CBT

Cara Membuat Ujian CBT Online di Sekolah, Langkah demi Langkah

Sampul artikel: Cara Membuat Ujian CBT Online di Sekolah, Langkah demi Langkah

Beralih dari ujian kertas ke ujian berbasis komputer sering terdengar rumit, apalagi bagi sekolah yang belum pernah mencobanya. Padahal kalau dipecah, alurnya cuma lima tahap: bank soal, paket ujian, pembagian sesi, penyiapan perangkat, lalu koreksi otomatis. Panduan ini ditujukan untuk sekolah yang baru mulai, termasuk bagian yang masih butuh tenaga manusia.

Ringkasan alur: lima tahap dan siapa yang mengerjakannya

Sebelum masuk ke rincian, ada baiknya melihat peta besarnya dulu. Hampir semua aplikasi CBT sekolah memakai urutan yang sama, hanya nama menunya yang berbeda. Yang sering terlewat adalah pembagian peran: kalau semua tahap ditumpukan ke satu operator, ujian pertama hampir pasti kacau.

TahapYang dikerjakanBiasanya oleh
1. Bank soalMenulis atau mengimpor soal per mapel, kunci jawaban, bobot, level kesukaranGuru mata pelajaran
2. Paket ujianMemilih soal yang masuk, jumlah, bobot, pengacakanGuru mata pelajaran
3. Jadwal dan sesiKelas, tanggal, jam, durasi, token, pengawas, nomor pesertaWakasek kurikulum atau operator
4. Perangkat dan gladi bersihRuang, perangkat, akun siswa, jaringan, uji coba satu kelasProktor atau teknisi, wali kelas
5. Pelaksanaan dan koreksiMemantau sesi, berita acara, koreksi uraian, membaca analisis butirPengawas ruang, guru mata pelajaran

1. Bangun bank soal sebagai aset, bukan file sekali pakai

Fondasi CBT adalah bank soal. Kumpulkan soal per mata pelajaran dan per bab di satu tempat, lengkap dengan kunci jawaban dan level kesulitannya. Anggap ini investasi jangka panjang: sekali dibangun, koleksi soal bisa dipakai ulang, diperbaiki, dan diperkaya tiap tahun tanpa hilang ketika gurunya pindah tugas. Bandingkan dengan naskah kertas yang biasanya berakhir di laci setelah satu kali pakai.

Untuk sekolah yang sudah menyimpan soal dalam dokumen Word, memasukkannya satu per satu melelahkan. Karena itu SiTuntas menyediakan impor dari Word (.docx) dengan pratinjau validasi sebelum soal disimpan, sehingga naskah lama bisa dipindahkan tanpa mengetik ulang; template Word-nya bisa diunduh, dan format tabel yang lazim dipakai aplikasi CBT lain seperti CBT Garuda juga dikenali. Ragam soal juga tidak terbatas pilihan ganda. Ada tujuh tipe yang bisa dimasukkan: pilihan ganda, benar-salah, pilihan ganda kompleks, pilihan ganda kompleks berbentuk tabel, menjodohkan, isian, dan uraian, dengan editor yang mendukung gambar dan rumus matematika. Ragam ini sejalan dengan bentuk penilaian yang diatur dalam Standar Penilaian Pendidikan, dan sekaligus menyiapkan siswa pada bentuk soal AKM yang dipakai asesmen nasional.

2. Rakit soal menjadi paket ujian

Bank soal adalah gudang, paket ujian adalah lembar soal yang dikerjakan siswa. Di tahap ini Anda memilih soal mana yang masuk, berapa jumlahnya, dan bagaimana bobotnya. Satu bank soal yang gemuk bisa melahirkan banyak paket berbeda: ujian harian, penilaian tengah semester, sampai ujian akhir, tanpa menyusun ulang dari nol. Paket bisa disusun manual satu per satu atau diambil acak dari bank menurut jumlah yang ditentukan.

