CBT

Contoh Kisi-Kisi Soal Sumatif Akhir Semester Kurikulum Merdeka (IPA Kelas 8)

Sampul artikel: Contoh Kisi-Kisi Soal Sumatif Akhir Semester Kurikulum Merdeka (IPA Kelas 8)

Kisi-kisi soal sumatif akhir semester adalah matriks yang memetakan tujuan pembelajaran, materi, indikator soal, level kognitif, bentuk, dan nomor soal sebelum satu butir pun ditulis. Fungsinya memastikan soal SAS mengukur TP yang sudah diajarkan, bukan sekadar hafalan. Di bawah ada tabel kisi-kisi IPA kelas 8 siap salin, proporsi level kognitif, contoh kartu soal, dan pembagian kerja MGMP.

Apa fungsi kisi-kisi soal, dan apakah SAS masih wajib di Kurikulum Merdeka?

Panduan Penilaian Tes Tertulis terbitan Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) tahun 2019 mendefinisikan kisi-kisi sebagai format berbentuk matriks yang menjadi pedoman penulisan soal dan perakitan tes, supaya soal dari beberapa penulis tetap setara. Syaratnya tiga: mewakili isi kurikulum, komponennya rinci dan jelas, dan setiap barisnya bisa dibuatkan soal.

Dasar hukumnya Permendikbudristek Nomor 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan (ditetapkan 26 April 2022, diundangkan 28 April 2022, mencabut Permendikbud 23/2016 dan 53/2015). Pasal 3 ayat (1) mengurutkan prosedur penilaian: perumusan tujuan, pemilihan atau pengembangan instrumen, pelaksanaan, pengolahan, pelaporan. Pasal 4 meminta tujuan penilaian selaras dengan tujuan pembelajaran, Pasal 5 meminta instrumen dikembangkan dari rencana penilaian. Kisi-kisi adalah wujud tertulis dua langkah pertama itu, meski peraturannya tidak memakai kata "kisi-kisi".

Apakah SAS wajib? Panduan Pembelajaran dan Asesmen edisi revisi 2025 dari BSKAP menyatakan asesmen sumatif dapat dilakukan pada akhir lingkup materi atau akhir semester, dan khusus asesmen akhir semester "bersifat pilihan": kalau data sumatif lingkup materi sudah cukup, guru tidak perlu mengadakannya. Jadi SAS adalah keputusan sekolah, dan sekolah yang mengadakannya harus bisa menjawab TP mana yang diukur, karena hasilnya dibandingkan dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (Pasal 9 ayat 8). Jawabannya: kisi-kisi.

Komponen kisi-kisi Kurikulum Merdeka: dari CP sampai nomor soal

Menurut Puspendik, kisi-kisi terdiri atas identitas dan matriks. Kolom kompetensi dasar di matriks Kurikulum 2013 kini diganti tujuan pembelajaran (TP) turunan Capaian Pembelajaran. CP yang berlaku ditetapkan lewat Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tertanggal 16 Juli 2025, yang mencabut Kepka BSKAP 032/H/KR/2024.

KomponenIsiContoh isian
IdentitasSekolah, mapel, kelas dan fase, semester, jumlah soal, waktuIPA, VIII Fase D, ganjil 2026/2027, 40 soal, 90 menit
Capaian PembelajaranKalimat CP dari Kepka BSKAP 046/H/KR/2025"menganalisis hubungan usaha dan energi"
Tujuan PembelajaranTP turunan CP di ATP sekolah, dengan kode8.2 Menganalisis hubungan usaha, energi, dan daya
MateriLingkup materi esensialUsaha dan energi
Indikator soal(Stimulus) + siswa dapat + perilaku terukurDisajikan gambar orang mendorong lemari, siswa dapat menghitung usaha
Level kognitifL1, L2, atau L3L2
Bentuk dan nomor soalPG, PG kompleks, menjodohkan, isian, uraian; nomor di naskahIsian, nomor 31

Kolom yang paling sering salah adalah indikator soal. Puspendik memberi empat syarat: memuat ciri kompetensi yang diukur, memakai kata kerja operasional yang terukur, berkaitan dengan materi, dan dapat dibuatkan soalnya. Untuk memilih materi, panduan yang sama memberi empat saringan: urgensi, relevansi, kontinuitas, dan keterpakaian.

Contoh kisi-kisi soal sumatif akhir semester IPA kelas 8 (10 baris siap salin)

  • Identitas: SMPN 2 Cikalong (nama fiktif), IPA kelas VIII Fase D, semester ganjil 2026/2027, CP mengacu Kepka BSKAP 046/H/KR/2025
  • 40 soal: 20 PG, 5 PG kompleks, 5 menjodohkan, 5 isian singkat, 5 uraian; 90 menit

CP IPA Fase D elemen Pemahaman IPA antara lain meminta murid "menganalisis sistem organisasi kehidupan, fungsi, serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ", "menganalisis ragam gerak, gaya, dan tekanan", dan "menganalisis hubungan usaha dan energi". Rumusan dan urutan TP mengikuti ATP sekolah fiktif ini; sesuaikan dengan ATP Anda. Tabel memuat 10 baris pertama dari 40.

