Contoh Catatan Wali Kelas di Rapor untuk Berbagai Kondisi Siswa

Diterbitkan · Diperbarui

Ditulis oleh Isep Nursamsi, S.T. · guru Informatika yang membangun dan memakai SiTuntas setiap hari di sekolah negeri.

Sampul artikel: Contoh Catatan Wali Kelas di Rapor untuk Berbagai Kondisi Siswa

Catatan wali kelas di rapor adalah kolom tempat wali kelas menuliskan progres perkembangan murid selama satu semester, di luar nilai tiap mata pelajaran. Catatan yang baik menyebut hal spesifik yang teramati, memakai kalimat positif, memberi satu saran tindak lanjut untuk murid atau orang tua, dan tidak membandingkan murid dengan temannya. Di bawah ada 24 contoh siap sunting per kondisi siswa.

Apa yang ditulis di catatan wali kelas menurut panduan rapor?

Panduan Pembelajaran dan Asesmen edisi revisi 2025 dari BSKAP Kemendikdasmen memasukkan catatan wali kelas ke komponen minimal rapor SD, SMP, SMA, dan SMK, bersama nilai, deskripsi, presensi, dan ekstrakurikuler. Pada contoh formatnya, kolom ini diisi catatan wali kelas mengenai progres perkembangan murid, dan tepat di bawahnya ada kolom Tanggapan Orang Tua/Wali Murid.

Arah isinya dijelaskan pada catatan contoh format rapor SD: pengamatan pendidik tentang capaian anak yang tidak tertampung di tujuan pembelajaran per mata pelajaran, termasuk tumbuh kembang dan layanan kesehatan yang perlu diperhatikan orang tua. Untuk fase A contohnya adaptasi murid di sekolah dan interaksinya dengan teman sebaya. Di jenjang mana pun intinya sama: catatan wali kelas bukan ringkasan nilai, karena nilai dan deskripsi capaian sudah ada di tabel mata pelajaran. Contoh rapor di panduan itu juga memakai sapaan Ananda, seperti contoh di artikel ini.

Perannya tertulis di aturan. Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Pasal 18 menyebut wali kelas di SMP, SMA, dan SMK sebagai manajer pengelolaan kelas yang memantau kehadiran dan perkembangan perilaku murid serta menjadi jembatan komunikasi dengan orang tua/wali. Catatan di rapor adalah bentuk tertulis dari peran itu.

Prinsip menulis catatan wali kelas yang baik

  • Spesifik dan teramati. Tulis perilaku yang tercatat, misalnya "tiga kali memimpin diskusi kelompok", bukan cap sifat seperti "anak yang aktif". Prinsip asesmen objektif di panduan tadi menuntut informasi faktual, bukan persepsi pribadi.
  • Positif tanpa menutupi. Mulai dari kekuatan, lalu sampaikan yang perlu diperbaiki sebagai langkah berikutnya. Panduan meminta deskripsi capaian memakai kalimat positif dan memotivasi, dan semangat itu cocok untuk catatan wali kelas.
  • Ada saran tindak lanjut. Permendikbud Nomor 30 Tahun 2017 tentang Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan Pasal 7 menyebut peran keluarga di rumah, antara lain memotivasi semangat belajar anak, mendorong budaya literasi, dan memfasilitasi kebutuhan belajar anak. Saran untuk orang tua sebaiknya mengarah ke hal-hal konkret seperti itu.
  • Tidak membandingkan. Jangan menyebut peringkat, teman, atau kakak. Prinsip asesmen berkeadilan meminta penilaian tidak bias oleh latar belakang atau identitas murid.
  • Ringkas. Panduan meminta laporan kemajuan belajar disusun ringkas dan mengutamakan informasi terpenting; dalam praktik, dua sampai empat kalimat sudah cukup.

Pola yang mudah diingat: satu kekuatan yang teramati, satu hal yang perlu dikembangkan, satu saran yang bisa dijalankan.

24 contoh catatan wali kelas di rapor per kondisi siswa

Salin, lalu ganti angka dan detailnya dengan data murid Anda. Jangan memakai satu contoh utuh untuk banyak murid tanpa mengubah detailnya.

