Cara Catat Prestasi, Organisasi, dan Program Kerja
Prestasi, organisasi, dan program kerja tiga menu berdampingan. Prestasi masuk sebagai draf. Organisasi menyimpan kepengurusan dan SK. Program kerja menyimpan rencana seksi. Ketiganya tidak otomatis menjadi poin atau berita. Semuanya ada di e-Kesiswaan.
Contoh di SMP Negeri Contoh memakai draf Turnamen futsal antar kelas, kartu OSIS, dan program Latihan rutin Futsal. Semua gambar di artikel ini memakai data contoh.

Gambar 1. Baris masih draf. Tingkat Sekolah, peringkat Peserta, dan e-Poin masih Belum dicatat. Di HP, ketuk Saring daftar untuk membuka saringan. Semua gambar di artikel ini memakai data contoh.
Simpan prestasi sebagai draf
Buka Prestasi Siswa. Daftar contoh memuat Turnamen futsal antar kelas, tingkat Sekolah, peringkat Peserta, tanggal 8 Oktober 2026. Kolom e-Poin menulis Belum dicatat. Statusnya draf. Jangan menganggap baris yang sudah tersimpan sama dengan prestasi yang sudah disahkan.
Tombol tambah membuka formulir di alamat prestasi baru, bukan di alamat lain. Subjudul formulir menyatakan data tersimpan sebagai draf. Pengesahan dan sertifikat dikerjakan dari halaman detail.

Gambar 2. Kalimat di formulir: poin belum tercatat dari sini. Tombol Catat ke e-Poin ada di detail setelah prestasi sah.
Kalimat yang perlu diingat: poin belum tercatat dari sini. Pencatatan hanya lewat tombol Catat ke e-Poin di halaman detail setelah prestasi sah. Menekan simpan pada formulir tambah tidak menambah saldo e-Poin dan tidak mengirim pesan ke orang tua.
Isi tingkat, peringkat, dan tanggal sesuai bukti yang dipegang sekolah. Peringkat Peserta pada contoh bukan juara. Jangan menaikkan peringkat di aplikasi bila piagam belum ada. Setelah sah, sertifikat baru bisa disusun dari dokumen kesiswaan. Draf tidak masuk antrean sertifikat.
Kartu organisasi siswa
Menu Organisasi Siswa pada contoh menampilkan kartu OSIS. Pembinanya Sari. Tulisan SK belum dicatat. Tombol Terbitkan SK Pengurus ada, jumlah pengurus masih nol.

Gambar 3. Pemilihan ketua tidak diisi di kartu ini. Nomor SK penetapan dicatat pada baris ketua setelah ada pengurus.
Di kartu tertulis: pemilihan ketua OSIS dilakukan di modul e-Voting, bukan di halaman ini. Hasil pemilihan dicatat di organisasi hanya sebagai nomor SK penetapan pada baris ketua. Selama pengurus masih nol, tidak ada baris ketua yang bisa diisi nomornya.
Terbitkan SK Pengurus menyiapkan surat lewat e-TU, mirip SK pembina ekskul. Tombol itu tidak memilih ketua dan tidak menghitung suara. Tambah pengurus dulu dari data siswa yang masih aktif, lalu terbitkan suratnya bila sekolah memang membutuhkan salinan.
Program kerja
Program Kerja pada contoh memuat Latihan rutin Futsal. Pemiliknya Ekstrakurikuler, seksi Olahraga, target Oktober, status Rencana. Status yang tersedia di layar: Rencana, Disetujui, Berjalan, Selesai, dan Batal.

Gambar 4. Satu program masih rencana. Status tidak mengubah jadwal latihan di kalender.
Program kerja bukan jadwal sesi. Latihan rutin yang sudah punya kalender tetap diisi kehadirannya di menu latihan. Program hanya menyatakan rencana seksi, siapa pemiliknya, dan sampai status mana. Menandai Selesai tidak menghapus sesi yang sudah terlanjur disusun.
Target bulan pada contoh adalah Oktober, ditulis sebagai sasaran program, bukan sebagai filter laporan kehadiran. Jangan memakai program kerja untuk menggantikan rekap.
| Menu | Yang disimpan | Yang tidak terjadi otomatis |
|---|---|---|
| Prestasi | Draf, lalu sah dari detail | Poin dan sertifikat |
| Organisasi | Pembina, pengurus, nomor SK | Pemilihan suara |
| Program kerja | Rencana seksi dan status | Jadwal latihan dan berita |
Draf prestasi sengaja belum menyentuh e-Poin. Sahkan dulu dari halaman detail bila bukti sudah lengkap, baru catat poin dari tombol yang memang untuk itu.
Pembina ekskul yang namanya muncul di kartu OSIS pada contoh adalah pembina yang ditugaskan di data organisasi, bukan serta-merta pembina Futsal. Cek nama di kartu sebelum mencetak SK, karena dua peran itu bisa dipegang orang yang berbeda.
