Contoh Soal AKM Literasi dan Numerasi untuk Ujian Sekolah + Cara Membuatnya

Tim SiTuntas · 15 September 2026

Ditulis oleh Isep Nursamsi, S.T. · guru Informatika yang membangun dan memakai SiTuntas setiap hari di sekolah negeri.

Ujian sekolah sekarang banyak diarahkan mengikuti gaya AKM: soal berangkat dari stimulus, bentuknya beragam, dan yang diukur kemampuan bernalar, bukan hafalan. Wajar kalau banyak guru mencari contoh soal AKM literasi numerasi sebagai patokan sebelum menyusun naskah sendiri. Artikel ini menyajikan contoh soal literasi dan numerasi lengkap dengan pembahasan, mengenalkan bentuk-bentuk soalnya, mengupas aturan skor dikotomis dan parsial, lalu menutup dengan cara praktis membuat soal serupa untuk ujian di sekolah Anda.

Kenapa contoh soal AKM literasi numerasi terasa berbeda dari soal ulangan biasa

AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) mengukur dua kompetensi dasar: literasi membaca dan numerasi. Yang diuji bukan penguasaan materi satu mata pelajaran, melainkan kemampuan memahami bacaan dan menggunakan penalaran matematis untuk menyelesaikan persoalan sehari-hari. Karena asesmen nasional hanya diikuti sebagian siswa yang tersampel, banyak sekolah sengaja membawa gaya AKM ke penilaian harian dan ujian sekolah supaya semua siswa terbiasa, bukan hanya yang kebetulan terpilih.

Ada tiga ciri yang langsung terasa saat pertama kali membaca soal bergaya AKM. Pertama, selalu ada stimulus: teks, tabel, grafik, atau infografik yang harus dibaca dulu. Kedua, bentuk soalnya beragam, tidak melulu pilihan ganda satu jawaban. Ketiga, jawabannya menuntut siswa mengolah informasi dari stimulus, sehingga siswa yang hafal rumus tetapi malas membaca akan kesulitan.

Bentuk-bentuk soal AKM: PG kompleks, menjodohkan, isian singkat, uraian

Semua contoh soal AKM literasi numerasi yang beredar, termasuk di aplikasi latihan resmi, memakai kombinasi bentuk berikut. Mengenalinya penting karena tiap bentuk punya cara menjawab dan cara koreksi yang berbeda.

Bentuk soalCara siswa menjawabKoreksi
Pilihan gandaMemilih satu jawaban benarOtomatis
Benar/salah tunggalMenentukan satu pernyataan benar atau salahOtomatis
PG kompleks (centang)Mencentang lebih dari satu pernyataan yang sesuaiOtomatis
PG kompleks (tabel kategori)Menilai benar/salah atau sesuai/tidak untuk tiap baris pernyataanOtomatis
MenjodohkanMemasangkan item di kolom kiri dengan kolom kananOtomatis
Isian singkatMengetik jawaban pendek yang pasti, biasanya angka atau satu kataOtomatis
UraianMenulis jawaban panjang dengan alasanManual dengan rubrik

PG kompleks punya dua rupa. Rupa pertama meminta siswa mencentang beberapa pernyataan sekaligus dari satu daftar. Rupa kedua berbentuk tabel: tiap baris berisi satu pernyataan, dan siswa menilai benar atau salah baris demi baris. Sementara itu uraian adalah satu-satunya bentuk yang tetap dinilai guru secara manual, sebaiknya dengan rubrik yang disepakati sebelum ujian agar penilaian antar kelas konsisten.

Contoh soal AKM literasi dan pembahasannya

Stimulus (teks informasi). Sejak Januari, kantin SMP Cempaka mengganti kemasan plastik sekali pakai dengan wadah yang bisa dipakai ulang. Pengurus OSIS mencatat volume sampah kantin turun dari 12 kantong menjadi 5 kantong per hari. Namun sebagian siswa mengeluh antrean bertambah panjang karena wadah harus dicuci sebelum dipakai lagi. Kepala sekolah menyatakan kebijakan ini akan dievaluasi setelah satu semester berjalan.