Murid berprestasi akademik

  • Ananda konsisten menyelesaikan tugas sebelum tenggat dan menguasai materi di hampir semua mata pelajaran. Kemampuannya menjelaskan ulang materi kepada teman sekelompok sangat membantu kelas. Semester depan, Ananda dapat ditantang dengan bacaan pengayaan atau lomba sesuai minatnya.
  • Nilai Ananda stabil tinggi, terutama Matematika dan IPA, tetapi Ananda masih cenderung mengerjakan tugas kelompok sendirian. Latihan berbagi peran dalam kelompok akan menumbuhkan kepemimpinannya.
  • Ananda meraih juara 2 cerdas cermat tingkat kecamatan sambil tetap menjaga capaian di kelas. Bapak/Ibu dapat mendukung kebiasaan membacanya dengan mengajak berdiskusi tentang buku yang sedang dibaca.

Nilai turun

  • Nilai Ananda di beberapa mata pelajaran turun dibanding semester lalu, terutama pada tugas rumah. Di kelas Ananda tetap mengikuti pelajaran dengan baik. Mohon Bapak/Ibu membantu menyusun jadwal belajar harian di rumah.
  • Capaian Matematika dan Bahasa Inggris Ananda menurun sejak pertengahan semester, padahal semester lalu keduanya baik. Mengikuti pembelajaran remedial dan bertanya langsung kepada guru mata pelajaran akan membantu Ananda mengejar ketertinggalan.
  • Sejak pertengahan semester, 6 tugas Ananda terlambat dikumpulkan. Ananda dan wali kelas sudah menyepakati jadwal pengumpulan mingguan, dan bantuan Bapak/Ibu mengingatkannya di rumah sangat diharapkan.

Kehadiran rendah

  • Ananda tercatat 9 hari tanpa keterangan, sehingga beberapa materi dan penilaian terlewat. Mohon Bapak/Ibu mengabari wali kelas setiap kali Ananda berhalangan, dan Ananda perlu mengikuti penilaian susulan.
  • Ananda tidak masuk 6 hari karena sakit dan 5 hari karena izin. Saat hadir, Ananda mengikuti pelajaran dengan sungguh-sungguh. Wali kelas siap membantu menyiapkan tugas pengganti bila kabar diterima lebih awal.
  • Ananda hadir setiap hari sepanjang semester dan selalu siap mengikuti pelajaran. Kedisiplinan ini modal yang sangat baik untuk semester berikutnya.

Sering terlambat

  • Ananda datang terlambat 11 kali, sebagian besar pada hari Senin. Ananda sudah bersepakat dengan wali kelas untuk tiba sebelum pukul 06.50. Bantuan Bapak/Ibu mengatur jam tidur Ananda akan sangat berarti.
  • Keterlambatan Ananda berkurang dari 8 kali di awal semester menjadi 2 kali di bulan terakhir. Kemajuan ini patut diapresiasi. Teruskan kebiasaan menyiapkan perlengkapan sekolah sejak malam.

Pendiam atau kurang percaya diri

  • Ananda tekun dan teliti, dan hasil kerja tertulisnya selalu rapi. Ananda masih jarang menyampaikan pendapat di depan kelas. Mengajak Ananda bercerita tentang kegiatan sekolah di rumah dapat membantunya lebih percaya diri berbicara.
  • Sejak pertengahan semester Ananda mulai berani bertanya kepada guru, perubahan yang menggembirakan. Semester depan, Ananda dapat mencoba menjadi juru bicara kelompok sesekali.
  • Ananda nyaman bekerja dalam kelompok kecil dan menjadi pendengar yang baik bagi teman-temannya. Sebagai langkah awal, wali kelas akan memberi Ananda peran pencatat kelompok pada semester berikutnya.

Aktif organisasi atau ekstrakurikuler

  • Ananda aktif sebagai pengurus OSIS dan berhasil menggerakkan jadwal piket kelas. Kesibukan organisasi sempat membuat dua tugasnya terlambat, jadi Ananda perlu membuat jadwal mingguan agar organisasi dan belajar sama-sama berjalan.
  • Ananda rutin berlatih Pramuka dan dipercaya menjadi pemimpin regu. Sikap bertanggung jawabnya juga terlihat di kelas. Jaga waktu istirahat agar stamina tetap baik.
  • Ananda mewakili sekolah dalam lomba pidato tingkat kabupaten. Keberaniannya berbicara di depan umum bisa ditularkan kepada teman, misalnya lewat kegiatan literasi pagi.

