Bank Sampah Digital Sekolah dan Tabungan Botol Murid (e-PILAH)

Botol plastik di sekolah sering terbuang bercampur sisa makanan, padahal botol PET yang terpilah dan bersih laku dijual. e-PILAH adalah modul bank sampah digital di SiTuntas: murid memindai wajah di kios, menyetor botol, dan setiap botol tercatat sebagai poin di buku tabungannya. Petugas melihat isi laci dan setoran terbaru dari satu halaman.

  • Setor lewat pindai wajah di kios
  • Buku tabungan poin per murid
  • Rekap dan peringkat kelas
  • Tahap pilot di satu sekolah

Cara kerja bank sampah digital di sekolah

Empat langkah, dari murid membawa botol sampai poinnya terbaca di buku tabungan.

  1. Pindai wajah di kios

    Murid berdiri di depan HP atau tablet yang membuka Setor Botol (Kios). Setelah wajahnya dikenali, sesi setor untuk murid itu dibuka.

  2. Masukkan botol

    Botol dimasukkan satu per satu dan dikelompokkan menurut ukuran: kecil, sedang, atau besar. Dengan mesin, pemilahan dan penghitungan berjalan sendiri; tanpa mesin, petugas mencatatnya.

  3. Poin tercatat

    Setiap botol menjadi poin sesuai ukurannya. Kios menampilkan hitungan sesi, dan setoran tanpa sesi murid dicatat sebagai Tamu untuk bank sampah sekolah.

  4. Terbaca di tabungan dan rekap

    Murid dan orang tua membuka Buku Tabungan, wali kelas membaca Rekap Kelas, dan Layar Informasi menayangkan peringkat kelas di lorong atau stand.

Semua menu ada di grup e-PILAH pada aplikasi sekolah. Siapa melihat menu apa mengikuti izin akun masing-masing.

MenuIsinya
Dasbor e-PILAHBotol hari ini termasuk Tamu, isi tiap laci, setoran terbaru, dan perkiraan nilai botol.
Setor Botol (Kios)Layar di samping mesin untuk pindai wajah dan hitungan botol sesi berjalan.
Layar InformasiTampilan publik untuk lorong atau stand: peringkat kelas dan setoran terbaru.
Buku TabunganRiwayat setoran dan poin per murid.
Rekap KelasTotal per kelas dan peringkat bulanan.
Kontrol Mesin dan LaciDaftar mesin, token perangkat yang tampil sekali, isi dan kapasitas laci, serta tombol mencatat laci dikosongkan.
Uji Manual MesinMencatat setoran tanpa mesin dengan aturan yang sama.
Izin Wajah e-PILAHCatatan izin tertulis orang tua sebelum wajah murid didaftarkan.
Pengaturan e-PILAHPoin per ukuran botol, aturan sesi, dan harga per kilogram untuk perkiraan nilai.

Mesin Si Pilah: proyek STEAM buatan murid

Di sekolah pilot, murid SMPN 1 Gunungtanjung membangun Si Pilah, mesin kardus yang memilah botol menurut ukurannya hanya dengan gravitasi dan titik berat. Tiga limit switch di jalur laci dibaca Arduino UNO R4 WiFi, lalu dikirim ke e-PILAH. Panduan rakit lengkapnya, dari daftar komponen, rangkaian kabel, uji per komponen, sampai kaitan dengan Kurikulum Merdeka, ada di artikel Membuat Si Pilah: mesin pemilah botol otomatis berbasis IoT.

Izin orang tua dan privasi murid

  • Wajah murid didaftarkan setelah ada izin tertulis orang tua, dicatat di menu Izin Wajah e-PILAH. Tanpa izin, murid tetap boleh menyetor sebagai Tamu.
  • Kios dan layar mesin hanya menampilkan nama dan kelas, tanpa NIS.
  • Setiap mesin memakai token perangkat sendiri. Token hanya tampil sekali saat dibuat dan bisa diganti kapan saja dari Kontrol Mesin dan Laci.

Yang belum ada

e-PILAH masih tahap pilot dan belum masuk paket berlangganan. Yang masih tahap pengembangan: sambungan langsung mesin Si Pilah versi firmware 1.1 ke server, peringatan WhatsApp saat laci hampir penuh, penerusan poin ke e-Poin, dan pembagian hasil penjualan botol ke saldo rupiah murid. Sampai sambungan mesin selesai diuji, setoran dicatat lewat Uji Manual Mesin.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang bank sampah digital e-PILAH

Apakah e-PILAH sudah bisa dipakai semua sekolah?

Belum. e-PILAH masih tahap pilot di SMPN 1 Gunungtanjung, Kabupaten Tasikmalaya, dan belum masuk paket berlangganan. Sekolah yang ingin ikut mencoba bisa menghubungi tim SiTuntas lewat WhatsApp di bagian bawah halaman ini.

Apakah sekolah wajib punya mesin pemilah?

Tidak. Petugas bisa mencatat setoran lewat menu Uji Manual Mesin, dengan aturan poin yang sama seperti setoran dari mesin. Mesin Si Pilah buatan murid adalah pilihan bagi sekolah yang ingin menjadikannya proyek STEAM.

Bagaimana murid dikenali saat menyetor?

Murid memindai wajah di halaman Setor Botol (Kios), memakai pengenalan wajah yang sama dengan absensi wajah SiTuntas. Wajah murid baru didaftarkan setelah orang tua memberi izin tertulis, dicatat di menu Izin Wajah e-PILAH. Murid tanpa izin tetap boleh menyetor sebagai Tamu.

Berapa poin untuk setiap botol?

Bawaannya botol kecil 1 poin, sedang 2 poin, dan besar 3 poin. Angkanya bisa diubah di Pengaturan e-PILAH. Setoran tanpa sesi murid dicatat sebagai Tamu: menambah isi laci tanpa menambah poin siapa pun.

Apakah poin bisa ditukar uang?

Belum secara otomatis. Saat ini e-PILAH mencatat poin dan menampilkan perkiraan nilai botol dari harga per kilogram yang diatur sekolah. Pembagian hasil penjualan ke saldo murid masih tahap pengembangan.

Ingin melihatnya berjalan di sekolah Anda?

SiTuntas dipakai setiap hari di sekolah negeri, tanpa instalasi. Gratis selamanya. 14 hari pertama semua modul terbuka penuh tanpa batasan, setelah itu tetap pakai paket Gratis.

Isi 3 data · Verifikasi singkat · Akun aktif otomatis · Tidak perlu chat admin

Masih punya pertanyaan? Tanya kami via WhatsApp