Tutorial Paraf Jurnal Kepala Sekolah dan Dashboard KBM SiTuntas
Tutorial ini untuk kepala sekolah dan wakasek kurikulum yang memantau jurnal mengajar guru di SiTuntas. Anda akan membaca Dashboard KBM, memberi paraf jurnal lewat tab Rekap Jurnal, menulis catatan untuk guru, membatalkan paraf yang keliru, dan menyetel Pengaturan Jurnal. Semuanya ada di grup menu e-Jurnal KBM, terutama submenu Laporan & Rekap KBM.
Ini bagian keempat seri e-Jurnal SiTuntas. Alur paraf jurnal kepala sekolah menyala secara bawaan, jadi setiap jurnal yang disimpan guru dengan Simpan Jurnal langsung menunggu tinjauan Anda; cara guru mengisinya ada di tutorial isi jurnal mengajar. Permendikdasmen Nomor 11 Tahun 2025 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru memasukkan supervisi kepada guru ke dalam beban kerja kepala sekolah (Pasal 21 ayat 1); Dashboard KBM dan Rekap Jurnal membantu sisi pemantauan hariannya.
Hak bawaannya begini. Kepala sekolah melihat jurnal semua guru, membuka Dashboard KBM dan Rekap Jurnal, serta memaraf, tetapi tidak mengisi jurnal dan tidak membuka Pengaturan Jurnal. Wakasek kurikulum memegang semua itu, ditambah menyunting jurnal guru mana pun tanpa batas waktu dan mengubah Pengaturan Jurnal. Admin dapat menggeser hak ini di Pengaturan > Hak Akses (Role).
Memantau KBM hari ini di Dashboard KBM
- Buka e-Jurnal KBM > Laporan & Rekap KBM. Menu ini terbuka di tab Laporan KBM, jadi pilih tab Dashboard KBM di deretan tab paling atas.
- Periksa chip Live · diperbarui di bawah judul. Chip ini hanya muncul saat Anda melihat hari ini, dan angkanya diperbarui sendiri tiap 60 detik.
- Baca empat kartu: Sesi terjadwal, Jurnal terisi (jumlah dan persentase), Masih draf, dan Belum diisi. Jam pelajaran berurutan untuk kelas dan mapel yang sama dihitung satu sesi.
- Lihat bar Kelengkapan jurnal hari ini: hijau mulai 80 persen, oranye pada 50 sampai 79 persen, dan merah di bawah 50 persen.
- Panel Sedang Berlangsung memuat sesi yang jamnya sedang berjalan, dengan nama guru dan chip Terisi atau Belum. Chip Belum di tengah pelajaran masih wajar, karena banyak guru mengisi setelah kelas usai.
- Untuk tanggal lain, ganti isian Tanggal; halaman memuat ulang sendiri. Panel Sedang Berlangsung lalu bertuliskan "Hanya tersedia saat melihat hari ini."
- Untuk arsip rapat, pilih Orientasi cetak (bawaan Potret), lalu tekan PDF atau Excel. Berkasnya memuat ringkasan dan tabel per guru berkolom Sesi Wajib, Terisi, dan % Terisi.

Gambar 1. Dashboard KBM untuk tanggal yang dipilih: empat kartu ringkasan, bar kelengkapan sekolah, lalu panel Sedang Berlangsung dan Perlu Perhatian. Saat melihat hari ini pada jam pelajaran, chip Live tampil di bawah judul dan angkanya diperbarui sendiri. Semua gambar di artikel ini memakai data contoh.
Kartu Jurnal terisi menghitung semua jurnal tersimpan yang bukan draf, termasuk yang sudah diparaf dan yang berstatus Tidak terlaksana. Pergantian hari dan jam sesi mengikuti Zona waktu sekolah di Data Induk > Profil Sekolah (WIB, WITA, atau WIT). Bila isian itu kosong, SiTuntas memakai WIB, jadi sekolah WITA dan WIT perlu memastikan operator sudah memilihnya.
Membaca Perlu Perhatian dan Kelengkapan per Guru
Panel Perlu Perhatian di samping Sedang Berlangsung memuat dua jenis baris, dan jumlahnya tertera di chip kecil di sebelah judul.
- Baris berchip Lewat, belum diisi: jam selesai sesinya sudah lewat, tetapi jurnalnya belum disimpan. Draf ikut masuk sini karena belum dihitung terisi. Pada tanggal lampau, semua sesi tanpa jurnal tersimpan muncul di daftar ini.
- Baris berchip Tidak terlaksana, Diganti, atau Digabung, lengkap dengan alasan yang ditulis guru. Baris ini tidak menandakan tunggakan; gunanya menunjukkan kelas yang kehilangan jam belajar.

