Jadwal Otomatis

Aplikasi Pembuat Jadwal Pelajaran Otomatis: Perbandingan Jujur

Sampul artikel: Aplikasi Pembuat Jadwal Pelajaran Otomatis: Perbandingan Jujur

Kami sendiri membuat aplikasi penyusun jadwal, jadi wajar kalau tulisan ini dicurigai berat sebelah. Karena itu perbandingan di bawah dibuat terbuka: ada alat lain yang bagus, ada situasi ketika Excel cukup, dan ada kondisi ketika aplikasi web lokal paling masuk akal.

Kenapa menyusun jadwal itu rumit sejak awal

Sebelum membandingkan merek, ada baiknya paham kenapa pekerjaan ini melelahkan. Jadwal pelajaran bukan sekadar mengisi kotak hari dikali jam. Ia harus menaati banyak aturan sekaligus: satu guru tidak boleh mengajar dua kelas pada jam yang sama, satu kelas hanya menerima satu mata pelajaran per jam, dan beban tiap guru sebaiknya memenuhi ambang jam mengajar yang diatur pemerintah. Beban kerja guru kini diatur Permendikdasmen Nomor 11 Tahun 2025: pelaksanaan pembelajaran paling sedikit 24 dan paling banyak 40 jam tatap muka per minggu, dengan sebagian boleh dipenuhi dari tugas tambahan (paling banyak 6 jam tugas tambahan lain ditambah 2 jam guru wali), sehingga jam mengajar murni di kelas paling sedikit 16 JP. Jadwal yang baik memenuhinya tanpa menumpuk di satu hari.

Satu JP di SMP adalah 40 menit (di SD 35 menit, di SMA dan SMK 45 menit) menurut struktur kurikulum dalam Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, dan mata pelajaran berbeban besar sering diberikan dalam blok 2 sampai 3 JP berurutan supaya pembelajaran tidak terpotong. Struktur yang sama memisahkan alokasi intrakurikuler dan kokurikuler per mapel serta membuka mapel pilihan Koding dan Kecerdasan Artifisial, jadi ada lebih banyak jenis slot yang harus diberi tempat. Menjaga blok tetap utuh, menghindari bentrok, sekaligus meratakan beban adalah tiga tujuan yang saling tarik-menarik. Menambah satu guru olahraga yang hanya bisa hadir dua hari, atau ruang laboratorium yang dipakai bergiliran, langsung melipatgandakan kombinasinya.

Lima hal yang menentukan bagusnya alat penjadwalan

Dari pengalaman menemani sekolah, lima hal ini yang paling menentukan:

  • Anti bentrok. Satu guru tidak boleh berada di dua kelas pada jam yang sama, dan inilah sumber revisi jadwal berminggu-minggu.
  • Beban merata. Jangan ada guru yang Senin penuh 8 JP lalu Kamis kosong, atau kelas yang selalu dapat Matematika di jam terakhir.
  • Mudah dipakai. Penyusun jadwal biasanya wakasek kurikulum, bukan staf IT; kalau butuh pelatihan berhari-hari, alat itu akan bergantung pada satu orang.
  • Harga. Sekolah negeri bergerak dengan anggaran BOS yang perlu dipertanggungjawabkan per komponen.
  • Bahasa dan konteks lokal. Istilah JP, rombel, intrakurikuler, dan kokurikuler dalam struktur kurikulum nasional sebaiknya dikenali alatnya, bukan diterjemahkan akal-akalan.

aSc Timetables: kuat dan teruji, dengan beberapa catatan

aSc Timetables dipakai sekolah di banyak negara selama puluhan tahun, dan mesin penyusunnya kuat: constraint yang bisa diatur sangat kaya, dari ruang khusus sampai preferensi jam guru. Untuk sekolah besar dengan kebutuhan rumit, ini alat yang serius.

Catatannya juga nyata. Versi klasiknya aplikasi desktop Windows, jadi jadwal menempel di satu komputer dan satu orang; belakangan tersedia versi online, tetapi lisensinya tetap berbayar dalam kurs asing, jutaan rupiah untuk sekolah, dan versi coba gratisnya membubuhkan tanda air serta tidak bisa mengekspor. Antarmukanya berbahasa Inggris dengan istilah penjadwalan yang teknis, dan kurva belajarnya cukup terjal. Di banyak sekolah, aSc berakhir dikuasai satu operator, dan begitu beliau pindah tugas, sekolah mulai dari nol lagi.

FET: gratis dan tangguh, tapi teknis

FET adalah perangkat lunak open source (lisensi GNU AGPL versi 3) yang gratis sepenuhnya dan masih aktif dikembangkan, dan kemampuan algoritmanya tidak main-main; banyak sekolah dan kampus di dunia memakainya. Kalau anggaran nol dan ada staf yang telaten, FET layak dicoba.

Tantangannya di pengalaman pakai. Konsepnya kental istilah teknis (activities, constraints dengan bobot persentase), dokumentasinya berbahasa Inggris, dan menyiapkan data awal butuh kesabaran. Salah memahami satu constraint, hasilnya bisa tidak keluar sama sekali. FET seperti mobil manual yang tangguh: sampai tujuan, asal pengemudinya paham mesin.

