e-Rapor

Contoh Deskripsi Rapor Kokurikuler Pengganti P5: 8 Dimensi Profil Lulusan

Sampul artikel: Contoh Deskripsi Rapor Kokurikuler Pengganti P5: 8 Dimensi Profil Lulusan

Rapor kokurikuler bukan lembar nilai baru. Sejak Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 berlaku, hasil kokurikuler (pengganti P5 yang tidak lagi wajib berbentuk projek) ditulis di kolom Kokurikuler rapor sebagai deskripsi: dimensi profil lulusan mana yang sudah kuat dan mana yang masih perlu penguatan, tanpa angka. Berikut tabel perubahan aturan, delapan contoh kalimat per dimensi, contoh rapor satu siswa, dan cara mengumpulkan buktinya.

Apa yang berubah dari P5 ke kokurikuler?

Dasar hukumnya Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 13 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah, ditetapkan 11 Juli 2025, diundangkan dan berlaku 15 Juli 2025. Sifatnya perubahan, bukan pencabutan: Permendikbudristek 12/2024 tetap berlaku, hanya sejumlah pasal dan ketiga lampirannya yang diganti, dan kurikulumnya tidak berganti.

Untuk urusan rapor, yang penting ada di tiga pasal. Pasal 16 ayat (2) lama menyebut kokurikuler "dilaksanakan paling sedikit dalam bentuk projek penguatan profil pelajar Pancasila"; versi baru berbunyi "dilaksanakan dalam bentuk pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu, gerakan 7 (tujuh) kebiasaan anak Indonesia hebat, dan/atau cara lainnya". Pasal 17 mengganti enam ciri Profil Pelajar Pancasila dengan delapan dimensi profil lulusan; Pasal 18 menyerahkan tema kepada satuan pendidikan.

AspekP5 (Permendikbudristek 12/2024)Kokurikuler (Permendikdasmen 13/2025)
Bentuk kegiatanPaling sedikit berbentuk projek penguatan profil pelajar PancasilaPembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu, gerakan 7KAIH, dan/atau cara lainnya
Kompetensi yang dilaporkanEnam ciri Profil Pelajar Pancasila: beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia; bergotong royong; bernalar kritis; berkebinekaan global; mandiri; kreatifDelapan dimensi profil lulusan: keimanan dan ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, komunikasi
TemaDitetapkan pusat, sekolah merumuskan topikDikembangkan sendiri oleh satuan pendidikan
Panduan teknisPanduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar PancasilaPanduan Kokurikuler 2025 dari BSKAP
Bentuk laporanRapor projek tersendiri yang memuat subelemen Profil Pelajar Pancasila, tingkat perkembangannya, dan catatan proses satu paragrafSatu deskripsi per semester di kolom Kokurikuler rapor, mencakup semua kegiatan kokurikuler semester itu

Yang sering disalahpahami: projek tidak dilarang. Projek kolaboratif lintas mata pelajaran justru bentuk pertama yang disebut pasal; yang hilang kewajibannya, yang berganti dimensi yang dilaporkan. Pasal 32 membolehkan penerapan bertahap: mulai kelas I, IV, dan VII (atau serentak) di SD dan SMP, serta mulai kelas X di SMA dan SMK.

Komponen rapor kokurikuler menurut panduan resmi

Format rapor dalam Panduan Pembelajaran dan Asesmen edisi revisi 2025 menempatkan kolom Kokurikuler di bawah tabel mata pelajaran, sebelum ekstrakurikuler. Petunjuk pengisiannya: "Diisi capaian kokurikuler. Ditulis dimensi profil lulusan yang sudah diperkuat dan dimensi profil lulusan yang masih perlu penguatan." Tidak ada kolom nilai akhir atau predikat untuk kokurikuler.

