Contoh Refleksi Guru Setelah Mengajar, Lengkap dengan Pertanyaan Pemandu

Diterbitkan · Diperbarui

Ditulis oleh Isep Nursamsi, S.T. · guru Informatika yang membangun dan memakai SiTuntas setiap hari di sekolah negeri.

Sampul artikel: Contoh Refleksi Guru Setelah Mengajar, Lengkap dengan Pertanyaan Pemandu

Refleksi guru setelah mengajar cukup tiga sampai lima kalimat: apa yang terjadi di kelas, apa yang Anda rasakan, apa yang Anda pahami dari kejadian itu, dan apa yang akan diubah pada pertemuan berikutnya. Di bawah ini ada pertanyaan pemandu untuk tiap tahap, dua belas contoh refleksi guru untuk situasi kelas yang sering terjadi, dan format isian jurnal yang bisa langsung disalin.

Kenapa refleksi pendek lebih berguna daripada refleksi panjang

Banyak guru menunda refleksi karena membayangkan esai satu halaman. Akibatnya kolom refleksi di jurnal kosong berminggu-minggu, lalu diisi sekaligus menjelang supervisi dengan kalimat yang mirip satu sama lain. Refleksi pendek yang ditulis sesaat setelah kelas justru lebih jujur, karena detailnya masih segar: soal nomor berapa yang membuat kelas bingung, kelompok mana yang selesai lebih dulu, menit ke berapa perhatian murid mulai buyar.

Saran serupa dimuat di situs Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Sulawesi Utara, unit Kemendikdasmen: luangkan lima menit setelah kelas berakhir untuk mencatat satu hal yang berjalan baik dan satu hal yang ingin diperbaiki. Dua kalimat itu sudah refleksi. Kalau ditulis rutin, jumlahnya menjadi bahan yang kaya di akhir semester.

Kebutuhan akhir semester itu nyata. Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses menetapkan bahwa penilaian proses pembelajaran dilakukan oleh pendidik yang bersangkutan melalui refleksi diri, paling sedikit sekali dalam satu semester, dan refleksi itu dapat mengacu pada analisis asesmen hasil belajar murid (Pasal 15). Guru yang punya catatan harian tinggal membaca ulang dan merangkum. Guru yang tidak punya harus mengandalkan ingatan beberapa bulan.

Model 4F: pertanyaan pemandu yang menjaga refleksi tetap singkat

Kerangka yang paling mudah dipakai untuk catatan harian adalah 4F dari Roger Greenaway, yang dijelaskan dalam Reflection Toolkit University of Edinburgh: Facts (fakta), Feelings (perasaan), Findings (temuan), dan Future (rencana). Urutannya sengaja dimulai dari fakta. Guru yang langsung menulis perasaan mudah terjebak menyalahkan diri sendiri atau murid, sedangkan guru yang mulai dari fakta punya pijakan untuk menilai. Pertanyaan pemandu di tabel ini diadaptasi dari toolkit tersebut untuk situasi kelas kita.

Pertanyaan pemandu refleksi guru model 4F
TahapPertanyaan pemanduContoh jawaban satu kalimat
FaktaApa yang terjadi, di bagian mana, dan berapa murid yang terlibat? Adakah kejadian yang tidak terduga? Kapan titik baliknya?Pada latihan soal, 11 dari 32 murid belum bisa menentukan sisi miring segitiga.
PerasaanKapan kelas terasa paling hidup, dan kapan paling berat? Apa yang membuat saya kesal atau lega?Saya terburu-buru karena waktu tinggal 15 menit.
TemuanMengapa bagian itu berhasil atau tidak? Apa yang sekarang saya ketahui tentang kelas ini? Bagaimana perasaan tadi memengaruhi keputusan saya?Semua gambar segitiga di papan menghadap arah yang sama, jadi murid menghafal posisi, bukan konsep.
RencanaApa satu hal yang akan saya ubah? Siapa yang perlu didampingi? Apa yang perlu disiapkan?Pertemuan berikutnya dibuka dengan lima segitiga berposisi acak, murid menandai sisi miringnya.

Tidak semua pertanyaan perlu dijawab. Pilih satu per tahap, dan tahap perasaan boleh satu frasa saja. Yang jangan dikosongkan adalah fakta dan rencana, karena dua bagian itu yang bisa ditindaklanjuti dan dicek ulang. Siklus Gibbs (1988), yang juga dirujuk BGTK Sulawesi Utara, berjalan dengan pola mirip tetapi lebih rinci: deskripsi, perasaan, evaluasi, analisis, kesimpulan, dan rencana tindakan.

