Cara Membuat Ujian CBT Online di Sekolah, Langkah demi Langkah

Tim SiTuntas · 12 Juli 2026

Ditulis oleh Isep Nursamsi, S.T. · guru Informatika yang membangun dan memakai SiTuntas setiap hari di sekolah negeri.

Beralih dari ujian kertas ke ujian berbasis komputer sering terdengar rumit, apalagi bagi sekolah yang belum pernah mencobanya. Padahal kalau dipecah, alurnya cuma lima tahap: bank soal, paket ujian, pembagian sesi, penyiapan perangkat, lalu koreksi otomatis. Panduan ini kami tulis untuk sekolah yang benar-benar baru mulai, dengan bahasa apa adanya dan menyebut juga bagian yang masih butuh tenaga manusia.

1. Bangun bank soal sebagai aset, bukan file sekali pakai

Pondasi CBT bukan aplikasinya, melainkan bank soal. Kumpulkan soal per mata pelajaran dan per bab di satu tempat, lengkap dengan kunci jawaban dan level kesulitannya. Anggap ini investasi jangka panjang: sekali dibangun, koleksi soal bisa dipakai ulang, diperbaiki, dan diperkaya tiap tahun tanpa hilang ketika gurunya pindah tugas. Bandingkan dengan naskah kertas yang biasanya berakhir di laci setelah satu kali pakai.

Untuk sekolah yang sudah menyimpan soal dalam dokumen Word, memasukkannya satu per satu memang melelahkan. Karena itu SiTuntas menyediakan impor dari Word, termasuk gambar di dalam soal, sehingga naskah lama bisa dipindahkan tanpa mengetik ulang. Ragam soal juga tidak terbatas pilihan ganda: isian singkat dan uraian bisa dimasukkan, sesuai bentuk penilaian yang diatur dalam Standar Penilaian Pendidikan.

2. Rakit soal menjadi paket ujian

Bank soal adalah gudang, paket ujian adalah lembar soal yang benar-benar dikerjakan siswa. Di tahap ini Anda memilih soal mana yang masuk, berapa jumlahnya, dan bagaimana bobotnya. Satu bank soal yang gemuk bisa melahirkan banyak paket berbeda: ujian harian, penilaian tengah semester, sampai ujian akhir, tanpa menyusun ulang dari nol.

Di sinilah Anda mengatur perilaku ujian. Urutan soal dan urutan opsi jawaban bisa diacak per siswa, sehingga dua anak yang duduk berdekatan tidak melihat nomor satu yang sama. Pengacakan adalah cara paling sederhana menekan kerja sama, dan ia jauh lebih murah daripada memisahkan ratusan siswa ke ruang berbeda. Anda juga menentukan durasi pengerjaan serta kapan nilai boleh dilihat siswa.

3. Bagi peserta ke dalam sesi sesuai jumlah perangkat

Kendala paling nyata di lapangan bukan soal, melainkan jumlah komputer. Solusinya membagi peserta menjadi beberapa sesi. Laboratorium berisi 40 unit, misalnya, bisa melayani 120 siswa dalam tiga sesi bergiliran. Kalau kebijakan sekolah mengizinkan, perangkat siswa sendiri seperti HP atau tablet juga bisa dilibatkan lewat browser, sehingga tekanan pada laboratorium berkurang.

Pembagian sesi juga memberi ruang bagi jaringan. Empat puluh siswa yang login bersamaan lebih ringan bagi koneksi daripada tiga ratus siswa sekaligus. Susun jadwal antar sesi dengan jeda cukup untuk merapikan ruang dan memastikan sesi sebelumnya benar-benar selesai.

4. Siapkan perangkat, ruang, dan lakukan gladi bersih

Sebelum ujian sungguhan, jalankan simulasi dengan satu kelas. Tujuannya memastikan tiga hal: siswa bisa login dengan lancar, koneksi stabil di ruang ujian, dan pengawas memahami alurnya. Sebagian besar kekacauan CBT bermula dari ketiadaan gladi bersih, bukan dari sistemnya. Hal ini pula yang ditekankan dalam bimbingan teknis ANBK bagi proktor dan teknisi sekolah setiap tahun.

Satu kekhawatiran klasik guru adalah listrik padam atau sinyal putus di tengah ujian. Untuk itu, pengerjaan di SiTuntas memakai dua pengaman. Pertama, jawaban tersimpan otomatis secara berkala, jadi tidak hilang saat browser tiba-tiba tertutup. Kedua, penghitung waktu berjalan di server, bukan di perangkat siswa, sehingga siswa yang sempat terputus lalu masuk kembali melanjutkan dari sisa waktu yang benar, bukan waktu yang mengulang dari awal.