Panduan Kokurikuler 2025 merinci isinya: pelaporan berisi deskripsi tentang kegiatan yang dilakukan murid beserta pencapaian dimensi profil lulusan yang sudah ditentukan sejak perencanaan. Deskripsinya wajib memenuhi tiga ketentuan: menggambarkan pencapaian dimensi profil lulusan murid, menggambarkan hasil belajar secara ringkas, dan memakai bahasa yang positif dan edukatif. Satu deskripsi lengkap memuat tiga unsur:

  1. Kegiatan atau tema. Nama tema kokurikuler semester itu, misalnya "peduli lingkungan"; cukup disebut.
  2. Dimensi yang sudah kuat, dengan buktinya. Satu atau dua dimensi yang disasar kegiatan dan sudah tampak pada murid, disertai perilaku yang teramati.
  3. Dimensi yang masih perlu penguatan. Ditulis "masih perlu berlatih" atau "masih perlu pendampingan", bukan "belum bisa" atau "kurang".

Dua batasan penting. Pertama, hanya dimensi yang disasar kegiatan yang ditulis. Kedua, walaupun sekolah menjalankan dua atau tiga kegiatan kokurikuler dalam satu semester, pelaporannya cukup satu deskripsi yang mencakup semua dimensi yang disasar; panduan mencontohkan SD dengan pembelajaran kolaboratif (penalaran kritis) dan 7KAIH (kolaborasi) yang dilaporkan bersama. Rubrik empat tingkat (Sangat Baik, Baik, Cukup, Kurang) dalam contoh panduan adalah instrumen sumatif guru, bukan isi rapor.

Delapan contoh deskripsi rapor kokurikuler per dimensi

Pola kalimatnya mengikuti contoh resmi dalam lampiran Panduan Pembelajaran dan Asesmen 2025: "Ananda sudah baik dalam [dimensi] yang terlihat dari [bukti]. Ananda masih perlu berlatih dalam [dimensi lain]." Kolom kedua untuk dimensi yang sudah kuat, kolom ketiga bila masih perlu penguatan. Ganti bukti dan tema dengan yang benar-benar Anda amati.

DimensiBila sudah kuatBila masih perlu penguatan
Keimanan dan ketakwaanAnanda sudah baik dalam keimanan dan ketakwaan yang terlihat dari kebiasaan beribadah tepat waktu dan sikap santun kepada teman dan guru selama tema peduli sesama.Ananda masih perlu pendampingan dalam menjaga konsistensi ibadah harian yang telah disepakati bersama.
KewargaanAnanda sudah baik dalam kewargaan yang terlihat dari sikap menaati kesepakatan kelas dan menghargai pendapat teman yang berbeda saat diskusi tema keberagaman.Ananda masih perlu berlatih menjaga kebersihan lingkungan sekolah tanpa diingatkan.
Penalaran kritisAnanda sudah baik dalam penalaran kritis yang terlihat dari kemampuan menjelaskan hubungan sampah plastik dan tersumbatnya saluran air sekolah berdasarkan data pengamatan kelompok.Ananda masih perlu berlatih membedakan fakta dan pendapat saat menyusun kesimpulan.
KreativitasAnanda sudah baik dalam kreativitas yang terlihat dari gagasan mengubah botol bekas menjadi pot tanaman gantung untuk taman kelas.Ananda masih perlu berlatih mengembangkan gagasan sendiri, tidak hanya mengikuti contoh yang diberikan.
KolaborasiAnanda sudah baik dalam kolaborasi yang terlihat dari kesediaan berbagi tugas dan membantu teman yang tertinggal dalam kerja kelompok tema sekolah bebas sampah.Ananda masih perlu berlatih menerima pembagian peran yang tidak selalu sesuai keinginannya.
KemandirianAnanda sudah baik dalam kemandirian yang terlihat dari kebiasaan bangun pagi dan tidur tepat waktu yang tercatat konsisten dalam jurnal kebiasaan sepanjang semester.Ananda masih perlu pendampingan dalam mengatur waktu belajar dan istirahat di rumah.
KesehatanAnanda sudah baik dalam kesehatan yang terlihat dari keikutsertaan aktif dalam Senam Anak Indonesia Hebat dan pilihan bekal makanan bergizi selama program hidup sehat.Ananda masih perlu berlatih menjaga kebiasaan berolahraga di rumah di luar jadwal sekolah.
KomunikasiAnanda sudah baik dalam komunikasi yang terlihat dari penyampaian hasil pengamatan kelompok secara runtut dan percaya diri di depan kelas.Ananda masih perlu berlatih mengomunikasikan gagasan secara runtut dan menyimak pendapat teman sampai selesai.