Gambar 2. Panel Perlu Perhatian memisahkan sesi lewat yang belum diisi dari sesi Tidak terlaksana, Diganti, atau Digabung beserta alasannya.
Bila tidak ada masalah, panel bertuliskan "Semua aman. Tidak ada sesi lewat yang belum diisi."
Kartu Kelengkapan per Guru di bawahnya memberi satu bar per guru dengan angka seperti 3/4 · 75%. Urutannya dimulai dari persentase terendah, jadi guru yang paling tertinggal selalu di atas, dengan aturan warna yang sama seperti bar kelengkapan sekolah.

Gambar 3. Kelengkapan per Guru diurutkan dari persentase terendah; bar merah berarti guru itu baru mengisi kurang dari separuh sesinya.
Agar pemantauan tidak terasa seperti pengawasan menit per menit, buka dashboard sekali menjelang akhir jam pelajaran. Guru yang muncul di Lewat, belum diisi cukup disapa singkat; pola yang berulang beberapa hari lebih layak dibicarakan daripada satu sesi yang terlambat diisi.
Cara memaraf jurnal di Rekap & Paraf Jurnal
Paraf menandai bahwa pimpinan sudah membaca dan menyetujui isi jurnal. Hanya jurnal berstatus Terisi yang bisa diparaf; draf belum masuk antrean.
- Pindah ke tab Rekap Jurnal. Judul halamannya Rekap & Paraf Jurnal.
- Atur Dari dan Sampai. Bawaannya tujuh hari terakhir termasuk hari ini, paling panjang 92 hari, dan isi halaman menyesuaikan sendiri.
- Lihat kartu Perlu Diparaf. Tiap baris memuat mapel, kelas, guru, tanggal, jam, dan topik, dengan jurnal terlama di atas. Antrean yang sangat panjang ditampilkan 200 baris terlama lebih dulu.

Gambar 4. Halaman Rekap & Paraf Jurnal. Atur Dari dan Sampai, lalu tekan Tinjau pada jurnal teratas di kartu Perlu Diparaf.
Untuk memaraf satu jurnal:
- Tekan Tinjau. Dialog menampilkan status pelaksanaan, kehadiran, alasan bila tidak terlaksana, topik, tujuan, kegiatan, metode, media, catatan, kendala, tindak lanjut, refleksi, dan Lampiran.
- Bila perlu, tulis pesan di kotak Catatan paraf untuk guru (opsional), paling banyak 255 karakter.
- Tekan Paraf Jurnal. Muncul pesan "Jurnal berhasil diparaf.", dialog menutup, dan jurnal itu keluar dari antrean.

Gambar 5. Dialog Tinjau memuat isi jurnal dan lampirannya. Catatan yang diketik di kotak catatan paraf terkirim ke lonceng guru setelah Anda menekan Paraf Jurnal.
Catatan Anda tampil di kotak Catatan paraf saat guru membuka jurnalnya, dan masuk ke lonceng notifikasi guru berjudul "Catatan paraf dari pimpinan"; pada sesi Diganti, guru pengganti ikut menerimanya. Paraf tanpa catatan tidak mengirim pemberitahuan; guru cukup melihat chip Diparaf di kartu sesinya. Tidak ada pesan WhatsApp untuk paraf.
Lampiran bisa berupa foto kegiatan yang memperlihatkan wajah siswa. UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi menggolongkan data anak sebagai data pribadi yang bersifat spesifik (Pasal 4 ayat 2), jadi buka lampiran untuk memeriksa saja dan jangan meneruskannya ke grup percakapan.
Memaraf langsung dari Jurnal Mengajar
Kepala sekolah juga bisa memaraf dari menu Jurnal Mengajar, yang bagi pimpinan memuat sesi semua guru. Ganti Tanggal, tekan Lihat pada kartu sesi berchip Terisi, dan dialog terbuka dengan keterangan "Mode lihat (hanya baca)." Tombol Paraf Jurnal di bawahnya langsung memaraf, tetapi tanpa kotak catatan. Wakasek kurikulum membuka jurnal lewat Sunting, yang tidak memuat tombol paraf, jadi wakasek memaraf dari Rekap Jurnal.

