Leger Nilai Rapor Kurikulum Merdeka: Pengertian, Format, dan Cara Membuatnya
Leger nilai rapor adalah daftar nilai asli seluruh murid satu kelas untuk semua mata pelajaran dalam satu tabel, yang disusun wali kelas sebelum nilai dipindahkan ke buku rapor. KBBI mencatat leger sebagai "(buku) daftar nilai asli siswa (sebelum dipindahkan ke dalam buku laporan pendidikan)". Pada praktik sekolah pelaksana Kurikulum Merdeka, format leger internal yang dapat disesuaikan satuan pendidikan umumnya memuat nilai akhir tiap mapel, jumlah, rata-rata, serta catatan ketercapaian, lalu dipakai untuk memeriksa rapor, rapat kenaikan kelas, dan arsip sekolah. Artikel ini membahas pengertian, isi, format, dan cara membuatnya.
Pengertian dan kedudukan leger
Leger adalah dokumen internal sekolah, bukan dokumen yang dibagikan ke orang tua. Rapor memuat capaian satu murid; leger memuat capaian satu kelas. Karena itu fungsinya berbeda: rapor berkomunikasi dengan murid dan keluarga, leger membantu guru dan kepala sekolah melihat keseluruhan kelas sekaligus, menemukan nilai yang belum masuk atau salah ketik, dan menjadi dasar keputusan bersama.
Dasar hukumnya mengikuti aturan penilaian secara umum. Permendikbudristek Nomor 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan menyebut hasil penilaian dilaporkan dalam laporan hasil belajar yang "tertuang dalam rapor atau bentuk laporan hasil Penilaian lainnya" (Pasal 8), penilaian sumatif menjadi dasar kenaikan kelas dan kelulusan (Pasal 9 ayat 7) dengan cara "membandingkan pencapaian hasil belajar Peserta Didik dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran" (Pasal 9 ayat 8), dan penentuan kenaikan kelas mempertimbangkan laporan kemajuan belajar pada semua mata pelajaran, ekstrakurikuler, dan prestasi lain selama satu tahun ajaran (Pasal 10). Meski tidak ditetapkan secara eksplisit dalam regulasi tersebut, leger dapat digunakan sebagai rekap internal untuk membantu wali kelas dan dewan guru memeriksa laporan kemajuan belajar seluruh murid satu kelas dalam satu lembar.
Panduan Pembelajaran dan Asesmen Edisi Revisi 2025 dari BSKAP (edisi revisi ke-3, Juli 2025) tidak memakai istilah leger, tetapi mengatur dua hal yang menjadi isinya: cara mengolah beberapa sumatif menjadi nilai akhir mata pelajaran, dan format laporan hasil belajar. Panduan itu juga menegaskan "pendidik tidak menggabungkan hasil asesmen formatif dan sumatif karena asesmen formatif dan sumatif memiliki fungsi yang berbeda", sehingga angka yang masuk ke leger hanya berasal dari sumatif.
Isi leger nilai Kurikulum Merdeka
Panduan resmi tidak menetapkan format baku leger, sehingga susunan kolom berikut merupakan contoh format internal yang dapat disesuaikan sekolah melalui dua jenis leger yang lazim dipakai.
Leger kelas (disusun wali kelas)
| Kolom | Isi | Catatan |
|---|---|---|
| No, NIS, NISN, Nama | Identitas murid sesuai Dapodik | Urut abjad atau nomor absen |
| Satu kolom per mata pelajaran | Nilai akhir mapel semester itu pada jenjang/kelas yang menggunakan nilai angka, sama dengan yang tercantum di rapor | Hanya mapel yang diajarkan di kelas itu; untuk Fase A yang memakai rapor tanpa angka, kolom dapat berisi deskripsi singkat |
| Jumlah | Penjumlahan nilai akhir semua mapel | Untuk keperluan tertentu saja; tidak tampil di rapor |
| Rata-rata | Jumlah dibagi banyak mapel yang sudah bernilai | Jangan membagi dengan mapel yang belum dinilai |
| TP belum tercapai / Mapel perlu bimbingan | Banyak tujuan pembelajaran (TP) yang belum tercapai atau mapel di bawah ambang internal sekolah | Bahan rapat kenaikan kelas dan pendampingan/remedial |
| Peringkat (opsional) | Urutan berdasarkan rata-rata | Untuk lembar kerja internal; tidak termasuk dalam format rapor yang direkomendasikan panduan |
| Baris ringkasan | Rata-rata kelas, nilai tertinggi dan terendah per mapel, banyak murid tuntas | Memudahkan membaca kelas secara utuh |
Leger mata pelajaran (disusun guru mapel)
Berisi satu mapel untuk satu kelas dengan kolom per sumatif lingkup materi, sumatif tengah semester dan sumatif akhir semester (jika diselenggarakan sekolah), nilai akhir, kategori ketercapaian, dan deskripsi. Leger inilah yang menunjukkan asal-usul angka di leger kelas, sehingga bila ada orang tua bertanya, guru bisa menelusuri dari nilai akhir ke tiap sumatifnya.