12 contoh refleksi guru untuk situasi kelas yang sering terjadi

Contoh berikut memakai pola 4F yang dipadatkan. Mata pelajaran dan angka hanya ilustrasi, jadi ganti dengan kejadian di kelas Anda. Perhatikan bahwa tidak ada contoh yang berhenti di keluhan: setiap refleksi ditutup dengan tindakan yang bisa dicek pada pertemuan berikutnya.

Contoh refleksi guru per situasi kelas
SituasiContoh refleksi
Materi tidak tuntas
IPA VII B
Target sampai pengelompokan hewan vertebrata, baru selesai ciri makhluk hidup. Diskusi pembuka tentang hewan peliharaan molor 30 menit. Saya senang murid antusias, tetapi saya tidak memberi batas waktu. Pertemuan berikutnya diskusi pembuka dibatasi 10 menit dengan pengatur waktu di papan.
Kelas gaduh saat kerja kelompok
Matematika VIII A
Kelas mulai gaduh di menit ke-20, tepat setelah tiga kelompok selesai lebih dulu dan tidak punya tugas lanjutan. Saya menegur dengan suara keras dan suasana jadi tegang. Gaduhnya datang dari tugas yang habis, bukan niat mengganggu. Besok saya siapkan soal tantangan untuk kelompok yang selesai cepat.
Kelas gaduh di jam terakhir
Bahasa Indonesia IX C, setelah PJOK
Sepuluh menit pertama hampir tidak ada yang menyimak penjelasan struktur teks. Saya lelah, murid juga. Penjelasan panjang di jam terakhir tidak masuk, sedangkan kegiatan menyusun potongan teks yang diacak berjalan hidup. Untuk jam terakhir, penjelasan saya ganti dengan kegiatan menyusun berkelompok.
Murid pasif saat tanya jawab
IPS VIII B
Dari lima pertanyaan, hanya dua murid yang sama yang menjawab. Saya merasa bicara sendiri. Pertanyaannya terlalu terbuka dan murid tidak diberi waktu berpikir. Pertemuan berikutnya saya beri jeda 30 detik, murid berdiskusi berpasangan dulu, baru saya tunjuk acak.
Murid pasif karena prasyarat belum kuat
Matematika VII A
Banyak murid diam saat latihan pecahan; ternyata 9 dari 30 belum bisa menyamakan penyebut. Tadinya saya kira mereka malas, padahal bekal KPK-nya yang belum kuat. Pertemuan berikutnya dibuka kuis KPK lima menit, dan murid yang belum lancar duduk di meja depan untuk saya dampingi.
Praktikum gagal
IPA IX A, rangkaian listrik sederhana
Lampu di empat dari enam kelompok tidak menyala karena baterai lemah. Saya panik dan akhirnya menjelaskan hasilnya secara lisan. Alat tidak saya uji sehari sebelumnya. Mulai sekarang alat dicoba H-1 bersama petugas lab kelas, dan percobaan diulang pekan depan dengan baterai baru.
Praktik kekurangan waktu
PJOK VIII C, lempar cakram
Pemanasan dan penjelasan memakan 35 menit, jadi tiap murid hanya mencoba dua kali. Murid kecewa, saya juga. Satu pos untuk 34 murid terlalu sedikit. Pekan depan saya buat empat pos dengan satu murid pemandu di tiap pos.
Media tidak berfungsi
Informatika VII D
Proyektor mati, demonstrasi lembar kerja elektronik batal. Lima menit pertama saya kebingungan. Saya tidak punya rencana cadangan tanpa layar. Untuk setiap bab saya siapkan lembar langkah tercetak dan satu kegiatan yang tidak butuh layar.
Waktu terpotong kegiatan sekolah
Seni Rupa VIII B
Jam pelajaran tinggal 40 menit karena gladi upacara, dan bagian apresiasi karya saya lompati. Hasil praktik tetap rapi, tetapi murid tidak bisa menjelaskan alasan memilih warna. Pertemuan berikutnya dibuka dengan apresiasi 15 menit memakai karya mereka sendiri.
Hasil kuis di bawah harapan
Matematika VIII B, bentuk aljabar
Rata-rata kuis 58, dan sebagian besar kesalahan ada di soal nomor 3 dan 4: pengurangan dengan tanda negatif di depan kurung. Saya kecewa karena merasa sudah menjelaskan. Tidak satu pun contoh di papan memakai tanda negatif di depan kurung. Pertemuan berikutnya dua soal itu dibahas ulang, lalu remedial singkat bagi yang salah keduanya.
Diskusi dikuasai segelintir murid
Pendidikan Pancasila VII C
Di tiap kelompok hanya satu atau dua murid yang bicara, sisanya mencatat. Isi presentasinya bagus, tetapi saya tidak yakin semua paham. Peran dalam kelompok memang tidak dibagi. Pertemuan depan tiap anggota memegang kartu peran: pembaca, penanya, pencatat, dan penyaji.
Pembelajaran berjalan baik
Bahasa Inggris VIII A, bermain peran di pasar
28 dari 30 murid berbicara minimal tiga kalimat, termasuk dua murid yang biasanya diam. Saya senang dan agak terkejut. Kuncinya ada di naskah contoh yang pendek dan kartu harga yang lucu. Pola naskah pendek ini saya pakai lagi untuk materi menanyakan arah.