Gambar 6. Kepala sekolah membuka jurnal lewat Lihat; tombol Paraf Jurnal di kanan bawah memaraf tanpa catatan.
Membaca Rekap per Guru
Tabel Rekap per Guru berkolom Guru, Total, Terisi, Diparaf, Draf, dan Perlu ditinjau. Total sama dengan Terisi ditambah Diparaf dan Draf, jadi angka Terisi berarti jurnal yang masih menunggu paraf. Perlu ditinjau menghitung sesi yang tidak terlaksana, diganti, atau digabung; guru yang sering mewakili sekolah wajar punya angka tinggi di sini. Sesi yang belum diisi sama sekali tidak tercatat di tabel ini, jadi pantau lewat Dashboard KBM. Tekan judul kolom untuk mengurutkan, cari nama di kotak Cari guru…, atau unduh PDF (bawaan Lanskap) dan Excel.

Gambar 7. Rekap per Guru pada rentang yang dipilih. Kolom Perlu ditinjau menghitung sesi tidak terlaksana, diganti, atau digabung.
Bagaimana membatalkan paraf yang keliru?
Paraf yang terlanjur diberikan, misalnya karena salah membuka jurnal, bisa ditarik kembali oleh pemegang izin paraf.
- Buka Jurnal Mengajar dan ganti Tanggal ke tanggal jurnal itu.
- Pada kartu sesi berchip Diparaf, tekan Lihat (kepala sekolah) atau Sunting (wakasek kurikulum).
- Tekan Batalkan Paraf di bagian bawah dialog. Muncul pesan "Paraf dibatalkan."

Gambar 8. Jurnal yang sudah diparaf dibuka lewat Lihat; tombol Batalkan Paraf mengembalikannya ke status Terisi.
Jurnal kembali berstatus Terisi dan muncul lagi di Perlu Diparaf bila tanggalnya masuk rentang Dari dan Sampai. Catatan paraf lama ikut terhapus, jadi bila jurnal itu diparaf ulang, tulis catatan baru seperlunya di dialog Tinjau. Guru tidak diberi tahu soal pembatalan, jadi kabari langsung bila perlu.
Kalau guru menyunting jurnal yang sudah diparaf
Selama masih dalam batas waktu edit, guru tetap bisa menekan Sunting pada jurnal yang sudah diparaf. Begitu guru menyimpannya lagi, paraf batal dan catatan paraf terhapus, karena isi yang Anda setujui sudah berubah. Menambah atau menghapus lampiran juga membatalkan paraf. Pemberi paraf menerima lonceng "Paraf jurnal dibatalkan" berisi mapel, kelas, guru, tanggal, dan nama penyunting, kecuali ia sendiri yang menyunting. Jurnal yang disimpan ulang dengan Simpan Jurnal kembali ke antrean dan tinggal diparaf lagi.
Mengatur Pengaturan Jurnal
Menu Pengaturan Jurnal hanya tampil bagi pemegang izin Kelola pengaturan jurnal, bawaannya wakasek kurikulum dan admin. Perubahan berlaku untuk seluruh sekolah setelah Anda menekan Simpan Pengaturan dan muncul pesan "Pengaturan jurnal tersimpan."
| Pengaturan | Bawaan | Artinya | Saran |
|---|---|---|---|
| Wajib paraf kepala sekolah | Menyala | Jurnal terisi menunggu paraf kepala sekolah atau wakasek. Bila dimatikan, jurnal terisi dianggap final; antrean Perlu Diparaf, tombol Paraf Jurnal, dan tombol Batalkan Paraf tidak tampil. | Biarkan menyala bila pimpinan sanggup meninjau tiap pekan. |
| Batas waktu edit guru | 7 hari | Guru boleh mengisi atau menyunting jurnal sampai sekian hari setelah tanggal sesi, 0 sampai 90. Lewat itu guru hanya bisa melihat. Nilai 0 berarti tanpa batas. | 7 sampai 14 hari. Hindari 0 bila jurnal dipakai sebagai bukti, karena isi lama bisa berubah kapan saja. |
| Pengingat guru belum mengisi | Mati | Tiap pagi sekitar pukul 06.30 WIB, guru yang sesinya kemarin belum berjurnal mendapat lonceng Pengingat Jurnal Mengajar. Draf dihitung belum, tanggal libur dilewati, dan tidak ada pesan WhatsApp. | Nyalakan setelah guru terbiasa mengisi, supaya lonceng tidak menumpuk sejak hari pertama. |

