Aplikasi e-Voting untuk Pemilihan Ketua OSIS Sekolah
Pemilihan ketua OSIS dengan kertas menghabiskan satu sore untuk menghitung, dan selalu ada surat suara yang dicoblos dua kali atau tidak jelas. e-Voting adalah aplikasi pemilihan ketua OSIS di dalam SiTuntas: panitia menyiapkan calon tunggal atau pasangan calon dari data siswa aktif, siswa memilih sekali dari akunnya sendiri, dan panitia melihat partisipasi serta perolehan suara tanpa pernah tahu siapa memilih siapa.
- Satu pemilih, satu suara rahasia
- Calon tunggal atau paslon ketua dan wakil
- Layar hasil untuk proyektor aula
- Paket Lengkap dan Premium
Yang biasa terjadi saat pemilihan OSIS memakai kertas
Panitia mencetak surat suara sebanyak jumlah siswa, menyiapkan bilik dan kotak suara, lalu menghitung satu per satu sambil ditonton saksi. Surat suara yang tercoblos dua gambar harus diperdebatkan, daftar hadir pemilih dicocokkan manual, dan hasilnya baru diumumkan sore hari.
Datanya sebenarnya sudah ada di sekolah: siswa aktif, kelasnya, dan fotonya. e-Voting memakai data itu untuk menyusun surat suara, membatasi satu suara per pemilih, dan menjumlahkan perolehan begitu suara masuk.
Cara kerja aplikasi pemilihan ketua OSIS ini
Empat tahap, semuanya dari browser. Tidak ada aplikasi yang perlu dipasang.
-
Buat pemilihan
Panitia menekan Buat pemilihan: judul, tahun ajaran, surat suara calon tunggal atau pasangan calon, pilihan GTK ikut memilih, dan jadwal buka dan tutup bila perlu.
-
Susun calon dari data siswa
Calon dicari dari siswa aktif tahun ajaran itu, lengkap dengan kelasnya. Tambahkan visi, misi, dan foto (JPG, PNG, atau WEBP sampai 2 MB); tanpa unggahan, foto profil siswa dipakai bila ada. Nomor urut mengikuti urutan calon.
-
Buka bilik, pemilih memilih
Setelah Buka bilik suara, siswa aktif melihat menu Bilik Suara OSIS di akunnya. Ketuk kartu, periksa sekali lagi calon yang dipilih, lalu kirim. Di luar jadwal, bilik menolak suara.
-
Tutup dan umumkan
Panitia menekan Tutup pemilihan. Hasil akhir menyorot perolehan tertinggi atau menandai seri, bisa dicetak, dan nomor SK ketua bisa dicatat ke organisasi OSIS di e-Kesiswaan.
Panitia, siswa, dan guru: siapa mengerjakan apa
Panitia bekerja dengan satu izin, Kelola pemilihan e-Voting, yang dalam preset bawaan dipegang wakasek kesiswaan dan kepala sekolah. Pemilih tidak butuh izin apa pun: siswa dikenali dari akun siswanya, guru dan tendik dari data GTK yang tertaut ke akunnya.
Panitia pemilihan
Wakasek kesiswaan, pembina OSIS, atau siapa pun yang diberi izin kelola pemilihan.
Cocok untuk
- Pemilihan ketua OSIS tiap awal tahun ajaran.
- Sekolah yang ingin hasilnya sudah terhitung begitu bilik ditutup.
Cara pakai
- Di menu e-Voting, buat pemilihan lalu tambahkan calon atau paslon.
- Tekan Buka bilik suara. Selama draf, calon, mode surat suara, dan pengaturan masih bisa diubah; sesudah dibuka, semuanya terkunci.
- Pantau partisipasi, tekan Hitung ulang untuk angka terbaru, atau tayangkan Layar proyektor.
Yang dihasilkan
- Batang perolehan per calon atau paslon, partisipasi, dan sorotan perolehan tertinggi.
- Hasil akhir siap cetak dan nomor SK yang tercatat di organisasi OSIS.
Dalam satu tahun ajaran hanya satu pemilihan yang boleh dibuka pada saat yang sama. Tendik tanpa izin kelola pemilihan tidak bisa membuka halaman panitia.
Siswa pemilih
Siswa aktif yang terdaftar di rombel tahun ajaran pemilihan, masuk dengan akun siswanya sendiri.
Cocok untuk
- Memilih dari HP sendiri atau komputer laboratorium sekolah.
- Siswa yang ingin membaca visi dan misi calon sebelum memilih.
Cara pakai
- Buka menu Bilik Suara OSIS.