Excel dan Google Sheets: gratis, familiar, manual

Sebagian besar sekolah di Indonesia masih menyusun jadwal di spreadsheet. Gratis, semua orang bisa membukanya, formatnya bebas. Untuk sekolah kecil yang gurunya sedikit, ini masih masuk akal.

Spreadsheet tidak tahu apa itu bentrok. Dia tidak akan protes saat Bu Ratna tertulis di VII A dan IX C pada jam yang sama. Pola umumnya begini: draf selesai seminggu, lalu dua sampai tiga minggu pertama tahun ajaran habis untuk tambal sulam karena bentrok ditemukan satu per satu di lapangan, dan setiap perbaikan berpotensi menciptakan bentrok baru di tempat lain. Rumus penanda bentrok bisa dipasang, seperti kami tunjukkan di cara membuat jadwal pelajaran di Excel, tetapi rumus hanya menandai yang sudah salah, bukan mencegahnya.

Aplikasi web lokal berbahasa Indonesia

Beberapa tahun terakhir muncul pilihan keempat: aplikasi berbasis web lokal yang dirancang untuk struktur sekolah Indonesia. Karena berjalan di browser, tidak ada instalasi dan tidak terkunci di satu komputer. Karena berbahasa Indonesia dan memakai istilah JP serta rombel, wakasek bisa langsung bekerja tanpa kamus.

SiTuntas ada di kategori ini lewat modul e-Jadwal. Cara kerjanya sederhana: atur Jam KBM (termasuk slot upacara dan kokurikuler), masukkan guru, mata pelajaran, beban JP per tingkat, penugasan per rombel, aturan mapel, dan ketersediaan guru, lalu Penyusun Jadwal yang memakai solver Google OR-Tools menyusun draf jadwal satu semester dalam satu klik, hitungan menit. Yang dijaga generator adalah bagian yang paling melelahkan bila dikerjakan tangan: tidak menempatkan satu guru di dua kelas pada jam yang sama, menghormati hari yang guru tidak bisa hadir, membagi beban guru merata antar hari, menekan jam kosong, dan menjaga blok JP tetap utuh sebisa mungkin.

Drafnya ditinjau di papan jadwal dengan geser-lepas yang langsung dicek bentroknya, kartu tertentu bisa dikunci, ada laporan kesehatan jadwal, dan hasil akhirnya bisa dicetak PDF atau Excel per kelas maupun per guru. Menyusun ulang saat penugasan berubah cukup hitungan menit.

Kami tidak berjanji jadwal jadi sempurna sekali klik. Menyusun jadwal yang sekaligus tanpa jam kosong, beban seragam betul, dan semua blok utuh sering kali tidak bisa dicapai bersamaan karena ketiganya saling bertentangan. Generator juga butuh data guru dan penugasan yang lengkap; kalau penugasan masih bolong, hasilnya ikut bolong. Yang realistis: generator mengerjakan bagian berat dan berulang, lalu wakasek merapikan sisanya lewat pengeditan manual, jauh lebih cepat daripada menyusun dari nol. Nilai tambahnya, jadwal ini menjadi dasar untuk presensi per sesi mengajar dan jurnal mengajar bila dipakai dalam satu sistem, dan kalender akademik sekolah (libur, pekan ujian) dibaca oleh jadwal yang sama.

Perbandingan ringkas

Kalau dipadatkan, posisinya kira-kira begini:

KriteriaaSc TimetablesFETExcel / Google SheetsAplikasi web lokal
Anti bentrok otomatisYa, mesin mencegahnyaYa, mesin mencegahnyaTidak; rumus hanya menandaiYa, mesin mencegahnya
Pemerataan beban dan blok JPLewat constraint yang diatur sendiriLewat constraint berbobotSerba manualBawaan, sesuai aturan mapel yang diisi
Kemudahan bagi wakasekKurva belajar terjal, bahasa InggrisKurva belajar terjal, sangat teknisFamiliar, melelahkan saat rombel banyakPaling siap pakai, istilah lokal
HargaBerbayar dalam kurs asingGratis, open sourceGratisBerlangganan per sekolah, ada paket gratis terbatas
Akses dan perangkatDesktop Windows, ada versi onlineDesktop, perlu instalasiDi mana saja, file berpindah tanganBrowser dari perangkat apa pun
Sambungan ke absensi dan jurnalBerkas terpisahBerkas terpisahBerkas terpisahSatu data dengan presensi dan jurnal

Rekomendasi sesuai ukuran sekolah

Sekolah kecil, sekitar 6 rombel. Kombinasi guru dan kelasnya masih sedikit, jadi Excel masih bisa jalan kalau penyusunnya teliti. Meski begitu, aplikasi web lokal menghemat waktu paling banyak dengan biaya paling kecil, apalagi bila ingin tersambung ke absensi dan jurnal. FET juga pilihan bagus kalau ada staf yang senang mengutak-atik.