Gambar 9. Tiga pengaturan e-Jurnal yang berlaku untuk seluruh sekolah; perubahan baru tersimpan setelah Simpan Pengaturan ditekan.
Batas waktu edit juga menentukan kapan paraf aman dari perubahan: jurnal yang lewat batas tidak bisa lagi disunting guru, jadi parafnya hanya batal bila wakasek atau admin menyunting. Untuk guru yang terlambat karena sakit atau dinas, wakasek kurikulum dapat mengisikan jurnalnya tanpa mengubah batas untuk semua guru.
Contoh catatan paraf dan ritme pemantauan mingguan
Catatan paraf paling berguna bila singkat, spesifik, dan bisa langsung dikerjakan guru pada pertemuan berikutnya. Sesuaikan ritme di bawah ini, lalu tempel di SOP pemantauan KBM sekolah.
Ritme pemantauan jurnal mengajar [nama sekolah]
Setiap hari sekolah pukul [jam]: [nama petugas] membuka Dashboard KBM, memeriksa panel Perlu Perhatian, dan menyapa guru yang sesinya lewat belum diisi.
Setiap [hari]: [nama pemaraf] membuka Rekap Jurnal untuk rentang [tanggal awal] sampai [tanggal akhir], meninjau semua jurnal di Perlu Diparaf, lalu memaraf.
Akhir bulan: [nama petugas] mengunduh PDF Rekap Jurnal untuk rapat [nama forum] dan membahas guru dengan angka Draf atau Perlu ditinjau yang tinggi.
Contoh catatan paraf (maksimal 255 karakter):
1. Sudah baik. Tujuan dan kegiatan selaras dengan TP [kode TP].
2. Lengkapi refleksi: apa yang berhasil dan apa yang diubah pada pertemuan berikutnya.
3. Kendala sudah dicatat. Mohon tulis tindak lanjutnya di jurnal pertemuan [tanggal].
4. Alasan tidak terlaksana belum jelas. Sebutkan tugas yang diberikan kepada siswa.
Untuk catatan yang meminta refleksi, arahkan guru ke contoh refleksi guru setelah mengajar. Bila paraf dan catatannya hendak dipakai sebagai bahan supervisi, baca dulu ulasan penilaian proses pembelajaran oleh kepala sekolah.
Kalau antrean kosong atau tombol paraf tidak muncul
| Masalah | Penyebab | Tindakan |
|---|---|---|
| Perlu Diparaf bertuliskan "Tidak ada jurnal yang menunggu paraf." padahal guru sudah mengisi | Jurnalnya di luar rentang Dari dan Sampai, atau masih Draf | Mundurkan tanggal Dari. Draf baru masuk antrean setelah guru menekan Simpan Jurnal. |
| Kartu Perlu Diparaf tidak ada | Sakelar Wajib paraf kepala sekolah mati; halaman menampilkan info bahwa paraf jurnal sedang nonaktif | Minta wakasek kurikulum atau admin menyalakannya di Pengaturan Jurnal. |
| Tidak ada tombol Paraf Jurnal di dialog Jurnal Mengajar | Status jurnal bukan Terisi, atau dialog dibuka lewat Sunting | Paraf dari Rekap Jurnal. |
| Tidak ada tombol Batalkan Paraf | Status jurnal bukan Diparaf, sakelar paraf mati, atau akun tidak memegang izin Validasi jurnal KBM | Periksa chip status; minta admin memeriksa Hak Akses (Role). |
| Sedang Berlangsung kosong padahal kelas berjalan | Tanggal yang tampil bukan hari ini, jadwal di e-Jadwal belum sesuai, atau Zona waktu sekolah belum dipilih | Kembalikan Tanggal ke hari ini; minta operator memeriksa jadwal dan Profil Sekolah. |
| Guru tidak bisa mengisi jurnal sesi lama | Sesinya sudah lewat Batas waktu edit guru | Wakasek kurikulum mengisikan atau menyunting jurnal itu, karena pemegang laporan tidak dibatasi waktu. |
Satu hal belum tersedia di aplikasi: catatan paraf tidak ikut tercetak di Laporan KBM maupun Paket Supervisi. Bila perlu diarsipkan, salin ke notulen supervisi. Cara mencetak kedua dokumen itu dibahas di bagian berikutnya seri ini, tentang Laporan KBM dan Paket Supervisi. Gambaran utuh modulnya ada di halaman e-Jurnal KBM SiTuntas.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah ada cara memaraf banyak jurnal sekaligus?