- Ketuk kartu calon atau paslon; pilihan masih bisa diganti sebelum dikirim.
- Tekan Kirim suara, periksa nama dan foto di layar konfirmasi, lalu Ya, kirim suara.
Yang dihasilkan
- Layar terima kasih yang menyebut jam suara tercatat.
- Tidak ada catatan calon yang dipilih di layar siswa.
Siswa di luar rombel tahun ajaran itu dan akun siswa nonaktif ditolak. Siswa yang belum punya akun belum bisa memilih.
Guru dan tendik
Ikut memilih hanya bila panitia menyalakan GTK ikut memilih sebelum bilik dibuka.
Cocok untuk
- Sekolah yang memberi suara kepada guru dan tendik dalam pemilihan OSIS.
Cara pakai
- Selama pemilihan dibuka, menu Bilik Suara GTK muncul di akun guru dan tendik aktif.
- Alurnya sama dengan bilik siswa: pilih, periksa, kirim.
Yang dihasilkan
- Satu suara per GTK, dijumlahkan bersama suara siswa.
- Partisipasi siswa dan GTK dilaporkan terpisah.
Perolehan tidak dipecah per kelompok pemilih, supaya pilihan segelintir guru tidak bisa ditebak. Akun yang belum tertaut data GTK aktif tidak melihat bilik ini.
Calon tunggal atau pasangan calon ketua dan wakil
Banyak sekolah memilih ketua dan wakil ketua OSIS sebagai satu paket. Mode surat suara dipilih saat membuat pemilihan dan masih bisa diubah selama draf.
- Pasangan calon: setiap kartu berisi calon ketua dan calon wakil, masing-masing dengan foto, nama, dan kelas. Satu suara jatuh ke pasangan itu.
- Seorang siswa hanya boleh muncul sekali di surat suara, entah sebagai ketua atau wakil. Aplikasi menolak siswa yang sudah dipakai di paslon lain.
- Bilik tidak bisa dibuka selama ada paslon tanpa calon wakil; pesan galatnya menyebut nomor paslon yang belum lengkap.
- Calon wakil bisa diganti atau dilepas selama draf. Kembali ke calon tunggal hanya bisa bila tidak ada lagi paslon yang punya wakil, jadi tidak ada data yang terhapus diam-diam.
Layar hasil untuk proyektor aula
Menu Layar proyektor membuka halaman penuh tanpa menu aplikasi, dengan huruf besar untuk dibaca dari belakang aula: partisipasi, batang perolehan per calon atau paslon beserta fotonya, dan status bilik. Setelah pemilihan ditutup, urutan berganti menjadi urutan perolehan dan pemenangnya disorot.
Angkanya dimuat ulang otomatis tiap 10 detik, jadi layar ini bukan siaran langsung detik demi detik. Bila layar terlihat oleh siswa yang belum memilih, pilih Sembunyikan angka sampai ditutup: server tidak mengirim angka perolehan sama sekali, hanya partisipasi. Tersedia tema gelap dan terang serta tombol layar penuh.
Satu suara, rahasia, dan tidak bisa diwakilkan
Satu pemilih, satu suara
Basis data menolak suara kedua dari siswa atau GTK yang sama pada satu pemilihan, termasuk dua kiriman yang tiba bersamaan. Suara yang sudah terkirim tidak bisa diubah.
Hanya jumlah, bukan nama
Halaman panitia, hasil cetak, dan layar proyektor hanya memuat jumlah suara dan partisipasi. Layar terima kasih pemilih tidak menyebut calon yang dipilih, jadi tidak bisa dipakai untuk menunjukkan bukti pilihan.
Tidak atas nama orang lain
Suara hanya diterima dari akun pemilih itu sendiri. Bahkan tim SiTuntas yang masuk lewat mode Login sebagai untuk membantu sekolah tidak bisa mengirim suara.
Pemilihan dengan kertas dibanding e-Voting
Tabel ini hanya memuat hal yang benar-benar ada di modul.
| Pekerjaan | Dengan kertas | Di e-Voting |
|---|---|---|
| Surat suara | Dicetak sebanyak pemilih, calon ditempel manual. | Kartu calon atau paslon bernomor dengan foto, disusun dari data siswa aktif. |
| Daftar pemilih | Absen pemilih dicocokkan di meja panitia. | Siswa aktif di rombel tahun ajaran itu, dan GTK aktif bila dinyalakan. |
| Suara ganda atau rusak | Diperdebatkan saat penghitungan. | Satu suara per pemilih dijaga basis data; tidak ada surat suara rusak. |
| Penghitungan | Berjam-jam, dibacakan satu per satu. | Terjumlah saat suara masuk; panitia melihat hasil kapan saja. |
| Pengumuman | Ditulis di papan setelah dihitung. | Layar proyektor yang memuat ulang tiap 10 detik dan hasil akhir siap cetak. |
Syarat, paket, dan yang perlu disiapkan
- e-Voting termasuk paket Lengkap dan Premium, juga masa coba penuh yang membuka semua modul. Paket Dasar tidak memuatnya. Rinciannya di halaman Harga.