Sekolah menengah sampai besar, 12 sampai 30 rombel lebih. Di titik ini menyusun manual bukan lagi pilihan, kombinasi bentroknya ribuan. Pilihannya tinggal alat otomatis: aSc kalau anggaran ada dan operatornya siap belajar serius, FET kalau anggaran nol dan ada tenaga teknis, atau aplikasi web lokal kalau ingin cepat jadi dan bisa dikerjakan wakasek sendiri.

Apa pun yang dipilih, uji dulu dengan data sekolah sendiri sebelum memutuskan. Urutan yang kami sarankan:

  1. Siapkan daftar guru, penugasan per rombel, dan ketersediaan hari dalam satu berkas; data inilah yang akan dimasukkan ke alat mana pun.
  2. Masukkan tiga aturan tersulit sekolah Anda (misalnya guru lintas sekolah, blok IPA, dan lab bergiliran), lalu lihat apakah alat itu bisa menyatakannya tanpa akal-akalan.
  3. Jalankan penyusunan penuh dan hitung berapa lama sampai draf pertama keluar.
  4. Coba satu revisi kecil, misalnya guru baru masuk di tengah semester, dan perhatikan apakah revisi itu memicu bentrok baru.
  5. Cetak jadwal per guru dan per kelas, lalu minta dua guru membacanya tanpa penjelasan.

Prinsip penyusunannya sama untuk semua alat dan pernah kami urai di artikel Cara Menyusun Jadwal Pelajaran Anti Bentrok. Kalau ingin melihat generator satu klik itu bekerja, penjelasannya ada di halaman Jadwal Pelajaran Otomatis SiTuntas.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah aplikasi penjadwalan bisa menjamin jadwal 100 persen bebas bentrok dan tanpa jam kosong?

Alat penjadwalan otomatis yang baik mencegah satu guru terjadwal di dua kelas pada jam yang sama, bagian tersulit yang layak diserahkan ke mesin. Namun jadwal yang sekaligus bebas bentrok, tanpa jam kosong, beban seragam, dan blok JP utuh tidak selalu bisa dipenuhi bersamaan karena tujuan-tujuan itu saling bertentangan. Yang wajar adalah generator mengerjakan bagian berat, lalu penyusun merapikan sedikit sisanya secara manual.

Berapa beban mengajar per guru yang harus dipenuhi jadwal?

Permendikdasmen Nomor 11 Tahun 2025 menetapkan pelaksanaan pembelajaran paling sedikit 24 dan paling banyak 40 jam tatap muka per minggu, dari total beban kerja 37 jam 30 menit. Sebagian dari 24 jam itu boleh dipenuhi lewat tugas tambahan: tugas tambahan lain seperti wali kelas dan pembina ekstrakurikuler paling banyak 6 jam kumulatif, ditambah 2 jam guru wali, sehingga jam mengajar di kelas paling sedikit 16 JP. Pastikan jam tiap guru bersertifikat mencapai ambang itu, karena menyangkut hak tunjangan mereka.

Apakah alat asing seperti aSc Timetables atau FET cocok untuk sekolah Indonesia?

Secara mesin keduanya andal dan sudah dipakai sekolah di banyak negara. Tantangannya di antarmuka berbahasa Inggris, istilah penjadwalan yang teknis, dan kurva belajar yang tidak sebentar. Kalau sekolah punya operator yang telaten, keduanya pilihan serius; kalau ingin wakasek langsung bekerja tanpa kamus, aplikasi web berbahasa Indonesia biasanya lebih ramah.

Apakah jadwal dari aplikasi bisa langsung dipakai untuk absensi dan jurnal mengajar?

Tergantung alatnya. aSc, FET, dan Excel menghasilkan jadwal sebagai berkas tersendiri, sehingga absensi dan jurnal tetap dikerjakan terpisah. Pada sistem terpadu seperti SiTuntas, jadwal digital menjadi dasar bagi absensi dan jurnal, jadi kehadiran serta lembar jurnal terbentuk mengikuti jadwal tanpa mengetik ulang. Kalau integrasi ini penting, pertimbangkan sejak memilih alatnya.

Bermanfaat? Bagikan ke rekan guru.

WhatsApp

Referensi

  1. Permendikdasmen No. 11 Tahun 2025 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, JDIH BPK RI
  2. Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 tentang Perubahan Permendikbudristek No. 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum (durasi JP dan struktur kurikulum), JDIH BPK RI
  3. Siaran Pers: Permen No. 13 Tahun 2025, Penyesuaian Strategis dalam Kurikulum PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah, Kemendikdasmen
  4. FET, Free Timetabling Software (open source, GNU AGPL v3), situs resmi FET
  5. aSc Timetables, perangkat penjadwalan sekolah, situs resmi aSc

Bagikan artikel ini

Bagikan ke WhatsApp

Ingin melihatnya berjalan di sekolah Anda?

SiTuntas dipakai setiap hari di sekolah negeri, tanpa instalasi. Gratis selamanya. 14 hari pertama semua modul terbuka penuh tanpa batasan, setelah itu tetap pakai paket Gratis.

Isi 3 data · Verifikasi singkat · Akun aktif otomatis · Tidak perlu chat admin

Masih punya pertanyaan? Tanya kami via WhatsApp