Kalimat yang menyebut jurnal kebiasaan, senam, atau bekal makanan adalah contoh untuk kokurikuler lewat 7KAIH. Tabel inspirasi Panduan Kokurikuler memetakan bangun pagi dan tidur cepat ke kemandirian, berolahraga dan makan sehat ke kesehatan, beribadah ke keimanan dan ketakwaan, bermasyarakat ke kewargaan dan kolaborasi, serta gemar belajar ke penalaran kritis, kreativitas, dan komunikasi.

Contoh rapor kokurikuler satu siswa

Ambil murid fiktif bernama Raka, kelas VII SMP negeri. Semester ganjil ini sekolahnya menjalankan dua kegiatan kokurikuler: pembelajaran kolaboratif IPA dan Bahasa Indonesia bertema "Sekolah Bebas Sampah Plastik" (dimensi penalaran kritis dan komunikasi) serta 7KAIH bertema "Pagi Bugar" (dimensi kesehatan dan kemandirian). Hasil sumatif yang diserahkan guru pengampu ke wali kelas:

DimensiKegiatanHasil rubrikCatatan guru
Penalaran kritisSekolah Bebas Sampah PlastikBaikMenjelaskan tiga sumber sampah plastik di kantin berdasarkan data pengamatan kelompok
KomunikasiSekolah Bebas Sampah PlastikCukupGagasan bagus, tetapi urutan presentasi melompat
KesehatanPagi Bugar (7KAIH)Sangat BaikSenam tiap Jumat, jurnal olahraga di rumah konsisten, bekal sehat
KemandirianPagi Bugar (7KAIH)CukupJam tidur masih sering di atas pukul 22.00 pada pekan penilaian

Yang tercetak di kolom Kokurikuler rapor Raka:

Ananda Raka sudah sangat baik dalam kesehatan yang terlihat dari keikutsertaan rutin dalam senam pagi dan kebiasaan berolahraga di rumah yang tercatat konsisten selama program Pagi Bugar, serta sudah baik dalam penalaran kritis saat menganalisis sumber sampah plastik di lingkungan sekolah. Ananda masih perlu berlatih mengomunikasikan gagasan secara runtut dan masih perlu pendampingan dalam menjaga waktu tidur yang teratur.

Perhatikan: empat dimensi, dua kegiatan, satu paragraf, tanpa angka. Rubrik "Sangat Baik" menjadi "sudah sangat baik", "Baik" menjadi "sudah baik", "Cukup" menjadi "masih perlu berlatih" atau "masih perlu pendampingan". Versi ringkas satu kalimat tanpa bukti rinci, seperti Inspirasi 3 dalam Panduan Kokurikuler, juga boleh.

Bagaimana wali kelas mengumpulkan bukti tanpa lembur di pekan rapor?

Deskripsi yang baik tidak bisa dikarang di malam terakhir. Panduan Kokurikuler menegaskan deskripsi di rapor didasarkan pada asesmen formatif dan sumatif, jadi buktinya harus ada sebelum pekan rapor. Urutan kerja yang masuk akal untuk sekolah dengan satu koordinator kokurikuler:

  1. Kunci dimensi dan rubrik saat perencanaan. Koordinator dan guru pengampu menetapkan satu sampai dua dimensi per kegiatan beserta rubriknya sebelum kegiatan dimulai.
  2. Catatan anekdotal sebagai formatif. Guru pengampu mencatat perilaku menonjol per murid, cukup satu kalimat, pada tahap tertentu (pengamatan, diskusi, presentasi).
  3. Rubrik sumatif di akhir kegiatan. Hasil karya, presentasi, atau lembar penilaian kebiasaan dari catatan harian 7KAIH dinilai dengan rubrik yang disepakati.
  4. Serahkan tabel analisis ke wali kelas paling lambat dua pekan sebelum rapor dibagikan, dengan format seperti tabel Raka.
  5. Wali kelas menulis deskripsi dengan pola baku, lalu koordinator membaca silang beberapa sampel: bahasanya positif, buktinya ada.

