Contoh Berita Kegiatan Sekolah untuk Website: Struktur 5W1H dan 5 Contoh Utuh
Berita kegiatan sekolah yang baik menjawab apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana di paragraf pertama, lalu menyusun rincian dari yang terpenting ke yang pelengkap. Di bawah ini ada polanya, cara membuat judul, lima contoh berita utuh yang tinggal diganti datanya, aturan foto murid, dan daftar periksa sebelum terbit.
Bagaimana struktur berita kegiatan sekolah yang baik?
Berita kegiatan sekolah termasuk berita langsung: melaporkan kejadian yang sudah berlangsung, berisi fakta, tanpa opini penulis. Polanya disebut piramida terbalik. Informasi terpenting diletakkan di awal, disusul rincian pendukung, lalu informasi tambahan di akhir. Pola ini cocok untuk website sekolah karena banyak orang tua membuka berita dari tautan WhatsApp dan membacanya sekilas.
Paragraf pembuka, yang biasa disebut teras berita atau lead, memuat unsur 5W1H. Contohnya upacara Hari Pahlawan:
| Unsur | Pertanyaan | Contoh jawaban |
|---|---|---|
| What (apa) | Kegiatan apa yang terjadi? | Upacara peringatan Hari Pahlawan |
| Who (siapa) | Siapa yang terlibat? | 612 murid dan 38 guru serta tendik, dengan kelas IX B sebagai petugas |
| When (kapan) | Kapan berlangsung? | 10 November, pukul 07.00 sampai 08.10 |
| Where (di mana) | Di mana tempatnya? | Lapangan sekolah |
| Why (mengapa) | Mengapa diadakan? | Hari Pahlawan termasuk hari upacara di sekolah menurut Pasal 2 Permendikbud Nomor 22 Tahun 2018 tentang Pedoman Upacara Bendera di Sekolah |
| How (bagaimana) | Bagaimana jalannya? | Upacara, amanat pembina, lalu pembacaan puisi oleh murid |
Setelah teras, tubuh berita berisi dua atau tiga paragraf rincian: siapa mengatakan apa, jumlah peserta, urutan acara, hasil lomba. Penutupnya memuat tindak lanjut atau ucapan terima kasih. Satu kutipan langsung membuat berita terasa hidup, asalkan kalimatnya memang diucapkan dan orangnya tahu akan dikutip.
Cara membuat judul berita sekolah yang mau dibuka orang
Judul muncul di pratinjau WhatsApp dan hasil pencarian, jadi bebannya paling berat. Pegangannya:
- Sebut kegiatannya bersama hal paling menarik atau hasilnya. "Kelas IX Belajar Fermentasi di Rumah Produksi Tempe Warga" lebih mengundang daripada "Kunjungan Belajar Kelas IX".
- Pakai kata kerja aktif seperti meraih, menggelar, atau mengajak.
- Hindari huruf kapital semua, tanda seru berderet, dan singkatan internal yang tidak dikenal orang luar.
- Kapitalkan huruf awal setiap kata, kecuali kata tugas seperti di, ke, dari, dan, yang, atau untuk yang tidak di awal judul, sesuai EYD Edisi V.
Lima contoh berita kegiatan sekolah yang siap diadaptasi
Nama sekolah, orang, dan angka di bawah ini fiktif. Salin, ganti datanya dengan kejadian sebenarnya, dan hapus kalimat yang tidak sesuai kenyataan. Panjang tiap contoh sekitar 200 kata.
1. Upacara hari besar nasional
Peringati Hari Pahlawan, Murid SMP Negeri 1 Mekarsari Bacakan Puisi Perjuangan
MEKARSARI, 10 November. SMP Negeri 1 Mekarsari menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan di lapangan sekolah pukul 07.00 sampai 08.10. Upacara diikuti 612 murid serta 38 guru dan tenaga kependidikan, dengan kelas IX B sebagai petugas dan Kepala Sekolah Dedi Kurniawan, S.Pd., M.Pd., sebagai pembina upacara.
Dalam amanatnya, Dedi mengajak murid meneladani para pahlawan lewat hal yang dekat dengan keseharian. "Pahlawan hari ini tidak memanggul senjata. Datang tepat waktu, jujur saat ujian, dan menolong teman yang kesulitan juga cara menjaga negeri," ujarnya.
