dipotong sesudahnya. Deskripsi yang sudah disunting guru dilewati saat satu kelas dibangkitkan ulang, kecuali guru meminta menimpanya.
Bagian wali kelas yang sudah terisi sebelum dibuka
Sakit, izin, dan tanpa keterangan ditarik dari e-Absensi. Bila tahun ajarannya sudah punya tanggal mulai dan tanggal akhir, rekapnya dibatasi rentang itu, sehingga ketidakhadiran tahun lalu tidak ikut terbawa. Terlambat dan dispensasi sengaja tidak dihitung sebagai ketidakhadiran: murid yang terlambat tetap masuk, dan dispensasi diberikan sekolah untuk kegiatan sekolah sendiri. Baris yang sudah dikoreksi wali kelas dilewati saat data ditarik ulang.
Catatan wali kelas punya draf yang disusun dari data yang benar-benar ada: rata-rata nilai, hari tanpa keterangan, sakit yang menumpuk, dan adanya catatan prestasi. Bila tidak ada satu pun fakta untuk disebut, drafnya dikembalikan kosong. Kotak kosong lebih jujur daripada kalimat umum yang cocok untuk siapa saja.
Kokurikuler dan ekstrakurikuler dalam satu rapor
Capaian kokurikuler dinilai per dimensi Profil Lulusan, kedelapannya, dengan skala kualitatif tiga tingkat: sudah baik, berkembang, dan perlu penguatan. Sengaja bukan angka, sebab yang diminta adalah gambaran perkembangan dimensi, bukan nilai yang bisa diperbandingkan antarmurid.
Ekstrakurikuler diisi per murid dengan predikat dan keterangan, dan daftar kegiatannya berlaku se-sekolah supaya nama kegiatan tidak ditulis berbeda-beda di tiap kelas.
Pengesahan yang berhenti menjadi tumpukan di meja
Rapor bergerak dari draf, ke diverifikasi wali kelas, lalu sah oleh kepala sekolah. Beranda kepala sekolah menampilkan lima kelas dengan tumpukan rapor terbanyak lebih dulu, jadi urutan tanda tangannya sudah tersusun sejak halaman dibuka. Pengesahan sekelas ditolak bila masih ada murid yang belum diverifikasi wali kelasnya.
Rapor yang sudah diverifikasi atau sah terkunci dari perubahan, dan kuncinya diperiksa di satu tempat yang sama untuk seluruh jalur tulis. Membuka kunci wajib menyertakan alasan, dan alasannya tercatat. Pertanyaan siapa yang mengubah nilai anak saya sesudah rapor dibagikan punya jawaban bertahun kemudian.
Rapor satu murid dicetak langsung. Satu kelas dijalankan di antrean dengan pelaporan kemajuan, supaya peramban tidak menunggu. Rapor yang belum sah tetap bisa dicetak untuk diperiksa, tetapi terbit bercap draf. Kode QR keaslian hanya muncul pada rapor yang sudah sah, dan halaman yang dituju kode itu menjawab satu pertanyaan saja: apakah rapor ini benar diterbitkan sekolah dan masih berlaku. Halaman itu tidak menampilkan nilai maupun identitas murid.
Sesudah sekolah menyalakan sakelar publikasi, rapor yang sudah sah bisa dibuka murid di portalnya sendiri dan orang tua di Portal Orang Tua, lengkap dengan unduhan PDF-nya. Wali yang punya lebih dari satu anak berpindah antaranak tanpa keluar masuk akun.
Yang dilihat wakasek kurikulum
Pertanyaan yang berulang tiap Desember adalah kelas mana yang tertinggal. Halaman Pemantauan mengukur delapan tahap pengisian per kelas, dari tujuan pembelajaran sampai pengesahan, sehingga jawabannya bisa dilihat tanpa menagih satu per satu di grup. Sekolah juga bisa menetapkan tenggat untuk empat tahap terpisah: nilai, deskripsi, verifikasi, dan pengesahan.