Cara nilai akhir terbentuk: tiga opsi pengolahan
Panduan Pembelajaran dan Asesmen 2025 memberi tiga opsi mengolah sumatif lingkup materi menjadi nilai rapor, dan pilihan opsinya bergantung pada sifat materi.
| Opsi | Cara | Dipakai bila | Contoh dari panduan |
|---|---|---|---|
| Pembobotan | Tiap sumatif diberi bobot, misalnya 20, 20, 20, 40 persen | Materi progresif, ada lingkup yang lebih sulit | Edo: 85, 83, 60, 84 menjadi nilai rapor 80 |
| Persentase | Nilai rapor = persentase tujuan pembelajaran yang tercapai | Materi berkaitan langsung, berjenjang | Edo tercapai 3 dari 4 tujuan, nilai rapor 75 |
| Rata-rata | Rerata semua sumatif lingkup materi | Materi lepas, satu tujuan bukan prasyarat tujuan lain | Edo: 85, 83, 60, 84 menjadi 78 |
Ketiga opsi di atas merupakan panduan umum yang dapat disepakati sekolah di awal semester saat mengolah nilai secara mandiri (misalnya di lembar kerja Excel), sedangkan aplikasi rapor tertentu seperti e-Rapor SiTuntas menerapkan satu rumus pembobotan bawaan. Panduan juga mengingatkan bahwa ketercapaian ditentukan pada setiap tujuan pembelajaran, bukan semata dari nilai akhir mapel, sehingga catatan TP yang belum tercapai sebaiknya tetap terlihat di leger mapel meskipun nilai akhir mapelnya sudah melampaui batas interval tuntas.
Contoh format leger kelas
Contoh format internal untuk kelas VIII B semester ganjil dengan lima mapel pertama; sekolah dapat menyesuaikan dan menambah kolom sesuai struktur kurikulumnya.
Pada contoh itu, sekolah menggunakan pendekatan interval nilai dengan ambang internal batas 70 berdasarkan kriteria tiap tujuan pembelajaran (TP) pada Matematika dan IPA (atau mencatat mapel yang masih memiliki TP belum tercapai), sehingga Candra tercatat pada dua mapel yang memerlukan bimbingan dan namanya masuk daftar pembahasan pendampingan remedial atau rapat kenaikan kelas. Baris rata-rata kelas dapat digunakan untuk pemeriksaan awal sebaran capaian dalam satu mapel, namun mutu soal atau pembelajaran tidak dapat disimpulkan dari perbandingan rata-rata antarmapel semata (misalnya membandingkan Matematika 73,00 dengan PAI 84,00), karena tiap mapel memakai tujuan pembelajaran, instrumen, dan kriteria ketercapaian yang berbeda.
Cara membuat leger nilai langkah demi langkah
- Kunci daftar murid dan mapel. Ambil daftar murid dari Dapodik dan daftar mapel dari pembagian tugas mengajar kelas itu, bukan dari seluruh mapel yang ada di sekolah.
- Sepakati kriteria ketercapaian dan opsi pengolahan per mapel (apakah memakai deskripsi kriteria, rubrik, atau interval nilai berdasarkan tiap TP) sebelum nilai masuk, lalu catat di bagian kepala leger agar pembaca tahu aturan mainnya.
- Kumpulkan leger mapel dari tiap guru dengan tenggat yang sama, misalnya tiga hari sebelum rapat kenaikan atau pleno nilai.