Seusai amanat, dua murid kelas IX B membacakan puisi "Karawang-Bekasi" karya Chairil Anwar secara bergantian. Pembina OSIS, Sari Wulandari, S.Pd., menjelaskan bahwa petugas kelas IX B berlatih tiga kali dalam sepekan sebelumnya, termasuk gladi bersih pada Sabtu pagi. "Anak-anak sendiri yang memilih puisinya. Guru hanya membantu soal intonasi," kata Sari. Sehari sebelumnya, pengurus OSIS memasang foto sejumlah pahlawan nasional beserta riwayat singkatnya di sepanjang koridor kelas.
Upacara ditutup dengan doa untuk para pahlawan yang dipimpin murid kelas IX B. Rangkaian peringatan berlanjut dengan lomba menulis surat untuk pahlawan bagi kelas VII dan VIII sampai Jumat. Karya terbaik akan dipajang di mading sekolah dan dimuat di website sekolah.
2. Lomba di dalam sekolah
Class Meeting Akhir Semester, Kelas VIII C Bawa Pulang Piala Bergilir
MEKARSARI. Kelas VIII C menjadi juara umum class meeting akhir semester SMP Negeri 1 Mekarsari yang berlangsung Senin sampai Rabu. Kegiatan yang digelar OSIS setelah asesmen sumatif akhir semester ini mempertandingkan futsal, tarik tambang, estafet kelereng, cerdas cermat, dan lomba kebersihan kelas.
Sebanyak 21 kelas ikut serta, dan setiap kelas wajib mengirim peserta putra dan putri di minimal tiga cabang. Ketua panitia dari OSIS menyebut aturan itu dibuat agar murid yang tidak jago olahraga juga ikut bertanding. "Yang tidak ikut futsal bisa menyumbang nilai dari cerdas cermat atau kebersihan kelas," ujarnya.
VIII C mengumpulkan nilai tertinggi berkat juara pertama tarik tambang putri dan lomba kebersihan kelas, meski kalah adu penalti dari IX D di final futsal. Posisi kedua diraih IX D, disusul VII A di posisi ketiga. Wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, Rina Marlina, S.Pd., menyerahkan piala bergilir pada penutupan Rabu siang.
Menurut Rina, class meeting juga menjadi latihan kepanitiaan bagi pengurus OSIS, mulai dari menyusun jadwal pertandingan, meminta guru menjadi juri, sampai mengurus hadiah. "Tahun depan piala ini harus dipertahankan, atau direbut kelas lain," katanya disambut sorak murid. Hasil lengkap per cabang ditempel di papan informasi sekolah.
3. Kunjungan belajar
Kelas IX Belajar Fermentasi di Rumah Produksi Tempe Warga
MEKARSARI. Sebanyak 64 murid kelas IX A dan IX B SMP Negeri 1 Mekarsari mengunjungi rumah produksi tempe milik Ujang Sutisna di Kampung Cibodas, Kamis pagi. Kunjungan selama dua jam itu menjadi bagian dari materi bioteknologi pada pelajaran IPA. Karena lokasinya hanya sekitar satu kilometer dari sekolah, murid berjalan kaki bersama tiga guru pendamping.
Murid melihat langsung tahapan pembuatan tempe, mulai dari perendaman kedelai, pengupasan kulit, perebusan, peragian, sampai pembungkusan. Ujang, yang sudah dua puluh tahun memproduksi tempe, menjelaskan kenapa ruang fermentasi harus hangat dan tertutup. "Kalau terlalu dingin, jamurnya lambat tumbuh dan tempenya lembek," katanya sambil membuka satu bungkus tempe yang baru berumur sehari. Beberapa murid mencoba sendiri membungkus kedelai yang sudah diberi ragi dengan daun pisang.
Guru IPA pendamping, Nia Kurniasih, S.Pd., menyebut setiap murid membawa lembar kerja berisi enam pertanyaan pengamatan yang wajib diisi di lokasi, termasuk suhu ruang fermentasi dan lama proses. "Di kelas mereka membaca bahwa kapang Rhizopus mengubah kedelai menjadi tempe. Di sini mereka mencium, memegang, dan bertanya sendiri," ujarnya.
Sepulang kunjungan, setiap kelompok menyusun laporan pengamatan dan mempresentasikannya pada pertemuan IPA berikutnya. Sekolah menyampaikan terima kasih kepada keluarga Ujang yang membuka tempat usahanya untuk kegiatan belajar murid.
4. Sosialisasi dari instansi luar
Puskesmas Ajak Murid Kelas VIII Mengenali Bahaya Rokok Elektrik
MEKARSARI. Petugas Puskesmas Mekarsari memberikan sosialisasi bahaya merokok, termasuk rokok elektrik, kepada 205 murid kelas VIII SMP Negeri 1 Mekarsari di aula sekolah, Selasa pagi. Kegiatan selama 90 menit itu dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Rina Marlina, S.Pd. Menurut Rina, sosialisasi ini bagian dari program kesehatan remaja yang disusun sekolah bersama puskesmas setiap semester.