Soal 1 (PG kompleks, centang). Centang semua pernyataan yang sesuai dengan isi teks.

  1. Volume sampah kantin berkurang setelah kebijakan berlaku.
  2. Seluruh siswa mendukung penggantian kemasan plastik.
  3. Antrean di kantin menjadi lebih panjang.
  4. Kebijakan wadah pakai ulang sudah bersifat permanen.

Pembahasan. Pernyataan 1 dan 3 sesuai teks. Pernyataan 2 salah karena teks hanya menyebut sebagian siswa mengeluh, bukan seluruh siswa mendukung. Pernyataan 4 salah karena kebijakan masih akan dievaluasi setelah satu semester. Perhatikan cara soal ini bekerja: pengecohnya bukan fakta yang keliru total, melainkan pernyataan yang melebih-lebihkan atau menyimpulkan lebih jauh dari isi teks. Di situlah kemampuan membaca cermat diuji.

Soal 2 (isian singkat). Berapa kantong sampah yang berkurang per hari setelah kebijakan berlaku?

Pembahasan. Jawabannya 7, dari selisih 12 dikurangi 5. Soal literasi memang boleh memuat angka; yang diuji tetap kemampuan menemukan dan mengolah informasi dari teks, bukan keterampilan hitung yang rumit.

Contoh soal AKM numerasi dan pembahasannya

Stimulus (tabel harga). Panitia kegiatan akan menggandakan dokumen dan membandingkan dua tempat fotokopi.

TempatHarga per lembar
Toko ARp250 untuk 100 lembar pertama, selebihnya Rp200 per lembar
Toko BRp225 untuk semua lembar

Soal 1 (PG kompleks, tabel benar/salah). Tentukan benar atau salah tiap pernyataan berikut.

  1. Untuk 80 lembar, biaya di Toko B lebih murah daripada Toko A.
  2. Untuk 200 lembar, biaya di Toko A adalah Rp45.000.
  3. Berapa pun jumlah lembarnya, Toko A selalu lebih mahal daripada Toko B.

Pembahasan. Pernyataan 1 benar: 80 lembar di Toko A berbiaya Rp20.000, sedangkan di Toko B Rp18.000. Pernyataan 2 benar: 100 lembar pertama Rp25.000 ditambah 100 lembar berikutnya Rp20.000, totalnya Rp45.000. Pernyataan 3 salah: untuk 300 lembar, Toko A berbiaya Rp65.000 sementara Toko B Rp67.500, jadi pada jumlah besar Toko A justru lebih murah. Soal seperti ini menguji kemampuan memodelkan tarif bertingkat, bukan sekadar perkalian.

Soal 2 (isian singkat). Pada jumlah berapa lembar biaya di kedua toko sama besar?

Pembahasan. Jawabannya 200 lembar. Di Toko A biayanya Rp25.000 ditambah Rp20.000 sama dengan Rp45.000, dan di Toko B 200 dikali Rp225 juga Rp45.000. Siswa yang menjawab lewat coba-coba angka pun sah, karena numerasi menilai hasil penalaran, bukan keindahan langkah aljabar.

Skor dikotomis vs parsial dan artinya

Ini bagian yang paling sering terlewat: banyak kumpulan contoh soal AKM literasi numerasi beredar tanpa mencantumkan aturan penskorannya, padahal aturan itu sangat menentukan nilai akhir siswa. Skor dikotomis berarti siswa mendapat poin penuh hanya jika seluruh bagian jawabannya benar; satu saja keliru, nilainya nol untuk soal itu. Pedoman penskoran AKM menilai PG kompleks dan menjodohkan secara dikotomis. Jadi pada contoh soal literasi tadi, siswa yang mencentang pernyataan 1 dan 3 mendapat poin, sedangkan yang mencentang 1, 3, dan 4 tidak mendapat apa-apa meski dua centangnya benar.