Contoh terakhir sengaja dipilih dari hari yang berhasil. Refleksi yang hanya ditulis saat kelas kacau membuat guru lupa alasan sebuah kegiatan berjalan baik, padahal pola yang berhasil itulah yang paling layak diulang.

Format isian refleksi di jurnal harian yang bisa disalin

Pakai versi kalimat rumpang bila jurnal Anda hanya punya satu kolom refleksi. Isi titik-titiknya, lalu hapus bagian yang tidak relevan.

Hari ini di kelas ... (mapel ..., JP ...), ... [kejadian utama, sertakan angka]. Saya merasa ... saat ... . Menurut saya penyebabnya ... . Pada pertemuan berikutnya saya akan ... , dan tandanya berhasil bila ... .

Bagian terakhir, tanda berhasil, sering dilupakan padahal paling membantu. Tanpa ukuran, rencana seperti "memberi jeda berpikir" tidak bisa dinilai jalan atau tidak. Untuk jurnal berformat kolom, bentuknya seperti ini:

Format kolom refleksi harian guru
Tanggal, kelas, JPFaktaPerasaan dan temuanRencana dan tanda berhasil
Senin, VIII A, JP 3 sampai 4Kelas gaduh menit ke-20, tiga kelompok sudah selesaiSempat tegang; penyebabnya tugas lanjutan tidak adaSiapkan soal tantangan; berhasil bila tidak ada kelompok menganggur
Rabu, VII A, JP 1 sampai 29 dari 30 murid belum bisa menyamakan penyebutSempat mengira malas; ternyata prasyarat KPK lemahKuis KPK 5 menit; berhasil bila minimal 25 murid benar 4 dari 5 soal
............

Kalimat refleksi yang sebaiknya dihindari

Kalimat refleksi yang lemah dan versi yang lebih berguna
Kalimat yang sering ditulisMasalahnyaVersi yang lebih berguna
Pembelajaran berjalan lancar dan kondusif.Tidak ada fakta yang bisa dicek.32 murid mengumpulkan LKPD; 5 belum menjawab soal analisis nomor 3.
Murid malas dan susah diatur.Label menempel ke murid, penyebab tidak dicari.Setelah menit ke-25, dua kelompok berhenti bekerja karena tugasnya sudah habis.
Ke depan pembelajaran akan lebih ditingkatkan.Janji kabur, tidak bisa dinilai.Pertemuan berikutnya diskusi pembuka saya batasi 10 menit.
Saya kurang maksimal hari ini.Menghakimi diri tanpa temuan.Saya menjelaskan 25 menit tanpa jeda; murid mulai mengobrol di menit ke-15.

Bagaimana refleksi harian menjadi bahan refleksi semester?

Sebulan sekali, baca ulang catatan Anda dan tandai yang berulang. Kalau "waktu habis sebelum penutup" muncul enam kali, itu pola perencanaan, bukan kebetulan. Di akhir semester, rangkum menjadi tiga bagian: keberhasilan yang ingin dipertahankan, hambatan yang berulang, dan perbaikan yang akan dicoba. Pasal 15 ayat (5) Permendikdasmen 1/2026 membolehkan refleksi diri mengacu pada analisis asesmen hasil belajar murid, baik asesmen oleh guru maupun asesmen berskala nasional, jadi sandingkan catatan itu dengan nilai kuis atau asesmen sumatif kelas yang sama.