- Salin nilai akhir dan catatan ketercapaian ke leger kelas apa adanya. Jangan membulatkan ulang atau menyesuaikan angka di leger kelas; koreksi dilakukan di leger mapel oleh guru pengampu.
- Hitung jumlah, rata-rata, dan catatan ketercapaian. Di Excel, rata-rata memakai AVERAGE pada rentang nilai agar sel kosong tidak dihitung. Untuk kolom ketercapaian, rekap jumlah TP yang belum tercapai dari leger mapel, atau bila sekolah memakai ambang interval nilai internal (misalnya 70), gunakan COUNTIFS dengan syarat sel terisi dan bernilai "<70" (sesuaikan angkanya).
- Periksa silang dengan rapor. Nilai di rapor murid harus persis sama dengan sel di leger. Perbedaan satu angka pun berarti ada yang salah salin.
- Sahkan dan arsipkan sesuai prosedur satuan pendidikan. Walaupun tidak diatur sebagai kewajiban nasional dalam regulasi penilaian, wali kelas dan kepala sekolah lazim menandatangani serta menyimpan leger kelas bersama leger mapel sesuai tata kelola internal sekolah untuk memudahkan penelusuran nilai di kemudian hari.
Peringkat di leger dan kebijakannya pada rapor
Format laporan hasil belajar dalam Panduan Pembelajaran dan Asesmen 2025 memuat identitas murid, nilai akhir dan capaian kompetensi per mapel, kokurikuler, ekstrakurikuler, ketidakhadiran, catatan wali kelas, dan tanggapan orang tua. Peringkat tidak dicantumkan dalam komponen maupun contoh format rapor yang direkomendasikan panduan, dan standar penilaian menegaskan pencapaian murid dibandingkan dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran, bukan dengan murid lain. Karena itu, pencantuman peringkat di rapor maupun pengumumannya secara terbuka sebaiknya dihindari, kecuali satuan pendidikan memiliki kebijakan serta alasan pedagogis yang dapat dipertanggungjawabkan. Bila sekolah memerlukannya untuk keperluan internal, misalnya seleksi peserta olimpiade atau pemetaan akademik, letakkan di leger sebagai kolom opsional dengan aturan yang jelas: murid dengan rata-rata sama mendapat peringkat sama, dan murid yang belum memiliki nilai lengkap tidak diperingkat.
Leger di e-Rapor SiTuntas
Di e-Rapor SiTuntas, leger tidak diketik ulang, melainkan dibaca langsung dari nilai akhir yang sama dengan yang tercetak di rapor. Saat ini sistem menerapkan rumus pembobotan bawaan tetap 2:1:1 untuk rerata Sumatif Lingkup Materi, STS, dan SAS serta ambang batas ketercapaian bawaan. Leger kelas menampilkan seluruh mapel yang diajarkan di kelas itu berdasarkan penugasan mengajar, dengan kolom nomor, NIS, NISN, nama, nilai per mapel, jumlah, rata-rata, dan banyak mapel di bawah ambang batas, ditambah ringkasan rata-rata kelas serta nilai tertinggi, terendah, dan jumlah murid tuntas per mapel. Rata-rata dihitung hanya dari mapel yang sudah bernilai, sehingga di tengah semester angkanya tidak turun akibat mapel yang belum dinilai. Karena halaman pengaturan e-Rapor belum tersedia di layar, parameter bobot, ambang batas, serta sakelar peringkat pada leger masih mengikuti pengaturan bawaan sistem (peringkat nonaktif secara bawaan), dan rapor cetak tidak pernah memuat peringkat.
Guru mata pelajaran memiliki fitur Leger Mapel Saya: satu mapel satu kelas dengan kolom per sumatif lingkup materi, STS, SAS, nilai akhir, kategori ketercapaian, dan deskripsi sesuai angka yang dipakai rapor. Leger kelas maupun leger mapel dapat dipratinjau di layar dan diunduh sebagai berkas Excel pada fase STS maupun akhir semester untuk bahan verifikasi sebelum rapor dikunci dan dicetak. Baca juga cara menghitung nilai rapor Kurikulum Merdeka, cara membuat KKTP, cara menyiapkan rapor STS beserta leger dan verifikasinya, dan kriteria kenaikan kelas Kurikulum Merdeka yang memakai leger sebagai bahan rapat. Untuk melengkapi rapor, lihat contoh catatan wali kelas.