Catatan wali kelas di rapor, bila sekolah ingin menyebut prestasi di narasi, tetap diketik di contoh catatan wali kelas. Menyimpan draf di kesiswaan tidak menempelkan kalimat ke rapor dengan sendirinya.
Bila tombol tambah prestasi tidak ada, akun Anda tidak mengelola kesiswaan. Pembina ekskul tetap bisa membuka prestasi dari kartu Ekskul Binaan untuk ekskulnya, tanpa harus memegang seluruh modul.
Dari draf sampai surat, tanpa melompat
Turnamen futsal antar kelas pada contoh sengaja dibiarkan draf. Tingkatnya Sekolah, peringkatnya Peserta, tanggalnya 8 Oktober 2026, dan e-Poin masih Belum dicatat. Peringkat Peserta bukan juara. Jangan mengubah peringkat di aplikasi bila piagam belum dipegang sekolah.
Formulir tambah di halaman prestasi baru menyimpan draf. Subjudulnya mengingatkan bahwa pengesahan dan sertifikat ada di halaman detail. Tombol simpan tidak memanggil e-Poin. Kalimat di formulir sudah menulis bahwa poin belum tercatat dari situ. Setelah status sah, baru tombol Catat ke e-Poin di detail yang mencatat. Sertifikat menyusul dari dokumen, bukan dari daftar.
Kartu OSIS pada contoh punya pembina Sari, SK belum dicatat, tombol Terbitkan SK Pengurus, dan nol pengurus. Tambah pengurus dari siswa aktif sebelum meminta surat. Pemilihan ketua tidak dihitung di kartu ini. Layar menyatakan pemilihan dilakukan di modul e-Voting. Yang kembali ke organisasi hanya nomor SK penetapan pada baris ketua. Selama pengurus masih nol, tidak ada baris ketua.
Program Latihan rutin Futsal berstatus Rencana, pemilik Ekstrakurikuler, seksi Olahraga, target Oktober. Status lain yang bisa dipilih: Disetujui, Berjalan, Selesai, Batal. Mengubah status tidak menyusun sesi di kalender dan tidak mengirim berita. Kehadiran tetap di menu latihan.
Tiga menu ini sering dibuka dalam satu rapat, tetapi datanya tidak saling menimpa. Prestasi tidak menambah pengurus. Program tidak mengesahkan prestasi. Organisasi tidak mengisi predikat ekskul. Nama pembina di kartu OSIS juga tidak otomatis sama dengan pembina Futsal. Cocokkan sebelum surat dicetak.
Catatan narasi di rapor, bila wali kelas ingin menyebut lomba, tetap diketik di catatan wali kelas. Draf kesiswaan tidak menempel ke rapor sendiri. Nama kegiatan ekskul di daftar rapor mengikuti sinkron ekskul, bukan formulir prestasi.
Yang tetap di luar ketiga menu ini
e-Poin tidak berubah dari daftar prestasi. Baris Belum dicatat pada contoh adalah keadaan draf. Catat poin hanya dari detail setelah sah. Jangan membuat baris poin manual dengan judul yang sama lalu mengira keduanya akan menyatu sendiri.
Sertifikat tidak keluar dari formulir tambah. Dokumen kesiswaan menyusunnya setelah status sah. Draf turnamen pada 8 Oktober tidak masuk antrean sertifikat. Mengubah tingkat atau peringkat setelah sah perlu dilihat lagi di detail, bukan hanya di daftar.
e-Voting tidak tinggal di dalam kartu OSIS. Kartu hanya menjelaskan bahwa pemilihan ketua ada di modul itu, dan nomor SK penetapan dicatat pada baris ketua. Dengan pengurus nol, belum ada baris untuk nomor itu. Terbitkan SK Pengurus setelah nama pengurus ada.
Program berstatus Rencana tidak menyusun jadwal dan tidak menutup sesi yang sudah terlanjur ada. Target Oktober pada contoh adalah sasaran tulisan program, bukan filter rekap hadir. Selesai atau Batal adalah status rencana, bukan penghapus data latihan.
Narasi rapor tentang lomba tetap di catatan wali kelas. Draf prestasi tidak menyisipkan kalimat ke rapor. Nama ekskul di daftar kegiatan rapor mengikuti sinkron ekskul dan penugasan pembina, bukan judul turnamen.
Daftar prestasi bisa memuat banyak draf. Pada contoh hanya satu baris, dan itu cukup untuk melihat kolomnya: tingkat, peringkat, tanggal, dan status e-Poin. Tambah baris baru untuk lomba lain. Jangan menimpa turnamen 8 Oktober dengan judul kegiatan yang berbeda, karena tanggal dan peringkatnya akan ikut berubah dan bukti lama hilang dari baris itu.