Leger kelas memuat seluruh mapel satu kelas dalam satu tabel dan bisa diunduh sebagai berkas Excel. Peringkat ada di leger, dokumen internal sekolah, dan bawaannya mati. Rapor murid tidak pernah memuat peringkat.
Hubungannya dengan aplikasi rapor resmi
e-Rapor SiTuntas adalah tempat kerja sekolah sepanjang semester, bukan pengganti aplikasi rapor resmi. Nilai dan deskripsi dikerjakan di sini sejak awal semester, lalu diekspor rapi saat akhir semester tiba.
Ekspornya berupa berkas Excel, jadi jembatannya salin tempel, bukan unggahan langsung dan bukan sambungan antarsistem. Susunan kolomnya ditentukan sekolah, sebab struktur format resmi berubah antartahun dan antarversi aplikasi, dan menanamnya di kode hanya membuat berkasnya usang setahun kemudian. Ada juga ekspor daftar tujuan pembelajaran yang menandai baris melewati batas 100 karakter, batas yang berlaku di aplikasi rapor resmi. Pemeriksaan itu terjadi sebelum berkasnya dibuat, bukan sesudah tertempel dan tidak ada yang tahu baris mana yang meleset.
Menyatu dengan modul lain
Bank ATP yang dipakai e-Rapor adalah bank yang sama dengan e-Jurnal KBM dan Racik Ajar, jadi tujuan pembelajaran yang direncanakan, yang diajarkan, dan yang dinilai berasal dari satu daftar. Ketidakhadiran datang dari e-Absensi, dan identitas murid dari Data Induk tanpa diketik ulang.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah e-Rapor SiTuntas menggantikan aplikasi rapor resmi?
Tidak. Modul ini tempat sekolah mengerjakan nilai dan deskripsi sepanjang semester. Hasilnya diekspor sebagai berkas Excel untuk dipindahkan ke aplikasi resmi saat akhir semester. Jembatannya salin tempel, bukan unggahan langsung dan bukan sambungan antarsistem.
Apakah nilai ujian CBT otomatis masuk ke rapor?
Belum. Hasil CBT tersimpan sebagai rekap tersendiri dan pemindahannya ke rapor masih dilakukan guru. Kami menyebutkannya terus terang supaya tidak ada yang menunggu sesuatu yang belum ada.
Bisakah nilai akhir hasil hitungan ditimpa manual?
Bisa, oleh akun yang diberi izin menimpa nilai. Pada pembagian peran bawaan izin itu ada pada admin sekolah, bukan pada guru mapel. Timpaan manual tidak terhapus oleh perhitungan ulang massal kecuali diminta, dan mengosongkan nilainya mengembalikan perhitungan kepada mesin.
Apakah kepala sekolah bisa mengubah nilai sebelum mengesahkan?
Tidak, menurut pembagian peran bawaan. Peran kepala sekolah diberi wewenang mengesahkan dan membuka kunci, bukan mengisi atau menimpa nilai, supaya pengesahannya tetap punya arti. Sekolah yang ingin mengubah pembagian itu melakukannya sendiri lewat menu Role dan Permission.
Guru mana yang bisa mengisi nilai suatu kelas?
Guru mapel hanya bisa mengisi pada kombinasi mapel dan kelas yang benar-benar diampunya, sebab penyaringnya membaca data penugasan mengajar, bukan sekadar izin. Akun admin sekolah tetap bisa melintas, dan itu memang perannya.
Apakah orang tua bisa melihat rapor anaknya?
Bisa, sesudah sekolah menyalakan sakelar publikasi dan rapor murid itu disahkan kepala sekolah. Selama salah satu belum terpenuhi, rapornya tidak muncul di portal. Sakelarnya di tangan sekolah, bukan menyala sendiri.
Ingin melihatnya berjalan di sekolah Anda?
SiTuntas dipakai setiap hari di sekolah negeri. Semua fitur terbuka selama masa coba, tanpa instalasi.
Isi 3 data · Verifikasi singkat · Akun aktif otomatis · Tidak perlu chat admin
Masih punya pertanyaan? Tanya kami via WhatsApp