e-Rapor

Cara Menyiapkan Rapor STS Kurikulum Merdeka: Nilai, Leger, Verifikasi, dan Cetak

Sampul cara menyiapkan rapor STS Kurikulum Merdeka dengan layar verifikasi dan cetak STS SiTuntas

Rapor STS Kurikulum Merdeka sebaiknya disiapkan sebagai laporan kemajuan belajar, bukan pekerjaan cetak pada hari terakhir. Sekolah perlu lebih dulu menyepakati tujuan laporan, sumber nilai, bentuk deskripsi, data tambahan, pihak yang memeriksa, dan jadwal pembagian. Tanpa kesepakatan ini, guru dapat mengolah nilai dengan cara berbeda meskipun memakai aplikasi yang sama.

Panduan Pembelajaran dan Asesmen edisi revisi 2025 memberi acuan tentang pembelajaran, asesmen, pengolahan, dan pelaporan. Namun, sekolah tidak boleh menyatakan satu tampilan STS sebagai format nasional wajib jika aturan tidak menetapkannya demikian. Panduan tidak mengatur laporan tengah semester secara khusus: format dan mekanisme pelaporan diserahkan kepada satuan pendidikan, dengan pelaporan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. Karena itu, bila sekolah membuat laporan STS, mekanismenya ditetapkan sendiri dengan mengacu pada panduan dan kebijakan yang berlaku.

1. Tetapkan fungsi dan cakupan laporan STS

Tentukan apakah laporan diberikan sebagai lembar kemajuan, bagian dari komunikasi wali kelas, atau dokumen lain sesuai kebijakan sekolah. Jelaskan periode nilai yang masuk, tanggal batas, mata pelajaran yang ditampilkan, serta apakah kokurikuler, ekstrakurikuler, kehadiran, atau catatan wali disertakan.

Keputusan ini harus diketahui guru sebelum input dimulai. Bila sekolah mengubah cakupan setelah nilai terkumpul, guru harus mengulang pemeriksaan dan wali kelas kesulitan membedakan data yang belum lengkap dengan data yang memang tidak diperlukan.

2. Sepakati sumber nilai dan cara mengolahnya

Guru perlu mengetahui penilaian mana yang menjadi sumber STS. Gunakan komponen yang benar-benar dilaksanakan pada periode tersebut. Hindari menambah nilai pengganti tanpa dasar hanya untuk mengisi sel kosong. Bila ada siswa belum mengikuti asesmen karena alasan sah, catat tindak lanjut sesuai kebijakan sekolah.

Dokumentasikan tanggal batas pengambilan nilai dan penanggung jawab setiap mata pelajaran. Kesepakatan tertulis membantu tim membedakan keterlambatan input, asesmen susulan, dan nilai yang memang belum tersedia pada saat pemeriksaan.

Periksa skala, pembulatan, nilai minimum dan maksimum, serta perlakuan terhadap nilai susulan. Jika sekolah memakai lebih dari satu asesmen untuk STS, tetapkan cara menggabungkannya. Simpan aturan pengolahan agar hasil dapat dijelaskan kepada siswa dan orang tua. Contoh pengolahannya ada di artikel cara menghitung nilai rapor Kurikulum Merdeka.

3. Cocokkan nilai dengan tujuan pembelajaran

Kurikulum Merdeka tidak berhenti pada angka. Guru perlu memeriksa tujuan pembelajaran yang diukur dan memastikan deskripsi tidak bertentangan dengan nilai. Jika aplikasi menyarankan tujuan tertentu, guru tetap bertanggung jawab menilai kesesuaiannya dengan asesmen yang diberikan.

Hindari deskripsi yang hanya mengganti nama siswa pada kalimat umum. Pilih informasi yang membantu pembaca memahami capaian dan bagian yang perlu ditingkatkan. Gunakan bahasa yang jelas, proporsional, dan tidak memberi label negatif kepada siswa.

4. Baca leger sebelum membuka pencetakan

Leger membantu guru dan wali kelas melihat pola yang sulit tampak saat memeriksa satu siswa. Cari nilai kosong, angka di luar rentang, mapel yang belum mengirim, atau perbedaan format antar guru. Leger bukan alat untuk memeringkat siswa; gunakan untuk kontrol kelengkapan dan konsistensi.

Pada fase STS, pastikan tampilan leger memang membaca nilai STS, bukan nilai akhir semester. Judul dokumen, kolom, dan catatan ekspor harus menyebut fase yang benar. Kesalahan fase dapat membuat nilai akhir atau kolom SAS terbaca seolah-olah bagian dari laporan tengah semester.

5. Periksa data pendukung per kelas

Wali kelas memeriksa identitas siswa, kelas, semester, tahun ajaran, nama sekolah, serta data kepala sekolah dan wali kelas. Bila laporan memuat kehadiran, cocokkan periode perhitungannya. Bila memuat kokurikuler atau catatan wali, pastikan bagian tersebut sudah disepakati dan datanya tidak tertinggal.