Halaman detail adalah satu-satunya tempat pengesahan yang dijelaskan di formulir. Dari daftar, yang aman dilakukan adalah membuka baris, membaca isinya, lalu memutuskan sah atau tidak. Menghapus draf yang salah lebih bersih daripada mengesahkan lalu mencoba menarik poin yang belum pernah dicatat.
Kartu organisasi dengan nol pengurus masih berguna sebagai tempat nama pembina. SK belum dicatat berarti surat pengurus belum diminta. Jangan menerbitkan SK untuk jabatan yang belum punya nama. Tambah pengurus, tentukan ketua bila sudah ada hasil pemilihan, catat nomor penetapan di baris ketua, baru terbitkan.
Program yang pemiliknya Ekstrakurikuler tetap tidak mengunci ekskul. Menandai Batal pada program tidak menonaktifkan Futsal. Menonaktifkan Futsal tidak mengubah status program. Sunting keduanya bila keduanya memang berhenti, masing-masing di menunya.
Seksi Olahraga pada program contoh hanya label rencana. Seksi itu tidak memindahkan bidang ekskul dan tidak mengubah kuota. Bidang Futsal tetap Olah bakat dan minat di master ekskul. Ubah bidang di sana bila pengelompokannya yang keliru, bukan di judul program. Satu program tidak membuat ekskul baru, tidak menambah anggota, dan tidak mengubah pembina utama sama sekali.
Satu rapat cukup membawa tiga lembar: daftar draf yang belum sah, kartu pengurus yang masih nol, dan program yang masih rencana. Ketiganya menjelaskan pekerjaan yang belum selesai tanpa mengarang angka kehadiran. Kehadiran tetap ditanyakan dari rekap latihan, bukan dari menu ini.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah menyimpan prestasi langsung mencatat poin?
Tidak. Formulir prestasi baru menulis bahwa poin belum tercatat dari halaman itu. Pencatatan poin hanya lewat tombol Catat ke e-Poin di halaman detail, dan hanya setelah prestasi berstatus sah.
Kapan sertifikat peserta bisa disusun?
Setelah prestasi disahkan. Draf tidak menghasilkan sertifikat. Pengesahan dan sertifikat dikerjakan dari halaman detail, bukan dari formulir tambah.
Apakah pemilihan ketua OSIS diisi di kartu organisasi?
Tidak. Kartu menulis bahwa pemilihan ketua OSIS dilakukan di modul e-Voting. Di organisasi, hasilnya hanya dicatat sebagai nomor SK penetapan pada baris ketua. Contoh ini masih nol pengurus dan SK belum dicatat.
Apa arti status Rencana pada program kerja?
Rencana adalah status awal. Status lain yang terlihat: Disetujui, Berjalan, Selesai, dan Batal. Mengubah status tidak mengisi kehadiran ekskul dan tidak mengirim berita.
Siapa yang boleh mengesahkan prestasi?
Akun yang mengelola kesiswaan membuka detail lalu mengesahkan. Guru pembina dapat menyiapkan draf dari kartu ekskulnya. Jangan mengesahkan dari daftar hanya karena barisnya sudah terlihat.
Bermanfaat? Bagikan ke rekan guru.
WhatsAppReferensi
- UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, JDIH BPK RI
- Permendikbud No. 30 Tahun 2017 tentang Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan, peraturan.go.id
- UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, JDIH BPK RI
- UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Perlindungan Anak, JDIH BPK RI
Baca juga
- Susunan Petugas Upacara Bendera Senin: Tugas, Urutan Acara, dan Jadwal Kelas
- Contoh Program Kerja Waka Kesiswaan 2026/2027 + Template 12 Bulan
- Aturan HP di Sekolah 2026: Contoh Tata Tertib dan Cara Menegakkannya
- TPPK Dihapus? Permendikdasmen 6/2026 dan Struktur Pengganti yang Wajib Disiapkan
- Cara Kelola Ekstrakurikuler di e-Kesiswaan SiTuntas
- Cara Mengatur Pembina Ekskul di SiTuntas
- Cara Atur Jadwal Latihan Ekskul di SiTuntas
- Cara Kelola Upacara dan Kegiatan Siswa di SiTuntas
- Cara Catat Kerohanian Pagi di SiTuntas
- Cara Baca Laporan, Dokumen, dan Pengaturan Kesiswaan
- Panduan Lengkap e-Kesiswaan SiTuntas
- Format Absensi dan Jurnal Ekstrakurikuler + Cara Menilai Ekskul di Rapor
- Cara Absensi Wajah Kegiatan e-Kesiswaan SiTuntas
Bagikan artikel ini
Ingin melihatnya berjalan di sekolah Anda?
SiTuntas dipakai setiap hari di sekolah negeri, tanpa instalasi. Coba gratis, semua modul terbuka. Paket Gratis tetap Rp0 selamanya.
Isi 3 data · Verifikasi singkat · Akun aktif otomatis · Bisa daftar sendiri. Mau dibantu? Chat kami.
Masih punya pertanyaan? Tanya kami via WhatsApp