No.Tujuan PembelajaranMateriIndikator soalLevelBentukNo. soal
18.1 Menganalisis struktur dan fungsi organ pencernaan serta gangguannyaOrgan pencernaan dan enzimDisajikan tabel organ, enzim, dan fungsi yang sebagian kosong, siswa dapat mengidentifikasi pasangan yang tepatL1PG1
28.1Gangguan pencernaanDisajikan kasus siswa yang nyeri lambung karena sering telat makan, siswa dapat menentukan gangguan dan penyebabnyaL2PG kompleks21
38.1Uji zat makananDisajikan data uji lugol, biuret, dan benedict pada tiga bahan, siswa dapat menganalisis bahan yang paling cepat menjadi energi beserta alasannyaL3Uraian36
48.2 Menganalisis hubungan usaha, energi, dan dayaUsaha dan energiDisajikan gambar orang mendorong lemari dengan gaya dan perpindahan tertentu, siswa dapat menghitung besar usahaL2Isian singkat31
58.2Perubahan bentuk energiSiswa dapat menjodohkan alat rumah tangga dengan perubahan energi yang terjadiL1Menjodohkan26
68.3 Menganalisis keuntungan mekanis pesawat sederhanaTuasDisajikan gambar tuas dengan tiga posisi titik tumpu, siswa dapat menganalisis posisi dengan keuntungan mekanis terbesar dan alasannyaL3PG kompleks22
78.4 Menganalisis tekanan zat padat, cair, dan gas serta penerapannyaTekanan zat padatDisajikan gambar balok yang diletakkan pada tiga sisi berbeda, siswa dapat menentukan posisi dengan tekanan terbesarL2PG2
88.4Hukum PascalDisajikan ilustrasi dongkrak hidrolik dengan luas kedua penampang dan gaya pada penampang kecil, siswa dapat menghitung gaya angkatnyaL2Uraian37
98.5 Mengklasifikasikan unsur, senyawa, dan campuran serta memilih metode pemisahannyaUnsur, senyawa, campuranDisajikan daftar delapan zat di rumah, siswa dapat mengelompokkannya ke unsur, senyawa, atau campuranL1PG3
108.5Pemisahan campuranDisajikan tabel percobaan pemisahan garam dan pasir yang satu langkahnya keliru, siswa dapat mengevaluasi langkah itu dan mengusulkan perbaikannyaL3Uraian38

Polanya: satu TP diwakili beberapa baris dengan level dan bentuk berbeda, indikator L2 dan L3 hampir selalu diawali "disajikan" karena butuh stimulus, dan baris 10 sekaligus mengukur elemen Keterampilan Proses.

Berapa proporsi level kognitif dan bentuk soal yang wajar?

Puspendik mengelompokkan proses kognitif Anderson dan Krathwohl ke tiga level: L1 pengetahuan dan pemahaman (C1-C2), L2 aplikasi (C3), L3 penalaran (C4-C6). Acuan yang lazim dipakai sekolah adalah komposisi Ujian Nasional 2019 yang diumumkan Kepala Balitbang Kemendikbud Totok Suprayitno pada 27 Maret 2019: 25-30 persen L1, 50-60 persen L2, 10-15 persen L3. Itu bukan aturan SAS, tetapi titik awal yang masuk akal.

LevelKata kerja di indikatorPorsiDari 40 soal
L1 Pengetahuan dan pemahamanmenyebutkan, mengidentifikasi, menjelaskan, mengelompokkan25-30%10-12
L2 Aplikasimenghitung, menentukan hasil, menerapkan, menggunakan50-60%20-24
L3 Penalaranmenganalisis, membedakan, menghubungkan, menilai, memeriksa, merancang10-20%4-8

CP IPA Fase D didominasi kata "menganalisis", jadi kisi-kisi yang seluruhnya L1 tidak mengukur CP. Kelas yang banyak siswanya masih perlu bimbingan boleh menggeser ke 35/50/15, tetapi jangan menghapus L3. Rancangan bentuk soal berikut berskor maksimal tepat 100.

Bentuk soalJumlahNomorSkor per butirSkor maksimalCocok untuk
Pilihan ganda201-20240L1, L2; L3 bila berstimulus
PG kompleks521-254, boleh parsial20L2, L3
Menjodohkan526-30210L1
Isian singkat531-35210L1, L2
Uraian536-404, rubrik 0-420L3

Empat bentuk pertama bisa dikoreksi otomatis; uraian tetap dikoreksi guru dengan rubrik. Beri menjodohkan pilihan jawaban lebih banyak daripada pernyataannya supaya pasangan terakhir tidak otomatis benar.