Petugas promosi kesehatan puskesmas, Lilis Suryani, menjelaskan bahwa nikotin pada rokok biasa maupun rokok elektrik sama-sama menimbulkan ketergantungan. Ia juga menanggapi anggapan yang sering didengar murid bahwa rokok elektrik aman karena "hanya uap". Lilis memperlihatkan beberapa contoh perangkat rokok elektrik yang bentuknya menyerupai pulpen dan flashdisk agar guru dan murid bisa mengenalinya.
Sesi tanya jawab berlangsung ramai dan melewati waktu yang disediakan. Seorang murid menanyakan cara menolak ajakan teman tanpa dijauhi. "Jawab singkat, tidak perlu menceramahi, lalu ajak melakukan hal lain. Teman yang baik akan menghargai pilihanmu," kata Lilis.
Guru BK, Asep Saepudin, S.Pd., mengatakan sekolah akan menindaklanjuti sosialisasi ini dengan layanan konseling kelompok bagi murid yang ingin berhenti merokok. "Pintu ruang BK terbuka. Datang untuk bertanya tidak akan dicatat sebagai pelanggaran," ujarnya. Materi paparan dari puskesmas dapat diunduh di halaman unduhan website sekolah.
5. Prestasi murid
Murid Kelas VIII Raih Juara II Lomba Baca Puisi Tingkat Kabupaten
MEKARSARI. Nadia Putri Lestari, murid kelas VIII SMP Negeri 1 Mekarsari, meraih juara II lomba baca puisi tingkat kabupaten yang digelar dinas pendidikan kabupaten di gedung kesenian daerah, Sabtu. Lomba diikuti 42 peserta dari SMP negeri dan swasta, dengan juri dari dewan kesenian daerah.
Nadia tampil di urutan ke-31 menjelang siang, saat sebagian peserta sudah lama menunggu giliran. Ia membawakan satu puisi wajib dari panitia dan puisi pilihan "Doa" karya Chairil Anwar. "Saya sempat lupa satu baris di tengah, tapi tetap lanjut. Ternyata juri lebih melihat penghayatan," kata Nadia seusai pengumuman.
Guru Bahasa Indonesia yang membimbingnya, Hendra Gunawan, S.Pd., menyebut Nadia berlatih empat kali sepekan selama sebulan, termasuk tampil di depan kelas lain untuk melatih keberanian. "Latihan di depan teman sendiri itu yang paling berat. Setelah itu panggung lomba terasa lebih ringan," ujarnya.
Kepala sekolah akan menyerahkan penghargaan dari sekolah kepada Nadia pada upacara hari Senin. Prestasi ini menjadi yang kedua di bidang sastra setelah tim musikalisasi puisi sekolah meraih juara harapan pada semester sebelumnya. Sekolah juga membuka pendaftaran ekstrakurikuler teater dan sastra bagi murid yang ingin berlatih membaca puisi di depan umum.
Nama dan foto Nadia hanya boleh dimuat bila orang tuanya sudah setuju. Kalau belum, tulis "Seorang murid kelas VIII SMP Negeri 1 Mekarsari meraih juara II..." dan pakai foto piala tanpa wajah.
Foto murid dan izin publikasi
UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi menggolongkan data anak sebagai data pribadi yang bersifat spesifik (Pasal 4 ayat 2), dan Pasal 25 mewajibkan pemrosesan data pribadi anak mendapat persetujuan orang tua dan/atau wali. Pasal 16 menyebut penampilan, pengumuman, dan penyebarluasan sebagai bentuk pemrosesan. Jadi memuat wajah dan nama murid di website berarti memproses data anak, sehingga persetujuan orang tua harus ada lebih dulu. Pasal 9 juga memberi hak menarik kembali persetujuan, sehingga sekolah harus siap menurunkan foto ketika orang tua memintanya.
- Kumpulkan persetujuan publikasi per murid di awal tahun ajaran, dengan pilihan terpisah untuk nama dan foto. Pengelola website memegang daftar murid yang tidak setuju.
- Utamakan foto kelompok dari belakang, tangan yang sedang bekerja, atau benda seperti piala dan karya murid.
- Murid yang belum punya persetujuan cukup disebut "seorang murid kelas VIII", tanpa nama dan foto wajah.
- Jangan memuat foto murid yang sedang dihukum, sakit, atau menangis, walaupun orang tua sudah setuju secara umum.
- Periksa latar foto: papan nama di seragam, layar berisi nilai, atau daftar hadir yang ikut terbaca.