Panduan hanya menyebut "pendidik" sebagai penulis deskripsi, jadi pembagian di atas pilihan praktis, bukan keharusan. Bila perencanaan kokurikuler dikaitkan dengan tujuan pembelajaran mata pelajaran, guru pengampu bisa mengambil TP dari dokumen yang ada; lihat panduan cara menyusun ATP.

Kesalahan umum saat mengisi kolom Kokurikuler

  • Menulis angka atau persentase. "Bangun pagi 92%" atau "Kolaborasi: 85" bertentangan dengan ketentuan pelaporan berbentuk deskripsi.
  • Masih memakai enam dimensi Profil Pelajar Pancasila. Kata "bergotong royong" atau "berkebinekaan global" menandakan salinan format P5 lama; padanan terdekatnya kini kolaborasi dan kewargaan.
  • Deskripsi tanpa bukti. "Ananda sudah baik dalam kolaborasi" untuk 32 murid dengan kalimat persis sama tidak memberi tahu orang tua apa pun.
  • Bahasa negatif. "Tidak mampu", "malas", atau "kurang" melanggar ketentuan bahasa positif.
  • Menceritakan kegiatan, bukan capaian murid. "Kelas VII berkunjung ke bank sampah" adalah laporan kegiatan; rapor menceritakan apa yang berkembang pada anak.

7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat masuk rapor sebagai deskripsi, bukan angka

Pertanyaan ini paling sering datang dari wali kelas. Jawabannya tegas: 7KAIH adalah salah satu bentuk kokurikuler menurut Pasal 16 ayat (2) Permendikdasmen 13/2025, sehingga hasilnya mengikuti aturan pelaporan kokurikuler, yaitu deskripsi dimensi profil lulusan. Tidak ada kolom "7 Kebiasaan" tersendiri, persentase bangun pagi, atau nilai tidur cepat.

Lalu untuk apa jurnal kebiasaan harian? Panduan Kokurikuler menyebut lembar penilaian kebiasaan berdasarkan catatan harian sebagai salah satu bentuk asesmen sumatif 7KAIH. Jurnal dan rekap bulanannya adalah bukti, bukan hasil akhir: dari situ guru membaca tren, apakah olahraga Raka konsisten dan apakah jam tidurnya membaik, lalu menuliskannya pada dimensi kesehatan atau kemandirian. Penjelasan programnya ada di artikel apa itu 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Syarat yang sering terlewat: 7KAIH baru layak dilaporkan sebagai kokurikuler bila dirancang seperti kokurikuler. Panduan mensyaratkan tujuan memperkuat minimal satu dimensi profil lulusan, paduan antara aktivitas pembiasaan dan pengolahan hasil catatan harian, serta asesmen yang boleh dikaitkan dengan mata pelajaran relevan. Sekolah yang hanya membagikan kartu kebiasaan tanpa perencanaan akan kesulitan mengisi kolom rapor karena tidak ada dimensi yang disepakati.

Kalau ingin kolom ini terisi tanpa mengetik ulang

Bagian yang paling melelahkan biasanya mengumpulkan hasil rubrik dari beberapa guru ke satu meja. Di SiTuntas e-Rapor, menu Kokurikuler memuat capaian per dimensi profil lulusan dalam tiga tingkat kualitatif yang diisi sepanjang semester; wali kelas melengkapi kehadiran dan catatan, kepala sekolah mengesahkan, rapor yang sah dicetak sebagai PDF ber-QR. Jurnal harian 7KAIH dicatat di e-7KAIH dengan paraf orang tua dan rekap bulanan yang disahkan kepala sekolah.