Dari kisi-kisi ke kartu soal: contoh satu butir uraian lengkap

Kartu soal adalah satu lembar per butir yang membawa baris kisi-kisi bersama rumusan soal, kunci, dan pedoman penskoran, sehingga penelaah bisa memeriksa satu butir tanpa membuka naskah utuh. Berikut kartu soal untuk baris 3 di atas.

Bagian kartu soalIsi
TP / materi8.1 Menganalisis struktur dan fungsi organ pencernaan serta gangguannya / Uji zat makanan
Level / bentuk / nomorL3 / uraian / 36
StimulusTiga bahan makanan diuji. Bahan A: lugol biru kehitaman, biuret tetap, benedict tetap. Bahan B: lugol tetap, biuret ungu, benedict tetap. Bahan C: lugol biru kehitaman, biuret tetap, benedict merah bata.
PertanyaanRani akan mengikuti lomba lari 30 menit lagi dan membutuhkan energi yang cepat tersedia. Berdasarkan data uji, bahan mana yang paling tepat dimakan Rani? Jelaskan alasanmu dengan mengaitkan hasil uji dan jenis zat makanannya.
Kunci jawabanBahan C. Merah bata pada uji benedict menunjukkan glukosa, gula sederhana yang cepat menjadi energi tanpa pencernaan panjang. Bahan A hanya amilum yang harus dicerna dulu; bahan B protein, bukan sumber energi cepat.
Rubrik 0-44: memilih C, alasan glukosa cepat diserap, mengaitkan dengan hasil benedict. 3: memilih C dengan alasan benar tanpa mengaitkan hasil uji. 2: memilih C tanpa alasan, atau alasan benar tetapi bahan salah. 1: menjawab tanpa dasar data. 0: tidak menjawab.

Cara membagi kerja MGMP sekolah supaya kisi-kisi selesai tepat waktu

Untuk SAS ganjil yang biasanya jatuh akhir November sampai awal Desember, jadwal tiga minggu berikut cukup untuk tiga guru IPA paralel.

  1. Minggu pertama November: rapat MGMP mapel. Tetapkan TP yang diujikan, yaitu hanya yang sudah tuntas diajarkan di semua kelas paralel (cek jurnal mengajar), lalu sepakati jumlah soal, bentuk, proporsi level, dan bobot per TP sebanding JP-nya.
  2. Bagi kerja per TP, bukan per bentuk soal. Tiga guru masing-masing mengambil satu sampai dua TP; penulis yang menguasai konteks TP menghasilkan stimulus yang masuk akal.
  3. Isi indikator soal dulu, soalnya belakangan. Koordinator memeriksa: setiap TP terwakili, proporsi level tercapai, tidak ada indikator yang mustahil dibuat soalnya.
  4. Minggu kedua: tulis soal dan kartu soal, lalu telaah silang. Guru A menelaah soal guru B, B menelaah C, memakai kaidah materi, konstruksi, dan bahasa dari Puspendik: konsep benar, soal sesuai indikator, tidak memberi petunjuk ke jawaban, gambar berfungsi.
  5. Minggu ketiga: rakit naskah. Urutkan dari mudah ke sukar di tiap blok bentuk, cocokkan kunci dengan kartu soal, unggah ke aplikasi ujian, lalu arsipkan kisi-kisi dan kartu soal untuk tahun depan.
  6. Dua minggu sebelum ujian: bagikan kisi-kisi versi siswa berisi TP, materi, dan indikator umum tanpa nomor soal dan kunci.

Sekolah dengan satu guru IPA tetap butuh penelaah: mintalah guru IPA sekolah tetangga lewat MGMP kabupaten.

Kesalahan umum dalam kisi-kisi SAS dan cara menghindarinya

  • Soal tidak sesuai TP. Biasanya karena soal disalin dari bank soal lama berbasis KD, lalu kisi-kisinya disesuaikan belakangan. Cek: setiap baris punya kode TP dari ATP sekolah dan TP itu tercatat selesai di jurnal.
  • Semua soal L1. Empat puluh soal hafalan istilah mudah dikoreksi, tetapi tidak mengukur CP yang berbunyi "menganalisis".
  • Indikator tanpa kata kerja terukur. "Siswa memahami tekanan" tidak bisa dibuatkan soal; ganti dengan menghitung, menentukan, atau menganalisis.
  • Satu TP diborong. Lima belas soal sistem pencernaan, dua soal tekanan. Bobot per TP sebaiknya sebanding dengan alokasi JP di ATP.
  • Kisi-kisi dibuat setelah soal jadi. Paling umum dan paling merusak: kisi-kisi berubah dari pedoman menjadi dokumen administrasi yang menyalin apa pun yang terlanjur ditulis.