5. Hari pelaksanaan: aturan lebih ketat, peran pengawas berubah

Untuk ujian bertaruhan tinggi, aktifkan mode ketat. Layar ujian dibuat layar penuh, nama dan nomor peserta ditempelkan sebagai tanda air di latar, dan sistem mengunci sesi ketika siswa mencoba berpindah keluar dari halaman ujian. Lapisan ini menekan peluang membuka tab lain atau memotret soal, meski perlu jujur diakui bahwa tidak ada pengaturan perangkat lunak yang bisa menggantikan pengawasan manusia sepenuhnya.

Peran pengawas pun bergeser. Di CBT, ia tidak lagi membagikan dan menghitung kertas, melainkan memastikan setiap siswa mengerjakan di layar yang benar. Dasbor pemantauan menampilkan siapa sudah mulai, siapa masih mengerjakan, dan siapa sudah selesai, sehingga berita acara pelaksanaan terisi hampir sendiri. Administrasi yang dulu memakan waktu setelah ujian kini beres seiring ujian berlangsung.

6. Setelah selesai: koreksi otomatis dan analisis butir

Inilah alasan utama sekolah berpindah ke CBT. Untuk soal pilihan ganda dan isian yang kuncinya jelas, nilai keluar begitu waktu habis, tanpa memeriksa lembar satu per satu. Soal uraian tetap dikoreksi guru secara manual, karena penilaian jawaban terbuka memang membutuhkan pertimbangan manusia. Setelah nilai lengkap, rekap per kelas langsung tersedia dan bisa ditarik ke rekap penilaian tanpa mengetik ulang.

Nilai bukan satu-satunya keluaran. Sistem juga menyajikan analisis butir: soal mana yang paling banyak dijawab salah, seberapa sukar tiap butir, dan seberapa baik sebuah soal membedakan siswa yang menguasai materi dari yang belum. Dua ukuran ini, tingkat kesukaran dan daya pembeda, adalah alat baku dalam evaluasi mutu soal yang selama ini banyak dikerjakan manual dengan aplikasi terpisah. Dengan CBT, hasilnya tersaji otomatis sebagai bahan remedial sekaligus perbaikan bank soal tahun berikutnya.

Apa yang berubah dan apa yang tetap butuh tenaga manusia

CBT memangkas penggandaan kertas, koreksi pilihan ganda, dan rekap nilai. Yang tidak bisa digantikan mesin adalah menyusun soal yang bermutu, menilai uraian dengan adil, dan mengawasi ruang ujian. Sekolah yang menyiapkan bank soal dengan serius dan melakukan gladi bersih hampir selalu berjalan mulus di percobaan pertama, sementara yang meloncati kedua hal itu biasanya menghadapi masalah yang sebetulnya bisa dihindari. Kalau Anda masih menimbang antara memakai form gratis atau aplikasi khusus, pertimbangannya kami bahas terpisah di Aplikasi CBT Gratis vs Berbayar. Gambaran kemampuan lengkapnya ada di halaman CBT: Ujian Online untuk Sekolah.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah siswa harus pakai komputer sekolah, atau boleh HP sendiri?

Keduanya bisa, sesuai kebijakan sekolah. Karena ujian dibuka lewat browser, perangkat berkamera atau tanpa kamera sama-sama bisa dipakai, baik komputer laboratorium, laptop, maupun HP siswa. Yang penting jumlah perangkat cukup untuk setiap sesi dan koneksinya memadai.

Bagaimana kalau internet mati saat siswa sedang mengerjakan?

Jawaban tersimpan otomatis secara berkala dan penghitung waktu berjalan di server, jadi siswa yang sempat terputus bisa masuk kembali dan melanjutkan dari sisa waktu yang benar. Untuk keadaan darurat yang parah, sekolah tetap bisa menjadwalkan ulang sesi bagi peserta yang terdampak.

Apakah CBT bisa mencegah menyontek sepenuhnya?

Tidak ada sistem yang menjamin nol kecurangan. Pengacakan soal, mode layar penuh, tanda air, dan penguncian saat berpindah halaman menekan peluangnya cukup jauh, tetapi pengawasan manusia di ruang ujian tetap menjadi lapisan yang tidak tergantikan.

Apakah semua soal dikoreksi otomatis?

Pilihan ganda dan isian dengan kunci jelas dikoreksi otomatis. Soal uraian tetap dinilai guru secara manual karena membutuhkan pertimbangan. Setelah keduanya selesai, rekap nilai per kelas langsung tersedia.

Referensi

  • Permendikbudristek No. 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan, JDIH BPK RI
  • Panduan dan Materi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), Kemendikbudristek
  • Analisis Tingkat Kesukaran dan Daya Pembeda Butir Soal, jurnal pendidikan, Universitas Negeri Medan
  • UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi, JDIH BPK RI

Ingin melihatnya berjalan di sekolah Anda?

SiTuntas dipakai setiap hari di sekolah negeri. Semua fitur terbuka selama masa coba, tanpa instalasi.

Isi 3 data · Verifikasi singkat · Akun aktif otomatis · Tidak perlu chat admin

Masih punya pertanyaan? Tanya kami via WhatsApp