Contoh Prompt AI untuk Guru: Tujuan Pembelajaran, LKPD, Soal, dan Rubrik
Prompt AI untuk guru yang baik memuat lima hal: instruksi utama, konteks kelas beserta teks capaian pembelajaran, gaya bahasa, format keluaran, dan batasan. Di bawah ini ada sepuluh prompt siap salin untuk tujuan pembelajaran, LKPD, soal, dan rubrik, cara memeriksa hasilnya, serta data murid yang tidak boleh ikut diketik.
Lima komponen prompt menurut panduan Kemendikdasmen
Panduan Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial untuk Guru yang diterbitkan Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikdasmen (2025) menyebut lima komponen prompt: instruksi utama, konteks atau latar belakang, gaya dan nada, format keluaran, serta batasan atau kriteria tambahan. Lampirannya menambahkan beberapa kebiasaan yang berguna: memberi peran kepada AI, memberi contoh, memecah permintaan besar menjadi beberapa tahap, dan merevisi prompt bila hasil pertama belum pas.
| Komponen | Yang ditulis guru | Contoh potongan |
|---|---|---|
| Peran dan instruksi utama | Posisi AI dan hasil yang diminta | Anda membantu guru IPA SMP. Rumuskan tujuan pembelajaran. |
| Konteks | Kelas, fase, alokasi JP, teks CP atau TP dari ATP, gambaran kelas tanpa nama murid | Kelas VII, Fase D, 6 JP. Teks CP: (tempel). |
| Gaya dan nada | Pembaca hasilnya guru atau murid, tingkat bahasa | Bahasa baku, kalimat pendek, cocok untuk murid kelas VII. |
| Format keluaran | Tabel, daftar bernomor, jumlah butir | Tabel dengan kolom Kode, Tujuan, Perkiraan JP. |
| Batasan | Larangan dan kriteria wajib | Jangan menambah konten di luar teks CP. |
Dokumentasi prompting Gemini API dari Google menambahkan saran urutan: tulis peran dan batasan penting di awal prompt; bila Anda menempel teks panjang seperti CP, letakkan teksnya lebih dulu dan tugas spesifiknya di bagian paling akhir. Judul pemisah seperti Konteks dan Tugas membantu model membedakan bahan dari perintah.
Siapkan bahannya sebelum membuka chatbot
Tanpa bahan yang Anda tempel, model AI menjawab dari data latihnya, dan data itu punya batas waktu. Dokumentasi Gemini API, misalnya, menyarankan pengembang memberi tahu model tentang batas pengetahuannya, karena setiap model hanya mengenal data sampai tanggal tertentu. Aturan yang terbit sesudah batas itu, seperti Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, belum tentu dikenal model. Karena itu, siapkan dulu:
- teks CP mata pelajaran dan fase yang Anda salin dari dokumen resmi yang berlaku;
- TP dari ATP sekolah, bukan TP karangan baru;
- alokasi JP, jumlah pertemuan, dan menit per JP yang sesuai jadwal sekolah;
- daftar sarana yang benar-benar ada, misalnya papan tulis, satu HP per kelompok, halaman sekolah;
- gambaran kelas dalam angka, misalnya "7 dari 32 murid belum lancar membaca pemahaman".
Standar Proses dalam Permendikdasmen 1/2026 mendefinisikan tujuan pembelajaran sebagai kompetensi dan konten yang harus dicapai murid (Pasal 6), dan meminta asesmen memakai teknik atau instrumen yang sesuai tujuan pembelajaran (Pasal 8). Prompt di bawah disusun mengikuti dua ketentuan itu.
10 contoh prompt AI untuk guru yang bisa langsung disalin
Ganti isi dalam kurung siku. Jalankan satu per satu, bukan sekaligus, karena hasil satu prompt sering menjadi bahan prompt berikutnya.
1. Merumuskan tujuan pembelajaran dari CP
Anda membantu guru [IPA] SMP merumuskan tujuan pembelajaran. Jangan menambah konten yang tidak ada di teks CP. Konteks: kelas [VII], Fase [D], materi [klasifikasi makhluk hidup], alokasi [6] JP. Teks CP yang saya salin dari dokumen resmi: [tempel teks CP]. Tugas: rumuskan 3 sampai 4 tujuan pembelajaran, masing-masing memuat satu kompetensi yang bisa diamati dan kontennya. Format: tabel dengan kolom Kode, Tujuan pembelajaran, Perkiraan JP. Total JP tidak lebih dari [6].
2. Kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP)
Berikut satu tujuan pembelajaran kelas [VIII]: [tempel TP]. Murid akan menunjukkannya lewat tugas [membuat peta konsep]. Susun kriteria ketercapaian berupa 3 sampai 4 perilaku atau hasil kerja yang bisa diamati guru. Tambahkan satu contoh jawaban murid yang sudah mencapai dan satu yang belum. Batasan: tanpa angka nilai minimal, tanpa kata kabur seperti baik atau cukup.
3. Asesmen awal lima menit
Saya guru [Matematika] kelas [VII] yang akan memulai materi [operasi pecahan]. Buat 5 pertanyaan asesmen awal yang bisa dijawab dalam 5 menit untuk mengecek prasyarat [KPK dan pecahan senilai]. Format: tabel berisi Nomor, Pertanyaan, Jawaban benar, dan Arti bila murid salah menjawab. Bahasa sederhana untuk anak usia [12 sampai 13] tahun.
4. LKPD kerja kelompok
Buat LKPD untuk kelompok 4 orang, kelas [VIII], tujuan pembelajaran: [tempel TP]. Waktu kerja [30] menit. Alat dan bahan yang tersedia hanya: [daftar]. Susunan: judul, tujuan dalam bahasa murid, alat dan bahan, langkah kerja bernomor (maksimal 7), tabel pengamatan kosong, 3 pertanyaan analisis, dan 1 pertanyaan refleksi. Maksimal satu halaman A4. Jangan meminta alat di luar daftar.
5. LKPD dua tingkat bantuan
Dari LKPD tadi, buat dua versi dengan tujuan dan soal inti yang sama. Versi A untuk murid yang masih butuh bantuan: tambahkan satu contoh yang sudah terisi dan kata bantu di setiap pertanyaan. Versi B untuk murid yang sudah lancar: hapus contohnya dan tambahkan satu soal tantangan yang mengaitkan materi dengan [lingkungan sekitar sekolah]. Tandai bagian yang berbeda.
6. Soal pilihan ganda dengan alasan pengecoh
Buat 10 soal pilihan ganda 4 opsi untuk tujuan pembelajaran: [tempel TP], kelas [IX]. Komposisi: 3 soal pemahaman, 4 soal penerapan, 3 soal penalaran. Pakai konteks sehari-hari di [kota kecil atau desa di Indonesia]. Untuk tiap soal tulis kunci dan satu kalimat tentang miskonsepsi yang diwakili setiap pengecoh. Batasan: satu kunci saja, panjang opsi seimbang, tanpa opsi semua benar atau semua salah.
7. Soal uraian berbasis stimulus dan pedoman penskoran
Tulis stimulus berupa tabel data sederhana tentang [harga cabai di pasar selama empat pekan] untuk murid kelas [VIII] mapel [IPS]. Tandai semua angka sebagai data rekaan. Dari stimulus itu buat 3 soal uraian: membaca data, menjelaskan sebab, dan mengusulkan tindakan. Sertakan pedoman penskoran: jawaban yang diterima, skor per bagian, dan satu contoh jawaban yang hanya mendapat sebagian skor.
8. Rubrik analitik empat tingkat
Buat rubrik analitik untuk tugas [presentasi poster hasil pengamatan] kelas [VII]. Gunakan 4 kriteria yang langsung berkaitan dengan tujuan pembelajaran: [tempel TP]. Tingkat capaian: [Baru berkembang, Layak, Cakap, Mahir]. Setiap deskriptor menyebut perilaku yang bisa diamati atau dihitung. Format: tabel dengan kriteria di baris dan tingkat capaian di kolom.
9. Menelaah soal buatan sendiri
Berikut 5 soal dan kunci yang saya tulis untuk kelas [VIII]: [tempel soal]. Jangan menulis ulang soalnya. Periksa dan laporkan dalam tabel: nomor soal, masalah yang ditemukan (kunci ganda, pengecoh tidak masuk akal, kalimat ambigu, petunjuk jawaban tersembunyi, bahasa di atas kemampuan murid kelas [VIII]), dan saran perbaikan singkat. Bila tidak ada masalah, tulis tidak ada.