Butuh dukungan orang tua

  • Ananda sering tidak membawa buku sesuai jadwal pelajaran. Mohon Bapak/Ibu membantu Ananda memeriksa isi tas setiap malam; jadwal pelajaran terbaru akan dikirim wali kelas melalui grup kelas.
  • Ananda masih kesulitan memahami soal cerita. Membaca bersama 15 menit setiap hari di rumah, lalu meminta Ananda menceritakan ulang isinya, akan sangat membantu kemampuan membacanya.
  • Ada perubahan sikap Ananda menjelang akhir semester yang ingin wali kelas bicarakan secara langsung. Mohon Bapak/Ibu berkenan hadir untuk berbincang bersama wali kelas dan guru BK pada awal semester depan.

Perilaku di kelas

  • Ananda beberapa kali ditegur karena mengobrol saat pelajaran berlangsung. Setelah berbincang dengan wali kelas, Ananda berjanji lebih fokus dan mulai menunjukkan perbaikan. Wali kelas akan terus memantau dan mengabari Bapak/Ibu.
  • Ananda punya banyak ide dan semangat dalam diskusi, dan akan makin berkembang bila belajar menunggu giliran berbicara. Kesepakatan kelas tentang tertib diskusi akan terus dilatih bersama.

Kesehatan

  • Ananda 7 hari tidak masuk karena sakit. Semoga kesehatannya terus membaik. Bila ada kondisi kesehatan yang perlu diketahui sekolah, Bapak/Ibu dapat menyampaikannya langsung kepada wali kelas.
  • Ananda terlihat kesulitan membaca tulisan di papan tulis dari bangku belakang, sehingga tempat duduknya sudah dipindah ke depan. Pemeriksaan mata ke puskesmas atau dokter disarankan.

Kalimat yang sebaiknya dihindari

Kalimat catatan wali kelas yang bermasalah dan penggantinya
HindariMasalahnyaLebih baik
Ananda malas dan susah diatur.Cap sifat, tidak menunjukkan apa yang harus diubahAnanda belum mengumpulkan 5 dari 12 tugas; mari sepakati jadwal pengumpulan.
Nilainya paling rendah di kelas.Membandingkan dan mempermalukanAnanda perlu penguatan pada materi pecahan dan persentase.
Tidak seperti kakaknya dulu.Membandingkan dengan saudaraSebut kemajuan Ananda sendiri dibanding semester lalu.
Pertahankan prestasimu. (sama untuk semua murid)Generik, terbaca sebagai salinanTambahkan satu hal spesifik tentang murid itu.
Diduga hiperaktif.Diagnosis bukan wewenang wali kelasTulis perilaku yang teramati, lalu ajak orang tua bicara langsung.
Tiga kali berkelahi dan dipanggil BK.Rincian kasus tercatat permanen di dokumen yang dibawa pulangAda hal yang ingin wali kelas bicarakan langsung dengan Bapak/Ibu.

Kapan sebuah hal dibicarakan langsung, bukan ditulis di rapor?

Rapor dibawa pulang dan disimpan bertahun-tahun. Hal yang sensitif lebih baik disampaikan tatap muka: dugaan perundungan, masalah keluarga, kasus disiplin berat, atau dugaan gangguan kesehatan dan perkembangan. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi Pasal 4 ayat (2) menggolongkan data dan informasi kesehatan serta data anak sebagai data pribadi yang bersifat spesifik, jadi tulis seperlunya. Cukup sebut kebutuhan yang perlu ditindaklanjuti orang tua, seperti contoh pemeriksaan mata di atas, bukan diagnosis.

Waktunya juga penting. Panduan Pembelajaran dan Asesmen mengingatkan bahwa komunikasi dengan orang tua sebaiknya berjalan sepanjang tahun ajaran, dan hal mendesak disampaikan sebelum masa rapor. Untuk ketidakhadiran, wali kelas diminta mendeteksi masalahnya sedini mungkin agar tidak menumpuk di akhir semester. Catatan rapor tidak boleh menjadi kabar pertama tentang masalah yang sudah berlangsung berbulan-bulan.