Lakukan pemeriksaan dengan daftar kelengkapan, bukan membuka berkas satu per satu tanpa urutan. Tandai mana yang kosong karena belum dikerjakan dan mana yang memang tidak berlaku. Ini mencegah operator mengisi data karangan demi membuat semua indikator berwarna hijau.

6. Gunakan verifikasi terpisah dari rapor akhir

Di e-Rapor SiTuntas, fase STS ditampilkan pada halaman verifikasi. Lembar STS dapat diperiksa dan diverifikasi terpisah dari pengesahan rapor akhir. Verifikasi STS tidak mengunci nilai maupun deskripsi; gunanya agar lembar STS bisa dicetak resmi tanpa cap Pratinjau.

Halaman verifikasi e-Rapor pada fase STS dengan tab Rapor STS dan pengaturan cetak

Gambar 1. Layar verifikasi pada tenant demo. Fase STS, tab Rapor STS, dan pengaturan cetak terlihat terpisah.

Tentukan siapa yang berwenang memverifikasi. Wali kelas dapat memeriksa kelengkapan, sedangkan kepala sekolah atau admin menjalankan tindakan sesuai izin yang diberikan sekolah. Jika ada koreksi setelah verifikasi, gunakan prosedur pembatalan yang meninggalkan jejak, bukan mengubah data diam-diam.

7. Pratinjau sebelum mencetak sekelas

Cetak satu contoh terlebih dahulu. Periksa ukuran kertas, margin, kop, judul, identitas, pemenggalan tabel, nomor halaman, ruang tanda tangan, dan posisi footer. Lihat halaman pertama dan terakhir; masalah tata letak sering baru terlihat pada deskripsi panjang atau jumlah mapel tertentu.

Setelah contoh benar, lakukan pratinjau beberapa siswa dengan kondisi berbeda: nama panjang, deskripsi panjang, nilai belum lengkap, atau data tambahan terisi. Jangan langsung mencetak sekelas jika peringatan kelengkapan masih muncul. Peringatan perlu diselesaikan atau diberi keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan.

8. Atur tanggal, versi, dan arsip

Tanggal cetak harus sama dengan keputusan sekolah, bukan otomatis mengikuti hari operator menekan tombol. Di e-Rapor SiTuntas, isi tempat dan tanggal pada tab Pengaturan cetak. Bila tanggal dikosongkan, lembar STS memakai tanggal hari itu dan ketidakhadiran dihitung sampai tanggal tersebut. Simpan berkas akhir dengan nama yang konsisten dan batasi aksesnya. Jika berkas diperbaiki, bedakan versi lama dan baru serta catat alasan perubahan.

Arsip digital perlu dapat ditelusuri berdasarkan tahun ajaran, semester, kelas, dan tanggal penerbitan. Jangan menyimpan satu-satunya salinan pada laptop pribadi. Ikuti kebijakan sekolah mengenai penyimpanan, akses, dan pemusnahan dokumen pendidikan.

Urutan kerja yang lebih aman

  1. Tim kurikulum menetapkan format, cakupan, sumber nilai, dan jadwal.
  2. Guru mengisi nilai serta memeriksa tujuan pembelajaran dan deskripsi.
  3. Koordinator atau wali kelas membaca leger dan daftar kelengkapan.
  4. Data identitas dan bagian tambahan diperiksa per kelas.
  5. Pihak berwenang memverifikasi lembar STS.
  6. Operator melakukan pratinjau, mencetak, dan mengarsipkan versi final.

Checklist sebelum pembagian

  • Fase, semester, tahun ajaran, kelas, dan tanggal cetak sudah benar.
  • Tidak ada nilai atau deskripsi kosong tanpa penjelasan.
  • Leger STS tidak memuat kolom fase akhir yang tidak diperlukan.
  • Identitas, kop, tanda tangan, dan nomor halaman sudah diperiksa.
  • Berkas final tersimpan pada lokasi resmi sekolah dengan akses terbatas.

Pelajari alur nilai, leger, verifikasi, dan cetak pada e-Rapor SiTuntas, yang tersedia di paket Lengkap dan Premium. Coba gratis menggunakan kelas contoh agar tim kurikulum dapat menyepakati proses sebelum mengolah data sebenarnya.

Bermanfaat? Bagikan ke rekan guru.

WhatsApp

Referensi

  1. Panduan Pembelajaran dan Asesmen Edisi Revisi 2025
  2. Sistem Informasi Kurikulum Nasional

Bagikan artikel ini

Bagikan ke WhatsApp

Ingin melihatnya berjalan di sekolah Anda?

SiTuntas dipakai setiap hari di sekolah negeri, tanpa instalasi. Coba gratis, semua modul terbuka. Paket Gratis tetap Rp0 selamanya.

Isi 3 data · Verifikasi singkat · Akun aktif otomatis · Bisa daftar sendiri. Mau dibantu? Chat kami.

Masih punya pertanyaan? Tanya kami via WhatsApp