Di tahap ini Anda mengatur perilaku ujian. Urutan soal dan urutan opsi jawaban bisa diacak per siswa, sehingga dua anak yang duduk berdekatan tidak melihat nomor satu yang sama. Pengacakan adalah cara paling sederhana menekan kerja sama, dan ia jauh lebih murah daripada memisahkan ratusan siswa ke ruang berbeda. Anda juga menentukan durasi pengerjaan serta kapan nilai boleh dilihat siswa. Pembahasan soal pun bisa dibuka untuk siswa setelah ujian, bila guru menghendaki. Untuk siswa berkebutuhan khusus, sediakan akomodasi berupa waktu ekstra sejak awal, bukan diperbaiki di tengah ujian.

3. Bagi peserta ke dalam sesi sesuai jumlah perangkat

Kendala paling nyata di lapangan adalah jumlah komputer. Solusinya membagi peserta menjadi beberapa sesi. Laboratorium berisi 40 unit, misalnya, bisa melayani 120 siswa dalam tiga sesi bergiliran. Kalau kebijakan sekolah mengizinkan, perangkat siswa sendiri seperti HP atau tablet juga bisa dilibatkan lewat browser, sehingga tekanan pada laboratorium berkurang.

Pembagian sesi juga memberi ruang bagi jaringan. Empat puluh siswa yang login bersamaan lebih ringan bagi koneksi daripada tiga ratus siswa sekaligus. Susun jadwal antar sesi dengan jeda cukup untuk merapikan ruang dan memastikan sesi sebelumnya sudah selesai.

Untuk ulangan harian, satu jadwal per kelas dengan satu token sudah cukup. Yang berat adalah penilaian tengah dan akhir semester: seluruh kelas, seluruh mapel, beberapa hari, dan pengawas yang tidak boleh bentrok dengan jam mengajarnya. Di SiTuntas pekerjaan ini disebut Periode Ujian: sekolah mengisi matriks kelas, mapel, dan sesi lewat wizard, mesin penyusun menempatkan sesi dan pengawas (biasanya guru pengampu) tanpa bentrok, lalu keluar token per sesi, nomor peserta massal per tingkat, kartu peserta, daftar hadir, dan poster jadwal per kelas maupun per guru. Siswa yang sakit mendapat jadwal susulan tanpa membongkar periode. Jadwal itu juga tampil di portal siswa dan orang tua, dan bisa dikirim lewat WhatsApp ke pengawas dan orang tua bila sekolah menyalakannya.

4. Siapkan perangkat, ruang, dan lakukan gladi bersih

Sebelum ujian sungguhan, jalankan simulasi dengan satu kelas. Tujuannya memastikan tiga hal: siswa bisa login dengan lancar, koneksi stabil di ruang ujian, dan pengawas memahami alurnya. Sebagian besar kekacauan CBT bermula dari ketiadaan gladi bersih, bukan dari sistemnya. Pemerintah pun memakai pola yang sama: untuk TKA dan Asesmen Nasional 2026 jenjang SMA/MA dan SMK/MAK, Kemendikdasmen menjadwalkan simulasi 21 sampai 27 September 2026 dan gladi bersih 5 sampai 18 Oktober 2026 sebelum pelaksanaan utama 26 Oktober sampai 8 November 2026. Kalau ujian nasional saja butuh dua kali latihan, ujian sekolah pertama Anda layak mendapat minimal satu.

Daftar periksa gladi bersih yang kami pakai:

  1. Akun siswa aktif dan siswa tahu nama pengguna serta kata sandinya; nomor peserta sudah diterbitkan.
  2. Browser di tiap perangkat sudah diperbarui, dan perangkat cadangan tersedia minimal dua unit per ruang.
  3. Jaringan diuji dengan jumlah peserta sesungguhnya, bukan hanya oleh satu laptop operator.
  4. Token sesi dipegang pengawas, bukan ditempel di dinding sejak pagi.
  5. Pengawas sudah mencoba membuka monitor ujian dan tahu siapa yang memperpanjang waktu bila ada kendala.
  6. Kartu peserta dan daftar hadir sudah dicetak untuk ruang yang butuh dokumen kertas.

Satu kekhawatiran klasik guru adalah listrik padam atau sinyal putus di tengah ujian. Untuk itu, pengerjaan di SiTuntas memakai dua pengaman. Pertama, jawaban tersimpan otomatis secara berkala, jadi tidak hilang saat browser tiba-tiba tertutup. Kedua, penghitung waktu berjalan di server, bukan di perangkat siswa, sehingga siswa yang sempat terputus lalu masuk kembali melanjutkan dari sisa waktu yang benar, bukan waktu yang mengulang dari awal.