Kalau bank soal sekolah sudah tertaut ke TP

Semua langkah di atas bisa dikerjakan dengan Word dan Excel. Yang sulit dijaga adalah tautan soal-ke-TP setelah ujian: kisi-kisi di Word, naskah di aplikasi ujian, hasil di Excel, dan TP mana yang paling banyak gagal tidak terlihat. Di modul CBT SiTuntas, soal di Bank Soal ditautkan ke TP dari bank ATP sekolah, dengan tujuh tipe soal (pilihan ganda, benar-salah, PG kompleks, PGK tabel, menjodohkan, isian, uraian) dan impor dari Word.

Paket ujian disusun manual atau diacak dari bank, Periode Ujian menjadwalkan SAS seluruh kelas dan mapel sekaligus, dan setelah ujian Analisis Butir menampilkan tingkat kesukaran, daya beda, distraktor, serta ketuntasan per TP, sehingga kisi-kisi bisa diperiksa balik. Alur lengkapnya ada di panduan cara membuat ujian CBT di sekolah langkah demi langkah; kalau bank ATP-nya belum rapi, mulai dari cara menyusun ATP dari CP.

Aplikasi tidak menyusun kisi-kisi dan tidak menulis indikator soal; keputusan TP, proporsi level, dan bobot tetap lahir di rapat MGMP. Nilai CBT juga tidak otomatis masuk e-Rapor.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah kisi-kisi soal SAS wajib dibagikan kepada siswa?

Tidak ada aturan yang mewajibkannya, tetapi praktik yang sehat adalah membagikan versi ringkas berisi TP, materi, dan indikator umum, tanpa nomor soal dan kunci, sekitar dua minggu sebelum ujian, supaya siswa belajar pada tujuan pembelajaran, bukan menebak bab.

Bagaimana kalau buku IPA di sekolah kami urutan babnya berbeda dari contoh?

Ganti kolom TP dan materi sesuai ATP sekolah Anda; CP-nya tetap sama karena bersumber dari Kepka BSKAP 046/H/KR/2025. Yang penting setiap baris menunjuk TP yang sudah diajarkan di semua kelas paralel.

Bolehkah SAS hanya berisi pilihan ganda supaya koreksinya cepat?

Secara aturan boleh, karena tes tertulis memang bisa berbentuk pilihan ganda saja. Masalahnya level penalaran sulit diukur dengan PG biasa, padahal CP IPA Fase D banyak memakai kata menganalisis. Jalan tengahnya: PG kompleks berstimulus untuk L3 ditambah beberapa uraian berubrik.

Apakah format kisi-kisi Kurikulum 2013 dengan kolom KD masih bisa dipakai?

Formatnya bisa, isinya tidak. Ganti kolom Kompetensi Dasar dengan TP turunan CP, dan bila perlu tambahkan kolom elemen CP. Soal lama boleh dipakai ulang selama TP-nya cocok dan butirnya ditelaah lagi.

Bagaimana kalau analisis butir menunjukkan satu TP ketuntasannya rendah di semua kelas?

Periksa berurutan: soalnya bermasalah (lihat daya beda dan distraktor), TP belum diajarkan tuntas (cek jurnal), atau materinya memang sulit. Kalau dua yang pertama aman, TP itu menjadi bahan remedial, yang menurut Panduan 2025 berupa pendampingan pada kriteria yang belum tercapai, bukan sekadar mengulang soal.

Bermanfaat? Bagikan ke rekan guru.

WhatsApp

Referensi

  1. Panduan Pembelajaran dan Asesmen Edisi Revisi Tahun 2025 (salinan PDF), Pusat Kurikulum dan Pembelajaran BSKAP Kemendikdasmen
  2. Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada PAUD, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah (salinan PDF), BSKAP Kemendikdasmen
  3. Permendikbudristek Nomor 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan pada PAUD, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah, JDIH BPK
  4. Panduan Penilaian Tes Tertulis (2019), Pusat Penilaian Pendidikan Kemendikbud, Repositori Kemendikdasmen
  5. Tingkat Kesulitan Soal UN 2019 Tidak Berubah, Ini Komposisi Soalnya (27 Maret 2019), BPMP Provinsi Kalimantan Tengah Kemendikdasmen

Bagikan artikel ini

Bagikan ke WhatsApp

Ingin melihatnya berjalan di sekolah Anda?

SiTuntas dipakai setiap hari di sekolah negeri, tanpa instalasi. Coba gratis, semua modul terbuka. Paket Gratis tetap Rp0 selamanya.

Isi 3 data · Verifikasi singkat · Akun aktif otomatis · Bisa daftar sendiri. Mau dibantu? Chat kami.

Masih punya pertanyaan? Tanya kami via WhatsApp