Belum ada. Setiap jurnal diparaf satu per satu lewat "Tinjau" di Rekap Jurnal, atau lewat "Paraf Jurnal" di mode "Lihat". Agar antrean tidak menumpuk, bagi tugas dengan wakasek kurikulum yang juga memegang izin paraf, dan jadwalkan peninjauan tiap pekan.
Apakah guru tahu jurnalnya sudah diparaf?
Ya. Chip di kartu sesi guru berubah menjadi "Diparaf". Bila Anda menulis catatan, guru juga menerima lonceng "Catatan paraf dari pimpinan" dan membacanya saat membuka jurnal itu.
Siapa yang sebaiknya memaraf, kepala sekolah atau wakasek kurikulum?
Keduanya memegang izin paraf secara bawaan dan berbagi antrean yang sama, jadi jurnal yang sudah diparaf satu orang hilang dari antrean orang lain. Pola yang praktis: wakasek kurikulum memaraf rutin, sedangkan kepala sekolah membaca Dashboard KBM dan memeriksa sebagian jurnal.
Apakah paraf jurnal sudah memenuhi penilaian proses oleh kepala sekolah?
Tidak dengan sendirinya. Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, Pasal 18, meminta kepala sekolah menilai perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran paling sedikit sekali per semester melalui supervisi akademik, analisis hasil belajar murid, dan/atau umpan balik kepada guru. Rekap jurnal dan catatan paraf bisa menjadi bahan awal untuk memilih kelas yang dikunjungi.
Kenapa Dashboard KBM tampak buruk pada hari libur?
Pada tanggal libur se-sekolah, dashboard tetap menghitung sesi dari jadwal, tetapi memasang spanduk bahwa angka kelengkapan tidak mencerminkan kelalaian guru. Sesi rombel yang sedang pekan ujian atau libur kelas tidak dihitung sebagai kewajiban, asalkan tanggalnya sudah dicatat di Kalender Akademik.
Bermanfaat? Bagikan ke rekan guru.
WhatsAppReferensi
- Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah, JDIH BPK
- Permendikdasmen Nomor 11 Tahun 2025 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, JDIH BPK
- UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi, JDIH BPK
Baca juga
- Apa Itu Jurnal Mengajar Digital dan Kenapa Guru Membutuhkannya
- Contoh Jurnal KBM Sesuai Standar Proses Terbaru
- Format Jurnal Harian Guru Kurikulum Merdeka + Contoh Pengisian
- Cara Menyusun ATP Kurikulum Merdeka: Langkah dan Contohnya
- Contoh Refleksi Guru Setelah Mengajar, Lengkap dengan Pertanyaan Pemandu
- Penilaian Proses Pembelajaran Minimal 1x per Semester: Panduan Kepala Sekolah
- Tutorial Tujuan Pembelajaran ATP SiTuntas: Impor, Tambah TP, Ketuntasan
- Tutorial Isi Jurnal Mengajar Guru di SiTuntas: Kehadiran, Materi, Pengganti
- Tutorial Buku Jurnal Kelas SiTuntas untuk Wali Kelas dan Materi Kelas Siswa
- Tutorial Hak Akses e-Jurnal SiTuntas: Isi Jurnal, Tambah TP, dan Paraf
- Tutorial Laporan Jurnal Mengajar SiTuntas: Paket Supervisi dan Refleksi Semester
- Panduan Lengkap e-Jurnal SiTuntas: Dari Jadwal sampai Paraf dan Laporan
Bagikan artikel ini
Ingin melihatnya berjalan di sekolah Anda?
SiTuntas dipakai setiap hari di sekolah negeri, tanpa instalasi. Coba gratis, semua modul terbuka. Paket Gratis tetap Rp0 selamanya.
Isi 3 data · Verifikasi singkat · Akun aktif otomatis · Bisa daftar sendiri. Mau dibantu? Chat kami.
Masih punya pertanyaan? Tanya kami via WhatsApp