Tiga bagian itu juga mirip dengan isian Dokumen Refleksi Tindak Lanjut pada pelaksanaan kinerja guru di Ruang GTK, yang meminta guru menjelaskan keberhasilan, hambatan yang ditemui, dan peningkatan untuk mengatasi tantangan dari upaya tindak lanjutnya. Guru yang punya catatan harian bisa mengisinya dengan contoh nyata, bukan kalimat umum.

Kolom refleksi di e-Jurnal Mengajar SiTuntas

Di e-Jurnal Mengajar SiTuntas, setiap lembar jurnal sesi punya empat kolom catatan yang pas dengan pola 4F: Catatan kelas dan Kendala untuk fakta, Refleksi untuk perasaan dan temuan, Tindak lanjut untuk rencana. Keempatnya opsional; untuk jurnal terisi dengan status Terlaksana, yang wajib hanya topik atau materi. Kolomnya teks bebas, jadi pertanyaan pemandu di atas tetap Anda bawa sendiri, karena aplikasi tidak menyediakan isian 4F bawaan.

Manfaatnya terasa setelah catatan terkumpul. Jurnal yang sudah bukan draf dan memuat catatan kelas, kendala, tindak lanjut, atau refleksi tampil di linimasa Catatan Kelas, yang bisa dibaca wali kelas untuk rombel binaannya. Di akhir semester, guru mengisi Refleksi Semester dengan bagian Capaian, Kendala, Rencana perbaikan, dan Catatan lain, lalu menekan Kirim ke Pimpinan, sementara Paket Supervisi memuat bagian Kendala dan Refleksi dari jurnal. Modul ini ada di semua paket, termasuk Gratis; rinciannya di halaman e-Jurnal Mengajar. Untuk kolom jurnal secara utuh, lihat Format Jurnal Harian Guru Kurikulum Merdeka dan Contoh Jurnal KBM Sesuai Standar Proses.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa panjang refleksi guru setelah mengajar yang ideal?

Tiga sampai lima kalimat untuk satu pertemuan sudah cukup: satu fakta dengan angka, satu kalimat perasaan, satu temuan, dan satu rencana. Yang penting ditulis pada hari yang sama, ketika detail kelas masih diingat. Refleksi semester yang lebih panjang disusun dari kumpulan catatan pendek ini.

Apakah refleksi wajib ditulis setiap selesai mengajar?

Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 Pasal 15 mensyaratkan penilaian proses pembelajaran oleh guru melalui refleksi diri paling sedikit sekali dalam satu semester, tanpa mewajibkan catatan per pertemuan. Catatan harian adalah cara paling ringan supaya refleksi semester itu berisi kejadian nyata. Kalau tidak sempat tiap pertemuan, cukup untuk pertemuan yang paling menonjol dalam sepekan.

Apa beda kolom kendala, refleksi, dan tindak lanjut di jurnal?

Kendala berisi fakta hambatan, misalnya proyektor mati atau waktu terpotong gladi upacara. Refleksi berisi perasaan dan temuan Anda tentang penyebabnya. Tindak lanjut berisi satu tindakan konkret untuk pertemuan berikutnya yang bisa dicek sudah dilakukan atau belum.

Apa beda refleksi guru dengan refleksi murid?

Refleksi guru menilai proses mengajar dan menjadi bagian penilaian proses pembelajaran (Pasal 15 Permendikdasmen 1/2026). Merefleksi bagi murid adalah pengalaman belajar untuk mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil belajarnya sendiri (Pasal 10). Murid juga dapat menilai proses pembelajaran lewat survei, catatan, atau diskusi refleksi, paling sedikit sekali per semester untuk setiap mata pelajaran (Pasal 19).

Selain 4F, model refleksi apa lagi yang bisa dipakai?

Siklus Gibbs (1988) memakai enam tahap: deskripsi, perasaan, evaluasi, analisis, kesimpulan, dan rencana tindakan. Karena lebih rinci, siklus ini cocok untuk refleksi semester atau kejadian besar di kelas. Untuk hari yang sangat padat, pola dua kalimat juga sah: satu hal yang berjalan baik dan satu hal yang ingin diperbaiki. Pilih satu model dan pakai secara konsisten supaya catatan mudah dibandingkan.

Referensi

Ingin melihatnya berjalan di sekolah Anda?

SiTuntas dipakai setiap hari di sekolah negeri. Semua modul terbuka, tanpa instalasi.

Isi 3 data · Verifikasi singkat · Akun aktif otomatis · Tidak perlu chat admin

Masih punya pertanyaan? Tanya kami via WhatsApp