10. Bank kalimat umpan balik tanpa data murid
Pada tugas [menulis teks prosedur] kelas [VII], kesalahan yang paling sering muncul: [langkah tidak berurutan; bahan tidak disebutkan; kalimat perintah tidak diawali kata kerja]. Untuk tiap kesalahan, tulis 2 contoh umpan balik tertulis sepanjang 2 sampai 3 kalimat: sebut yang sudah benar, yang perlu diperbaiki, dan satu langkah yang bisa murid lakukan hari itu juga. Nada hangat, sapaan kamu.
Cara memeriksa hasil AI sebelum dipakai di kelas
Daftar periksa di panduan Kemendikdasmen berisi enam butir: tidak ada data pribadi di prompt, kebenaran setiap informasi, tidak ada bias atau diskriminasi, tidak ada informasi berbahaya, tidak melanggar hak kekayaan intelektual, dan bahasa untuk murid tidak ambigu serta sesuai levelnya. Dalam praktik, pemeriksaannya bisa diurutkan seperti ini.
| Yang diperiksa | Cara cek cepat |
|---|---|
| Kunci jawaban dan angka | Kerjakan sendiri setiap soal dan hitung ulang semua angka. Kunci yang salah bisa ditulis dengan nada sangat yakin. |
| Rujukan aturan dan istilah | Buka nomor peraturan atau kode CP yang disebut AI di sumber aslinya. Yang tidak ditemukan, hapus. |
| Kesesuaian dengan CP dan TP | Setiap tujuan, soal, dan kriteria harus bisa ditelusuri ke teks yang Anda tempel. Coret yang tidak bisa. |
| Tingkat kesulitan | Bandingkan dengan soal yang pernah Anda pakai dan hasil murid. Uji dua atau tiga soal ke rekan sejawat sebelum dipakai untuk penilaian. |
| Bias | Lihat nama, peran, dan latar soal cerita: apakah selalu kota besar, peran tertentu selalu satu jenis kelamin, atau mengandaikan semua murid punya gawai. UNESCO mencatat model ChatGPT dilatih dengan data pengguna daring yang mencerminkan nilai dan norma sosial dominan di Global Utara. |
| Bahasa untuk murid | Baca keras-keras satu paragraf LKPD. Kalau Anda tersendat, murid juga akan tersendat. |
Bolehkah memasukkan nama atau nilai murid ke prompt AI?
Jangan. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi menggolongkan data anak sebagai data pribadi yang bersifat spesifik (Pasal 4 ayat 2), menyebut transfer dan pengungkapan sebagai bentuk pemrosesan data pribadi (Pasal 16 ayat 1), dan mewajibkan pemrosesan data pribadi anak diselenggarakan secara khusus dengan persetujuan orang tua atau wali (Pasal 25). Menempel daftar nama, nilai, atau catatan perilaku ke layanan AI pihak ketiga sulit dipertanggungjawabkan dengan aturan itu. Konteks yang sama bisa diberikan tanpa identitas:
- ganti nama dengan gambaran kelompok, misalnya "9 dari 30 murid belum bisa menyamakan penyebut";
- ganti daftar nilai dengan sebaran, misalnya "rata-rata 64, sembilan murid di bawah 50";
- jangan menyertakan NISN, alamat, nomor HP orang tua, catatan BK, atau kondisi kesehatan;
- bila ingin AI membaca jawaban murid, ketik ulang jawabannya tanpa nama, jangan mengunggah foto lembar jawaban yang memuat identitas.
Pembahasan kewajiban sekolah terhadap data murid secara lebih luas ada di artikel Keamanan Data Siswa dan UU PDP.
Kalau prompt-nya ingin dirakit otomatis dari ATP sekolah
Sepuluh prompt di atas bisa dipakai di chatbot mana pun. Bagian yang melelahkan adalah menyalin: teks CP, TP dari ATP, alokasi menit, lalu memindahkan hasilnya ke format dokumen sekolah. Racik Ajar di SiTuntas merakit prompt itu di server untuk modul ajar, LKPD, dan asesmen. Nama sekolah, jenjang dan fase, mapel, kelas, jumlah pertemuan, alokasi menit, model pembelajaran, dan daftar TP dari Master ATP e-Jurnal dirangkai dari data yang sudah ada dan isian awal perangkat, sedangkan nama guru dan data murid tidak dikirim. Guru boleh memilih satu dari empat gaya (Lebih sederhana, Lebih banyak aktivitas siswa, Lebih kontekstual, Lebih ringkas) dan boleh menambah catatan untuk AI sampai 1.000 karakter.