Draf catatan wali kelas berbasis data di e-Rapor SiTuntas

Menulis catatan untuk tiga puluhan murid menjelang tenggat termasuk pekerjaan wali kelas yang paling menyita waktu. Di e-Rapor SiTuntas, menu Kehadiran & Catatan Wali punya tombol Buat draf catatan sekelas. Draf disusun hanya dari data yang ada: kalimat capaian dengan rata-rata nilai akhir bila nilainya sudah terisi, ketidakhadiran bila ada hari tanpa keterangan atau sakit lima hari atau lebih, dan prestasi bila tercatat di e-Poin, lalu ditutup kalimat penyemangat. Murid tanpa satu pun data mendapat draf kosong, bukan kalimat umum.

Wali kelas kemudian menyunting per murid, sampai 1.000 karakter, dan catatan yang sudah disunting tidak tertimpa bila draf dibuat ulang kecuali diminta. Hal yang tidak pernah masuk basis data, seperti murid pendiam yang mulai berani bertanya, tetap ditulis wali kelas sendiri; contoh di atas bisa menjadi titik awalnya. Kehadiran di rapor ditarik lewat tombol Tarik dari e-Presensi, dan setelah wali kelas menekan Verifikasi, rapor terkunci sampai ke catatannya. Modul ini ada di paket Lengkap dan Premium; rinciannya di halaman e-Rapor. Pola pembinaan murid yang sering terlambat dibahas di cara mengatasi siswa yang sering terlambat, dan bila catatan perlu dilanjutkan dengan pertemuan, pakai contoh surat panggilan orang tua.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa panjang ideal catatan wali kelas di rapor?

Panduan Pembelajaran dan Asesmen tidak menetapkan jumlah kata, tetapi meminta laporan kemajuan belajar disusun ringkas dengan mengutamakan informasi terpenting. Dua sampai empat kalimat umumnya cukup: satu kekuatan, satu hal yang perlu dikembangkan, dan satu saran tindak lanjut. Periksa juga batas karakter di aplikasi rapor yang dipakai sekolah.

Bolehkah catatan wali kelas memuat kekurangan siswa?

Boleh, asal disampaikan sebagai langkah berikutnya, bukan sebagai cap. Tulis perilaku yang teramati beserta saran perbaikannya, misalnya jumlah tugas yang belum dikumpulkan dan jadwal yang sudah disepakati. Hindari kata sifat seperti malas atau nakal yang tidak memberi petunjuk apa pun kepada orang tua.

Apa bedanya catatan wali kelas dengan deskripsi capaian kompetensi?

Deskripsi capaian ditulis guru mata pelajaran per mapel, berdasarkan tujuan pembelajaran yang sudah dan belum dicapai. Catatan wali kelas menggambarkan progres perkembangan murid secara umum, termasuk hal yang tidak tertampung di tujuan pembelajaran mapel, seperti kehadiran, sikap belajar, dan hubungan dengan teman.

Bolehkah memakai kalimat catatan yang sama untuk banyak siswa?

Kerangkanya boleh sama, tetapi setiap catatan perlu memuat minimal satu detail yang hanya berlaku untuk murid itu, seperti angka kehadiran, kegiatan yang diikuti, atau perubahan yang terlihat. Bila dua rapor berisi kalimat yang persis sama, catatan itu terbaca sebagai salinan dan kehilangan maknanya.

Apakah orang tua bisa menanggapi catatan wali kelas?

Bisa. Contoh format rapor di Panduan Pembelajaran dan Asesmen menyediakan kolom Tanggapan Orang Tua/Wali Murid di bawah catatan wali kelas, berisi komentar, kesan, dan pesan untuk sekolah atau guru. Tanggapan itu layak dibaca dan ditindaklanjuti, misalnya dengan menghubungi orang tua yang menuliskan kekhawatiran.

Referensi

Ingin melihatnya berjalan di sekolah Anda?

SiTuntas dipakai setiap hari di sekolah negeri. Semua modul terbuka, tanpa instalasi.

Isi 3 data · Verifikasi singkat · Akun aktif otomatis · Tidak perlu chat admin

Masih punya pertanyaan? Tanya kami via WhatsApp