5. Hari pelaksanaan: aturan lebih ketat, peran pengawas berubah

Untuk ujian bertaruhan tinggi, aktifkan mode ketat. Setiap kali siswa berpindah tab atau layar ujian kehilangan fokus, kejadian itu tercatat dan terlihat oleh pengawas. Sistem juga bisa menolak login dari perangkat kedua dengan akun yang sama, dan verifikasi wajah bisa dinyalakan bila data wajah siswa sudah terdaftar. Sekolah yang ingin lapisan tambahan di perangkat Android dapat menyalakan gerbang Exam Browser; aplikasinya dibangun sendiri oleh sekolah, bukan diunduh dari Play Store. Lapisan ini menekan peluang membuka tab lain atau memotret soal, meski tidak ada pengaturan perangkat lunak yang bisa menggantikan pengawasan manusia sepenuhnya.

Peran pengawas pun bergeser. Di CBT, ia tidak lagi membagikan dan menghitung kertas, melainkan memastikan setiap siswa mengerjakan di layar yang benar. Monitor ujian menampilkan siapa sudah mulai, siapa masih mengerjakan, siapa sudah selesai, dan siapa yang berkali-kali berpindah tab. Bila token terlanjur tersebar, token diputar; bila listrik sempat padam, sesi diperpanjang, keduanya dari halaman pelaksanaan hari itu. Berita acara pelaksanaan berkop sekolah dan daftar hadir terisi dari data sesi. Administrasi yang dulu memakan waktu setelah ujian kini beres seiring ujian berlangsung.

6. Setelah selesai: koreksi otomatis dan analisis butir

Inilah alasan utama sekolah berpindah ke CBT. Untuk pilihan ganda, benar-salah, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, dan isian yang kuncinya jelas, nilai keluar begitu waktu habis, tanpa memeriksa lembar satu per satu. Kalau ada variasi jawaban isian yang ternyata benar, misalnya "7" dan "7 kantong", kunci ditambah dan nilai dihitung ulang tanpa membongkar hasil. Soal uraian tetap dikoreksi guru secara manual, karena penilaian jawaban terbuka membutuhkan pertimbangan manusia. Aplikasi membantu di dua titik: alat Kemiripan Jawaban Uraian menandai jawaban yang terlalu serupa sebagai bahan tinjau, bukan vonis, dan koreksi berbantuan AI bisa dinyalakan bila sekolah memasang kunci API-nya sendiri (bawaannya tidak aktif).

Setelah nilai lengkap, rekap per kelas langsung tersedia dan bisa diekspor ke Excel atau PDF, satu jadwal atau banyak kelas sekaligus. Nilai CBT tidak otomatis mengalir ke e-Rapor. Guru mengekspor rekap, lalu menempelkan kolom nilai ke lembar input nilai, baik di e-Rapor maupun di aplikasi rapor yang dipakai sekolah. Langkah ini tetap jauh lebih ringan daripada menyalin dari lembar jawaban.

Nilai bukan satu-satunya keluaran. Sistem juga menyajikan analisis butir: soal mana yang paling banyak dijawab salah, seberapa sukar tiap butir, dan seberapa baik sebuah soal membedakan siswa yang menguasai materi dari yang belum. Dua ukuran ini, tingkat kesukaran dan daya pembeda, adalah alat baku dalam evaluasi mutu soal yang selama ini banyak dikerjakan manual dengan aplikasi terpisah. Analisis yang lebih lengkap menambahkan pengecoh mana yang tidak pernah dipilih dan tujuan pembelajaran mana yang belum tuntas di kelas itu. Dengan CBT, hasilnya tersaji otomatis sebagai bahan remedial sekaligus perbaikan bank soal tahun berikutnya.