Penyedianya Gemini API dengan kunci API milik sekolah yang dipasang administrator, sehingga biaya dan kuotanya mengikuti ketentuan Google untuk kunci itu. Bantuan AI bawaannya mati dan semua tahap tetap bisa diisi manual. Isian bebas guru disaring dulu dari deret angka menyerupai NIS atau NISN, frasa atas nama, dan nama murid dari daftar sekolah. Saringan ini lapis pertama, jadi kebiasaan di bagian sebelumnya tetap berlaku. Hasilnya diunduh sebagai Word .docx berkop sekolah; belum ada PDF. Tahapnya mencakup tujuan pembelajaran dari ATP, asesmen awal, LKPD, rubrik empat tingkat, dan KKTP, tetapi belum membuat soal untuk bank ujian CBT maupun LKPD dua versi, jadi prompt nomor 5, 6, 7, 9, dan 10 tetap lebih cocok dijalankan di chatbot biasa. Racik Ajar ada di paket Dasar, Lengkap, dan Premium, tidak di paket Gratis; rinciannya di halaman Racik Ajar. Alur per tahap untuk modul ajar dibahas di Cara Membuat Modul Ajar dengan AI.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah guru boleh memakai AI untuk menyusun tujuan pembelajaran, LKPD, dan soal?
Boleh. Panduan Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial untuk Guru dari Kemendikdasmen (2025) menyebut merancang tujuan pembelajaran, asesmen awal, bahan ajar, dan instrumen asesmen sebagai contoh pemanfaatan AI dalam perencanaan. Syaratnya, guru memeriksa kebenaran, bias, dan kesesuaian bahasa setiap keluaran sebelum dipakai.
Chatbot AI mana yang paling cocok untuk guru?
Prompt di artikel ini ditulis supaya bisa dipakai di chatbot umum mana pun. Hasil yang layak lebih banyak ditentukan oleh bahan yang Anda tempel (teks CP, TP dari ATP, alokasi JP, sarana) dan oleh pemeriksaan sesudahnya daripada oleh merek chatbot. Pilih yang tersedia di sekolah dan pelajari batas pemakaiannya.
Bagaimana kalau AI menyebut nomor peraturan atau kode CP yang tidak saya kenal?
Anggap belum benar sampai Anda membukanya sendiri di peraturan.bpk.go.id atau JDIH kementerian. Panduan Kemendikdasmen menyebut halusinasi, yaitu keluaran yang keliru atau fiktif, sebagai salah satu risiko langsung teknologi AI. Cara paling aman adalah menempel teks aturan atau CP ke dalam prompt, bukan memintanya dari ingatan model.
Bolehkah murid SD diminta memakai chatbot AI di kelas?
UNESCO dalam panduan AI generatif untuk pendidikan (2023) mengusulkan batas usia 13 tahun untuk pemakaian alat AI di kelas. Untuk murid yang lebih muda, lebih aman guru yang mengoperasikan chatbot dan membawa hasilnya ke kelas. Periksa juga ketentuan usia di syarat layanan alat yang dipakai.
Apakah Racik Ajar bisa dipakai tanpa AI?
Bisa. Bantuan AI di Racik Ajar bersifat opsional dan bawaannya mati. Tanpa AI, keenam tahap tetap bisa diisi manual, tersimpan otomatis, dan diunduh sebagai berkas Word berkop sekolah.
Referensi
- Panduan Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial untuk Guru, Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikdasmen (2025)
- Prompt design strategies, dokumentasi Gemini API Google
- UNESCO: Governments must quickly regulate Generative AI in schools, UNESCO
- UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi, JDIH BPK
- Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 tentang Standar Proses, JDIH BPK
Baca juga
Ingin melihatnya berjalan di sekolah Anda?
SiTuntas dipakai setiap hari di sekolah negeri. Semua modul terbuka, tanpa instalasi.
Isi 3 data · Verifikasi singkat · Akun aktif otomatis · Tidak perlu chat admin
Masih punya pertanyaan? Tanya kami via WhatsApp