Kesalahan yang sering terjadi pada leger
- Leger diketik terpisah dari rapor sehingga angkanya berbeda setelah guru merevisi nilai.
- Kolom mapel memuat seluruh mapel sekolah, termasuk yang tidak diajarkan di kelas itu, dan sel kosongnya ikut dihitung dalam rata-rata.
- Formatif dicampur ke nilai akhir, padahal panduan memisahkan fungsinya.
- Peringkat dicetak di rapor atau dibacakan secara terbuka saat pembagian rapor tanpa alasan pedagogis yang jelas, sehingga menggeser fokus dari ketercapaian kompetensi ke perbandingan antarmurid.
- Leger mapel tidak disimpan, sehingga saat ada pertanyaan orang tua, asal-usul nilai akhir dan rincian ketercapaian per tujuan pembelajaran tidak bisa ditelusuri.
Kesimpulan
Leger nilai rapor adalah lembar kerja internal wali kelas yang merangkum capaian semua mapel satu kelas dari pengolahan asesmen sumatif, lalu dipakai untuk membantu memeriksa laporan kemajuan belajar, memverifikasi rapor, serta menyiapkan rapat kenaikan kelas. Format internalnya dapat disesuaikan sekolah—lazimnya memuat identitas murid, nilai per mapel, jumlah, rata-rata, dan catatan ketercapaian tujuan pembelajaran atau ambang internal—dengan peringkat sebagai kolom opsional internal yang tidak termasuk dalam format rapor yang direkomendasikan panduan. Dibuat dari sumber data yang sama dengan rapor, baik di lembar kerja Excel yang tertib maupun di aplikasi, leger menjadi arsip internal yang memudahkan penelusuran nilai.
Bermanfaat? Bagikan ke rekan guru.
WhatsAppReferensi
- Panduan Pembelajaran dan Asesmen PAUD, Dikdas, dan Dikmen Edisi Revisi Tahun 2025 (BSKAP Kemendikdasmen, Juli 2025), Bab 5 Pengolahan dan Pelaporan Hasil Asesmen
- Berkas PDF Panduan Pembelajaran dan Asesmen Edisi Revisi Tahun 2025 (Sistem Informasi Kurikulum Nasional Kemendikdasmen)
- Permendikbudristek Nomor 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan (JDIH BPK RI)
- Permendikbudristek Nomor 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan (salinan JDIH Kemendikbud)
- Panduan Pengembangan Kurikulum Satuan Pendidikan Edisi Revisi Tahun 2025 (BSKAP Kemendikdasmen)
- Dokumentasi Modul e-Rapor Kurikulum Merdeka SiTuntas
- Arti kata leger dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (salinan daring KBBI)
- Cara Mengisi e-Rapor Kurikulum Merdeka, termasuk langkah cetak Leger Nilai Siswa (Orami, 14 Desember 2023)
- Panduan Pembelajaran dan Asesmen Edisi Revisi 2025: ringkasan isi (Imran Tululi, 23 Juli 2025)
Baca juga
- Cara Menyiapkan Rapor STS Kurikulum Merdeka: Nilai, Leger, Verifikasi, dan Cetak
- Kriteria Kenaikan Kelas Kurikulum Merdeka: Aturan, Tabel, dan Berita Acara Rapat
- Contoh Deskripsi Rapor Kokurikuler Pengganti P5: 8 Dimensi Profil Lulusan
- Cara Membuat KKTP: 4 Pendekatan, Interval Nilai, dan Contoh per Fase
- Cara Menghitung Nilai Rapor Kurikulum Merdeka: Rumus, Bobot, dan Contoh
- e-Rapor Kemendikdasmen Wajib atau Tidak? Aturan, Dapodik, dan Kuota SNBP
- Contoh Catatan Wali Kelas di Rapor untuk Berbagai Kondisi Siswa
Bagikan artikel ini
Ingin melihatnya berjalan di sekolah Anda?
SiTuntas dipakai setiap hari di sekolah negeri, tanpa instalasi. Coba gratis, semua modul terbuka. Paket Gratis tetap Rp0 selamanya.
Isi 3 data · Verifikasi singkat · Akun aktif otomatis · Bisa daftar sendiri. Mau dibantu? Chat kami.
Masih punya pertanyaan? Tanya kami via WhatsApp