Aplikasi tidak menulis deskripsi bermakna untuk Anda. Bukti perilaku tetap diamati guru, rubrik empat tingkat perlu disepakati pemetaannya ke tiga tingkat, dan rekap 7KAIH tidak otomatis menjadi kalimat rapor. SiTuntas juga bukan pengganti aplikasi rapor resmi; jembatannya ekspor Excel. Untuk nilai mata pelajaran, lihat cara menghitung nilai rapor Kurikulum Merdeka.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah P5 dihapus?

Tidak dihapus, tetapi tidak lagi wajib. Permendikdasmen 13/2025 mengganti bunyi Pasal 16 sehingga kokurikuler boleh berbentuk pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu, 7KAIH, dan/atau cara lainnya. Projek lintas mapel tetap boleh diteruskan; yang berubah dimensi yang dilaporkan, dari enam ciri Profil Pelajar Pancasila menjadi delapan dimensi profil lulusan.

Apakah rapor kokurikuler memakai nilai angka atau predikat?

Tidak. Format rapor dalam Panduan Pembelajaran dan Asesmen 2025 hanya menyediakan deskripsi untuk kolom Kokurikuler, dan Panduan Kokurikuler menetapkan deskripsinya ringkas, positif, dan menggambarkan pencapaian dimensi profil lulusan. Rubrik Sangat Baik sampai Kurang dipakai guru saat menilai, tetapi tidak tercetak di rapor.

Berapa dimensi yang harus ditulis di rapor?

Hanya dimensi yang disasar kegiatan kokurikuler semester itu, biasanya dua sampai empat. Contoh resmi dalam panduan memakai dua dimensi untuk satu kegiatan. Menulis delapan dimensi untuk setiap murid menyalahi prinsip ringkas dan berakhir dengan kalimat generik.

Siapa yang menulis deskripsi kokurikuler, wali kelas atau guru mata pelajaran?

Panduan hanya menyebut "pendidik", jadi sekolah yang menentukan. Praktik paling ringan: guru pengampu kokurikuler menilai dengan rubrik dan menyerahkan tabel hasil beserta satu catatan bukti per murid, lalu wali kelas merangkumnya menjadi satu paragraf karena ia yang memegang rapor kelas.

Bagaimana kalau semester ini sekolah masih menjalankan projek P5 dengan modul lama?

Boleh, karena projek kolaboratif lintas disiplin adalah bentuk kokurikuler yang sah dan Pasal 32 membolehkan penerapan bertahap. Yang perlu disesuaikan laporannya: petakan subelemen Profil Pelajar Pancasila dalam modul lama ke dimensi profil lulusan terdekat, lalu laporkan sebagai deskripsi di kolom Kokurikuler, bukan rapor projek terpisah.

Bermanfaat? Bagikan ke rekan guru.

WhatsApp

Referensi

  1. Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Permendikbudristek No. 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada PAUD, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah, JDIH BPK RI
  2. Permendikbudristek No. 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada PAUD, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah, JDIH BPK RI
  3. Panduan Kokurikuler PAUD, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah (2025), BSKAP Kemendikdasmen, Repositori Institusi Kemendikdasmen
  4. Panduan Pembelajaran dan Asesmen PAUD, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah edisi revisi 2025, BSKAP Kemendikdasmen, Repositori Institusi Kemendikdasmen
  5. Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA (2021), Kemendikbudristek, Repositori Institusi Kemendikdasmen

Bagikan artikel ini

Bagikan ke WhatsApp

Ingin melihatnya berjalan di sekolah Anda?

SiTuntas dipakai setiap hari di sekolah negeri, tanpa instalasi. Coba gratis, semua modul terbuka. Paket Gratis tetap Rp0 selamanya.

Isi 3 data · Verifikasi singkat · Akun aktif otomatis · Bisa daftar sendiri. Mau dibantu? Chat kami.

Masih punya pertanyaan? Tanya kami via WhatsApp