Apa yang berubah dan apa yang tetap butuh tenaga manusia

CBT memangkas penggandaan kertas, koreksi pilihan ganda, dan rekap nilai. Yang tidak bisa digantikan mesin adalah menyusun soal yang bermutu, menilai uraian dengan adil, dan mengawasi ruang ujian. Sekolah yang menyiapkan bank soal dengan serius dan melakukan gladi bersih hampir selalu berjalan mulus di percobaan pertama, sementara yang meloncati kedua hal itu biasanya menghadapi masalah yang sebetulnya bisa dihindari. Kalau Anda masih menimbang antara memakai form gratis atau aplikasi khusus, pertimbangannya kami bahas terpisah di Aplikasi CBT Gratis vs Berbayar. Contoh soal bergaya AKM yang cocok dimasukkan ke bank soal ada di Contoh Soal AKM Literasi dan Numerasi. Gambaran kemampuan lengkapnya ada di halaman CBT: Ujian Online untuk Sekolah.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah siswa harus pakai komputer sekolah, atau boleh HP sendiri?

Keduanya bisa, sesuai kebijakan sekolah. Karena ujian dibuka lewat browser, komputer laboratorium, laptop, maupun HP siswa sama-sama bisa dipakai. Yang penting jumlah perangkat cukup untuk setiap sesi dan koneksinya memadai.

Bagaimana kalau internet mati saat siswa sedang mengerjakan?

Jawaban tersimpan otomatis secara berkala dan penghitung waktu berjalan di server, jadi siswa yang sempat terputus bisa masuk kembali dan melanjutkan dari sisa waktu yang benar. Sesi juga bisa diperpanjang dari halaman pelaksanaan. Untuk keadaan darurat yang parah, sekolah tetap bisa menjadwalkan ulang sesi bagi peserta yang terdampak.

Apakah CBT bisa mencegah menyontek sepenuhnya?

Tidak ada sistem yang menjamin nol kecurangan. Pengacakan soal dan opsi, mode ketat yang mencatat perpindahan tab, penolakan login dari perangkat kedua, dan gerbang Exam Browser di Android menekan peluangnya cukup jauh, tetapi pengawasan manusia di ruang ujian tetap menjadi lapisan yang tidak tergantikan.

Apakah semua soal dikoreksi otomatis?

Pilihan ganda, benar-salah, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, dan isian dengan kunci jelas dikoreksi otomatis. Soal uraian tetap dinilai guru secara manual karena membutuhkan pertimbangan. Alat kemiripan jawaban dan koreksi berbantuan AI hanya membantu, bukan memutuskan. Setelah keduanya selesai, rekap nilai per kelas langsung tersedia. Rekapnya bisa diekspor ke Excel, termasuk leger semua kelas sekaligus.

Apakah nilai CBT otomatis masuk ke rapor?

Tidak. Nilai CBT tersimpan di rekap ujian dan bisa diekspor ke Excel, tetapi tidak mengalir sendiri ke e-Rapor maupun aplikasi rapor resmi. Guru menempelkan kolom nilai dari hasil ekspor ke lembar input nilai. Kami sengaja menulisnya apa adanya supaya sekolah tidak berharap lebih dari yang ada.

Bermanfaat? Bagikan ke rekan guru.

WhatsApp

Referensi

  1. Permendikbudristek No. 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan, JDIH BPK RI
  2. Siaran Pers: Kemendikdasmen Tetapkan Pendaftaran TKA 2026 Dimulai pada 27 Juli 2026 (jadwal simulasi, gladi bersih, pelaksanaan TKA dan AN), Kemendikdasmen
  3. Framework Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Pusat Asesmen Pendidikan BSKAP, Repositori Kemendikdasmen
  4. Analisis Tingkat Kesukaran dan Daya Pembeda pada Butir Tes (Lumbanraja & Daulay, 2018), Jurnal KODE Universitas Negeri Medan
  5. UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi, JDIH BPK RI

Bagikan artikel ini

Bagikan ke WhatsApp

Ingin melihatnya berjalan di sekolah Anda?

SiTuntas dipakai setiap hari di sekolah negeri, tanpa instalasi. Gratis selamanya. 14 hari pertama semua modul terbuka penuh tanpa batasan, setelah itu tetap pakai paket Gratis.

Isi 3 data · Verifikasi singkat · Akun aktif otomatis · Tidak perlu chat admin

Masih punya pertanyaan? Tanya kami via WhatsApp