Skor parsial adalah kebalikannya: tiap pasangan atau pernyataan yang benar dihargai sebagian poin. Untuk ulangan harian yang tujuannya memetakan pemahaman, skor parsial sering terasa lebih adil dan lebih informatif. Namun kalau tujuan ujian Anda adalah melatih siswa menghadapi asesmen nasional, pakailah skor dikotomis supaya siswa terbiasa dengan konsekuensinya: membaca semua opsi sampai tuntas sebelum menjawab. Apa pun pilihannya, umumkan aturan skor sebelum ujian dimulai agar siswa tidak merasa dicurangi saat melihat nilainya.

Membuat soal serupa di CBT sekolah

Menyusun soal bergaya AKM di atas kertas itu mungkin, tetapi merepotkan: tabel benar/salah dan menjodohkan boros halaman, dan koreksinya melelahkan. Bentuk-bentuk ini justru paling nyaman dijalankan lewat CBT atau ujian berbasis komputer, karena siswa tinggal mencentang atau memasangkan di layar dan koreksi berjalan otomatis. Urutannya kira-kira begini:

  1. Tulis stimulusnya dulu, baru soalnya. Satu stimulus yang kaya bisa melahirkan dua sampai empat soal dengan bentuk berbeda, persis pola AKM.
  2. Simpan soal di bank soal per mata pelajaran, bukan di dokumen lepas, supaya bisa dipakai ulang dan diperbaiki tiap tahun.
  3. Variasikan bentuknya: jangan semua PG kompleks. Campur isian singkat dan satu dua uraian agar penalaran siswa tetap terlihat utuh.
  4. Untuk isian singkat, siapkan variasi kunci jawaban. Jawaban "7" dan "7 kantong" sebaiknya sama-sama diterima.
  5. Setelah ujian, lihat analisis butir: soal yang dijawab salah oleh hampir semua siswa perlu ditinjau, mungkin stimulusnya ambigu. Temuan seperti ini layak dicatat sebagai bahan refleksi di jurnal harian guru.

Kalau sekolah Anda belum punya sistem ujiannya, SiTuntas menyediakan modul CBT yang memang dibangun untuk kebutuhan ini. Ketujuh bentuk soal di tabel atas tersedia, termasuk PG kompleks dua rupa dan menjodohkan, dengan stimulus yang bisa dipakai bersama beberapa soal sekaligus. Penskorannya mengikuti pedoman AKM secara bawaan, yaitu dikotomis, dan bisa diubah ke parsial bila sekolah menghendaki. Naskah lama di dokumen Word bisa diimpor tanpa mengetik ulang, dan semuanya berjalan di browser tanpa instalasi. Sistem ini dibuat oleh guru Informatika di SMPN 1 Gunungtanjung Tasikmalaya yang juga operator sekolah, dan dipakai di sekolahnya sendiri setiap hari. Ada masa coba 14 hari tanpa batasan fitur bila Anda ingin menjajalnya. Untuk langkah teknis dari bank soal sampai pelaksanaan, silakan lanjut ke panduan cara membuat ujian CBT online di sekolah.

Yang terpenting, jangan menunggu sempurna. Mulailah dari satu stimulus dan tiga soal untuk satu ulangan harian. Dari situ Anda akan merasakan sendiri bagian mana dari contoh soal AKM literasi numerasi di atas yang paling cocok dengan karakter siswa Anda, lalu bank soal sekolah akan tumbuh dengan sendirinya.

Ingin melihatnya berjalan di sekolah Anda?

SiTuntas dipakai setiap hari di sekolah negeri. Semua fitur terbuka selama masa coba, tanpa instalasi.

Isi 3 data · Verifikasi singkat · Akun aktif otomatis · Tidak perlu chat admin

Masih punya pertanyaan? Tanya kami via WhatsApp