- Jangan menulis berita tentang pelanggaran atau kasus disiplin murid. Itu wilayah pembinaan, bukan pemberitaan.
Daftar periksa sebelum berita terbit
- Teras berita menjawab apa, siapa, kapan, dan di mana dalam satu atau dua kalimat.
- Judul menyebut kegiatan dan hal paling menarik, tanpa huruf kapital semua.
- Ejaan nama, gelar, dan jabatan sudah dicek ke yang bersangkutan.
- Angka peserta, skor, dan jam sama dengan catatan panitia.
- Kutipan benar-benar diucapkan, dan narasumbernya tahu.
- Setiap murid yang disebut namanya atau tampak wajahnya sudah punya persetujuan orang tua.
- Tidak ada NISN, alamat, nomor HP, atau nilai perorangan.
- Foto sudah dipotong, dikecilkan (lebar sekitar 1.200 piksel cukup), dan diberi keterangan.
- Satu orang lain, misalnya guru Bahasa Indonesia, sudah membacanya.
- Berita terbit paling lambat tiga hari setelah kegiatan.
Menerbitkannya di website sekolah dengan e-Humas
Bila website sekolah memakai e-Humas di SiTuntas, menu Berita & Kegiatan mengikuti alur di atas. Tulisan disimpan sebagai Draft, boleh diajukan untuk review (opsional), bisa dijadwalkan jam terbitnya, dan dicek lewat Pratinjau Publik. Setiap berita memuat satu foto sampul JPEG, PNG, atau WebP sampai 2,5 MB dan tautan video YouTube bila ada. Berita yang sudah tayang diperbaiki lewat revisi berversi, dan pembaca bisa meneruskannya dengan tombol Bagikan ke WhatsApp.
Batasnya: belum ada galeri foto atau gambar di dalam isi berita, dan foto tidak dikecilkan otomatis, jadi kecilkan dulu sebelum mengunggah. e-Humas termasuk paket Dasar, Lengkap, dan Premium, dan website publiknya dinyalakan lebih dulu lewat Website Studio. Di paket Premium, modul e-Kesiswaan bisa menyiapkan teks berita prestasi yang menyebut nama murid hanya bila orang tuanya memberi persetujuan publikasi; teks itu tetap ditempel dan diperiksa manusia. Rinciannya ada di halaman Website Sekolah dan Buku Tamu Digital (e-Humas). Untuk membangun website dari awal, lihat cara membuat website sekolah tanpa coding, dan untuk aturan data murid, baca keamanan data siswa menurut UU PDP.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa panjang ideal berita kegiatan sekolah?
Untuk kegiatan rutin, 200 sampai 350 kata sudah cukup: teras berita, dua atau tiga paragraf rincian, dan penutup. Kegiatan besar boleh lebih panjang, asalkan intinya tetap di paragraf pertama.
Bolehkah memuat foto murid di website sekolah tanpa izin orang tua?
Jangan. UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi mewajibkan persetujuan orang tua atau wali untuk pemrosesan data pribadi anak, dan menampilkan serta menyebarluaskan termasuk pemrosesan. Selama izin belum ada, pakai foto dari belakang atau foto benda.
Siapa yang sebaiknya menulis berita kegiatan sekolah?
Guru atau panitia yang hadir mencatat bahan 5W1H dan kutipan saat kegiatan berlangsung, lalu pengelola website merapikan dan menerbitkannya. Pengurus OSIS atau anggota ekskul jurnalistik bisa dilibatkan sebagai latihan menulis, dengan guru sebagai penyunting.
Apa bedanya berita dan pengumuman di website sekolah?
Berita melaporkan kegiatan yang sudah terjadi. Pengumuman memberi tahu hal yang akan datang atau harus dilakukan pembaca, misalnya jadwal libur, syarat daftar ulang, atau perubahan jam masuk. Pengumuman sebaiknya singkat dan diarsipkan setelah lewat masanya.
Referensi
- UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi, JDIH BPK
- Permendikbud Nomor 22 Tahun 2018 tentang Pedoman Upacara Bendera di Sekolah, JDIH BPK
- Kaidah Huruf Kapital EYD Edisi V, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
- Piramida Terbalik Jurnalistik, Tempo Institute
Baca juga
Ingin melihatnya berjalan di sekolah Anda?
SiTuntas dipakai setiap hari di sekolah negeri. Semua modul terbuka, tanpa instalasi.
Isi 3 data · Verifikasi singkat · Akun aktif otomatis · Tidak perlu chat admin
Masih punya pertanyaan? Tanya kami via WhatsApp