- Tahun ajaran aktif dan rombel sudah terisi di Data Induk, karena daftar pemilih dan calon diambil dari siswa aktif tahun ajaran pemilihan.
- Setiap siswa pemilih punya akun yang tertaut ke data siswanya. Untuk GTK, akunnya tertaut ke data GTK yang aktif.
- Mencatat nomor SK ketua butuh organisasi OSIS di e-Kesiswaan pada tahun ajaran yang sama.
- Layar proyektor cukup dibuka dari laptop panitia yang tersambung ke proyektor, memakai browser biasa.
Yang belum ada
Beberapa hal belum tersedia: token atau kode suara untuk pemilih tanpa akun, pengumuman dan pengingat lewat WhatsApp, siaran hasil detik demi detik (layar memuat ulang tiap 10 detik), daftar nama siapa yang sudah atau belum memilih, rekap partisipasi per kelas, berita acara PDF resmi, dan beberapa jabatan dalam satu surat suara. Dalam satu tahun ajaran hanya satu pemilihan yang boleh dibuka pada saat yang sama.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang e-Voting OSIS
Apakah satu siswa bisa memilih dua kali?
Tidak. Setiap siswa punya satu suara per pemilihan, dijaga indeks unik di basis data dan penguncian baris saat suara disimpan. Kiriman kedua, termasuk klik ganda, ditolak dengan pesan bahwa suara sudah tercatat dan tidak bisa diubah.
Apakah panitia bisa melihat siapa memilih siapa?
Tidak. Panitia, kepala sekolah, dan layar proyektor hanya menerima jumlah suara per calon atau paslon dan angka partisipasi. Setelah memilih, siswa hanya melihat jam suaranya tercatat, tanpa nama calon yang dipilih.
Bisakah memilih ketua dan wakil ketua OSIS sebagai satu pasangan?
Bisa. Saat membuat pemilihan, panitia memilih surat suara Pasangan calon. Setiap kartu memuat nomor, foto dan nama calon ketua serta calon wakil, dan satu suara jatuh ke pasangan itu. Bilik tidak bisa dibuka selama ada paslon yang belum punya calon wakil.
Apakah guru dan tendik bisa ikut memilih?
Bisa, bila panitia menyalakan pilihan GTK ikut memilih sebelum bilik dibuka. Guru dan tendik aktif yang akunnya tertaut data GTK mendapat menu Bilik Suara GTK selama pemilihan berlangsung, dengan aturan satu suara yang sama. Partisipasi siswa dan GTK dihitung terpisah, perolehannya dijumlahkan.
Apakah hasilnya bisa ditayangkan di proyektor aula?
Bisa. Layar proyektor menampilkan partisipasi dan perolehan suara dalam halaman penuh tanpa menu aplikasi, lalu memuat ulang angkanya otomatis tiap 10 detik. Ini bukan siaran langsung detik demi detik. Panitia juga bisa menyembunyikan angka perolehan sampai pemilihan ditutup.
Bagaimana dengan siswa yang belum punya akun?
Saat ini pemilih wajib masuk dengan akunnya sendiri. Token atau kode suara untuk siswa tanpa akun belum tersedia, jadi akun siswa perlu dibuat dulu dari Data Induk sebelum hari pemilihan.
Paket apa yang memuat e-Voting?
e-Voting termasuk paket Lengkap dan Premium, juga masa coba penuh di awal pendaftaran. Paket Dasar tidak memuatnya.
Apakah hasil e-Voting sah sebagai pemilihan resmi?
e-Voting adalah alat bantu penyelenggaraan pemilihan di sekolah. Aturan pemilihan, penetapan pemenang, dan penyelesaian bila hasil seri tetap mengikuti keputusan sekolah dan panitia.
Ingin melihatnya berjalan di sekolah Anda?
SiTuntas dipakai setiap hari di sekolah negeri. Semua modul terbuka, tanpa instalasi.
Isi 3 data · Verifikasi singkat · Akun aktif otomatis · Tidak perlu chat admin
Masih punya pertanyaan? Tanya kami via WhatsApp